Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Waiting for Rainbow

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4  Next
AuthorMessage
Kazahaya Kudo
Single Star
Single Star


Posts : 371
Join date : 2008-10-06
Age : 24
Location : Green Drugstore

Character Sheet
Alice: Psychometry
Class: unemployed yet
Self Quote: Wha... WHAT?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:22 pm

"Ng... ya," Seorang pemuda --yang nampak lebih cantik dari biasanya-- berdiri memandangi kelebatan hutan di kala hujan begitu. Ia mematung sambil sedikit kebingungan, memainkan payungnya, memutarnya ke kiri dan ke kanan.

"Ah ya, kenapa hutan seperti ini ramai sekali ya?" tanyanya pada diri sendiri, maklumlah baru beberapa hari itu ia masuk ke akademi serba ada yang membuatnya sedikit bingung dan kerepotan.

Kazahaya memalingkan wajah mencoba mencari siapa tahu ada seseorang yang bisa membantunya mencarikan jalan dari tempat itu. Dalam artian lain, ia tersesat.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:29 pm

OOT: ngakak guling2 Busedh... jangan tertipu orang dari penampilannya lhhoo~! Lizzy itu rada maso, agak sedikit.. err..you-know-whadd-ai-mien..ngakak guling2




Mereply post dari Nakamura Araki...


Quote :
"Yaah~~tidak juga sih, kalau aku tidak ingat untuk memakainya tidak melampaui batas, sepertinya aku sudah lumpuh sekarang. Tidak bisa berjalan-jalan lagi... Dan mengalami pengalaman-pengalaman seperti hari ini. Baru kali ini aku pergi hujan-hujan begini sih,"

Araki-san... lumpuh??, tanya Liz dalam hati. [/i]Teman macam apa aku? Bahkan teman sekelas pun ngga tahu kalau dia lumpuh..[/i], ujarnya lagi.

Liz menurunkan arah pandangannya, menatap lurus, dengan sedikit lembut ke arah Araki. Uff.. kasihan sekali Araki-san. Dia hampir lumpuh.. , begitu pikirnya dalam hati saat menatap sosok yang dulu cuma dia tahu, slebor, pemalas, kurang kerjaan itu.

"Err.. lumpuh??" tanya Liz, bermaksud meminta penjelasan dari salah atu kata yang tadi diucapkan Araki.
Back to top Go down
Nakamura Araki
Single Star
Single Star


Posts : 555
Join date : 2008-10-06
Age : 23
Location : Atas kursi depan desktop

Character Sheet
Alice: Elastic
Class: ---
Self Quote: Extend!!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:45 pm

"Emm~~Yah,, begitulah. Kalau kekuatan ku ini kupakai kelewat batas--ah, berapa meter ya? maka sendi-sendi dan ototnya akan merenggang. Dan otot-ototnya akan mengalami robek permanen. Dulu aku pernah sekali mengalami itu, tapi untungnya tak permanen sih, jadi masih sembuh meskipun masih tak boleh dipakai dan digerakkan berlebihan,"

Araki berbicara sembari memegang-megang pinggangnya--yang pernah cedera itu.

"Makanya sampai sekarang aku tak pernah lupa untuk memakai limiter, hahaha...."

Jelasnya lebih lanjut tanpa menjelaskan lebih lanjut apa limiter yang ia pakai.

Selanjutnya suasana kembali hening. Araki merasa tak enak untuk bertanya-tanya lebih lanjut tentang Liz.

"Emm--Apa kamu 'menikmati' alice yang kamu punya itu? Ehh~~maksudnya, menurutku rasa sakit itu sangat menderita. Membuatku tak ingin merasakannya terus-terusan, apalagi jika kulit kita super-duper-sensitif ketika menerima sakit itu,"

Lebih mirip wawancara pribadi jadinya. Bahasa yang kacau, Araki kembali memaki dirinya dari dalam hati.

ketika menunggu jawaban Liz, dari kejauhan Araki melihat seorang siswa yang tampak kebingungan. Pandangan mereka kembali bertatapan. Mengetahui bahwa orang itu adalahnya seniornya--sehingga merasa tak sopan kalau harus berteriak memanggilnya, Araki memberinya sejenis 'kode mata', terserah apakah orang itu mau mendekatinya atau tidak.
Back to top Go down
View user profile http://mwa2708.wordpress.com
Yae Shirogane
Single Star
Single Star


Posts : 397
Join date : 2008-10-08
Age : 22
Location : In my husband's room

Character Sheet
Alice: Blind Alice
Class: B Junior High
Self Quote: Please, don't look trough my eyes..

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:49 pm

"auh... tambah deras saja..." Kiri yang baru saja berada di lapangan basket berlari sekencang-kencangnya ke tempat yang lebih teduh (krn asrama itu jauuh..), hutan.


"Ah ya, kenapa hutan seperti ini ramai sekali ya?" <---- dari Kazahaya
kata suara seseorang entah dari mana, membuat Kiri merinding "omigod!! suara apa/siapa itu??" Kiri berhenti di tempatnya, memandang sekeliling mencari sumber suara tersebut. samar, namun jelas, terdengar suara yang agak ramai dari arah Utara.
"krak!" tanpa sengaja, Kiri menginjak raning pohon yang patah, suaranya menggema ke 'seluruh' penjuru hutan yang luas itu.
Back to top Go down
View user profile
Kazahaya Kudo
Single Star
Single Star


Posts : 371
Join date : 2008-10-06
Age : 24
Location : Green Drugstore

Character Sheet
Alice: Psychometry
Class: unemployed yet
Self Quote: Wha... WHAT?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:58 pm

Kazahaya spontan sedikit sadar dengan kontak mata yang dilakukannya pada Araki, lalu tanpa tahu malu ia mendekat dan langsung bertanya pada sasaran, "Ah, maaf ini di mana ya?" pertanyaan singkat yang langsung ke sasaran.

Amat mencerminkan pribadinya yang sederhana.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:00 pm

Reply post .Nakamura Araki..




Quote :
"Emm~~Yah,, begitulah. Kalau kekuatan ku ini kupakai kelewat batas--ah, berapa meter ya? maka sendi-sendi nya akan merenggang. Dan otot-ototnya akan mengalami robek permanen. Dulu aku pernah sekali mengalami itu, tapi untungnya tak permanen sih, jadi masih sembuh meskipun masih tak boleh dipakai dan digerakkan berlebihan,"

Hee~ pernah dislokasi rupanyaa...,batin Liz, sambil melihat-lihat postur tubuh Araki dengan amat gak jelas. Huummm... ada juga orang yang segitu lupanya ngga make limiter ya..,pikir Liz lagi. Mana sampai sobek cedera begitu..


Quote :
"Emm--Apa kamu 'menikmati' alice yang kamu punya itu? Ehh~~maksudnya, menurutku rasa sakit itu sangat menderita, dan membuatku tak ingin mengalaminya,"

Aha~! Perferct!
Pertanyaan yang benar-benar menjebak, walaupun tak pelik untuk dijawab. Liz sampai berpikir, jangan-jangan Si Araki punya ESP juga selain punya Alice yg wonderful-waaw-waaw itu.

"Menikmati?" kata Liz sambil menatap langit mendung. "Hmm.. bagaimana ya~.. Terkadang sih memang saya benar-benar menikmatinya, terutama saat sedang dalam mood yang buruk, walau hanya sedikit jengkel, bisa membuat saya mengakftifkan Alice ini untuk sekedar 'balas dendam'. Namun, di sisi lain.. Saya merasa kesal dan benar-benar benci terhadap diri saya sendiri. Karena.. yah~ kontraindikasi dari 'kenikmatan' saat Alice saya aktif, orang-orang menganggap saya itu setan, karena sifat masokis itu," katanya panjang lebar, sambil tetap memandang langit dengan ekspresi datar-datar saja.

Sebentar kemudian, Liz menunduk. Dia baru sadar, sekali lagi, dia ceritakan 'titik temu'nya pada orang lain. Kali ini pada Araki, setelah pada segerombolan anak gadis di tepi danau itu. Argh~! Sial! kenapa lagi.. kenapa harus diulang lagii...

Padahal, tujuanku pergi dari tepi danau supaya tidak membicarakan hal ini lagi.. Tetapi.. sekarang....,erang Liz dalam hati. Semoga Araki-san tidak merasa aneh memandangku setelah ini..

Dan Liz pun terus menatap tanah tempatnya berpijak, hingga kehadiran seseorang lagi di sana tidak disadarinya, padahal orang itu sedang berbicara dengan Araki, tepat di sampingnya.
Back to top Go down
Kazahaya Kudo
Single Star
Single Star


Posts : 371
Join date : 2008-10-06
Age : 24
Location : Green Drugstore

Character Sheet
Alice: Psychometry
Class: unemployed yet
Self Quote: Wha... WHAT?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:07 pm

Tidak puas dengan Araki yang lama dalam memberikan jawaban akhirnya Kazahaya bertanya pada wanita di sebelah Araki, "Hey... hey nona, kau tahu ini di mana? Nampaknya aku tersesat di sini..." ucapnya lagi. Tanpa niat memotong pembicaraan mereka berdua walau nyatanya hal itulah yang ia lakukan.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:11 pm

Quote :
"Hey... hey nona, kau tahu ini di mana? Nampaknya aku tersesat di sini..." ucapnya lagi.

Liz tersentak dari lamunannya, dan buyarlah seketika imajinasi ruwetnya itu. Tinggal tersisa pandangan melongo dari Liz memandang sosok pria muda sederhana yang menagjaknya bicara.

"Ya?" Jawab Liz sambil memandang orang itu dengan amat teliti. " Ini di dalam hutan Alice Academy. Ehmm... tersesat, ya?" tanyanya lagi, dengan nada suara mulai berubah normal.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:12 pm

Quote :
"krak!" tanpa sengaja, Kiri menginjak raning pohon yang patah, suaranya menggema ke 'seluruh' penjuru hutan yang luas itu.

"...!"

"Suara apa itu?"batinnya.

Ia menoleh ke belakang, mendapati seorang gadis berambut ungu yang baru saja ia lihat di lapangan basket tadi.

"Hmm..? Sedang apa gadis itu di sini?"batinnya.
Back to top Go down
Yae Shirogane
Single Star
Single Star


Posts : 397
Join date : 2008-10-08
Age : 22
Location : In my husband's room

Character Sheet
Alice: Blind Alice
Class: B Junior High
Self Quote: Please, don't look trough my eyes..

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:19 pm

"wa!wa!wa!!" spontan Kiri teriak-teriak mendengar hasil perbuatannya sendiri. Ia melihat berkeliling, berharap ada seseorang atau secepatnya menemukan sumber keributan tersebut. Tak lama, ia melihat 6 siluet di bawah pohon, apakah itu manusia, jin, tuyul, atau apapun itu.

"a..anu.. permisi.." katanya sambil memberanikan diri menghampiri ke 6 'makhluk' tersebut..


Last edited by Kiiri Reelanch on Mon Oct 13, 2008 5:20 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Aoi Misuzu
Alice User
Alice User


Posts : 428
Join date : 2008-09-02

Character Sheet
Alice: Screamo
Class: Alice User
Self Quote: ''Oops~ I'm getting bigger and-- WTF 19?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:20 pm

"Anou, kau baik-baik saja? Apa kau sakit?"

Err-- pertanyaan itu ditujukan pada Aoi 'kah? Gadis pirang ini menoleh ke sumber suara. Dan-- anak lelaki, belum pernah dilihatnya. "Hanya menghindar dari perang batu," ucapnya dengan sangat pelan. Aoi semakin menekuk wajahnya. Sudah kedinginan, hujan tidak juga berhenti. Dan semoga saja perang batu itu tidak berlanjut. Setidaknya jangan jadikan Aoi korban.
Back to top Go down
View user profile
Kazahaya Kudo
Single Star
Single Star


Posts : 371
Join date : 2008-10-06
Age : 24
Location : Green Drugstore

Character Sheet
Alice: Psychometry
Class: unemployed yet
Self Quote: Wha... WHAT?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:23 pm

Kazahaya sedikit naik pitam, "Ya tentu saja... kau kira sejak tadi aku bertanya karena aku tahu jalan di sini?!" ucapnya walau dengan nada tak kasar.

"Ah ya, aku harus buru-buru pergi." Tanpa izin terlebih dahulu kemudian ia menyentuh dahi Liz untuk membaca memori gadis itu menggunakan Alice Psychometry-nya. Sejenak Kazahaya menelusuri memori Liz, bagaimana ia bisa keluar dan masuk ke tempat itu.

"Baiklah, terima kasih untuk informasinya. Dah!" ucapnya sembari melangkah pergi meninggalkan tempat Liz dan Araki berada.


Namun nampaknya Kazahaya belum benar-benar keluar dari sana.
Back to top Go down
View user profile http://cairy.deviantart.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:26 pm

"Hanya menghindar dari perang batu," ucapnya dengan sangat pelan.

Samar-samar Ryuu mendengar gadis berambut pirang tadi berbicara.

"Oh..."

Ia melihat tampaknya gadis itu kedinginan, dilihat dari caranya menekukkan wajahnya.

"Apa benar dia tidak apa-apa?" batin Ryuu khawatir.

"Kau tidak terlihat tidak apa-apa," lanjut Ryuu.
Back to top Go down
Nakamura Araki
Single Star
Single Star


Posts : 555
Join date : 2008-10-06
Age : 23
Location : Atas kursi depan desktop

Character Sheet
Alice: Elastic
Class: ---
Self Quote: Extend!!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:29 pm

Lizzy wrote:

"Menikmati?" kata Liz sambil menatap langit mendung. "Hmm.. bagaimana ya~.. Terkadang sih memang saya benar-benar menikmatinya, terutama saat sedang dalam mood yang buruk, walau hanya sedikit jengkel, bisa membuat saya mengakftifkan Alice ini untuk sekedar 'balas dendam'. Namun, di sisi lain.. Saya merasa kesal dan benar-benar benci terhadap diri saya sendiri. Karena.. yah~ kontraindikasi dari 'kenikmatan' saat Alice saya aktif, orang-orang menganggap saya itu setan, karena sifat masokis itu," katanya panjang lebar, sambil tetap memandang langit dengan ekspresi datar-datar saja.

Mendengar jawaban blak-blakan dari Liz, Araki hanya bisa terdiam. Memikirkan kalimat apa yang harus digunakan untuk 'merespon'. Gadis itu tetap tampil dengan muka datar seolah sudah mengucapkan hal yang sama setelah ratusan kali.

"Hemm..... Tak ada seorangpun yang lebih mencintai dirimu selain dirimu sendiri Liz, jadi sebaiknya berhenti membenci dirimu. Lagipula..... Aku juga melihat tak ada yang salah denganmu. Tenang saja, seorang teman akan menerimamu apa adanya, tak peduli fisik dan latar belakangmu,"

Araki hanya mencoba menjawab dengan gaya 'wise' padahal ujung-ujungnya jelas sekali gak nyambung. Selanjutnya ia memberikan senyumnya pada Lizzy, dan menunggu respon gadis itu selanjutnya.

"Ah, maaf ini di mana ya?"

Araki masih belum tersadar. ia masih menatap Liz dan menunggu respon atas kalimatnya barusan.

Lagi-lagi suara yang sama mengejutkannya.
Quote :
"Hey... hey nona, kau tahu ini di mana? Nampaknya aku tersesat di sini..."
Kelihatannya suara anak itu mulai tampak kesal karena tak direspon sebelumnya.

"Hemm---terus saja kearah timur sana kak,"
ujarnya sambil menunjuk ke suatu arah,
"Tak jauh dari sana ada gerbang sekolah kok,"

Quote :
"Baiklah, terima kasih untuk informasinya. Dah!"
Belum selesai ia menjawab, anak itu sudah berlari meninggalkan mereka. Merasa kesal karena dikacangin, Araki hanya bisa menghembuskan napas dengan gusar (ketika ia yakin tak ada yang melihat, tentu saja). Padahal Kaza sebetulnya tak melakukan kesalahan apa-apa ngakak guling2


Last edited by Nakamura Araki on Mon Oct 13, 2008 6:10 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile http://mwa2708.wordpress.com
Aoi Misuzu
Alice User
Alice User


Posts : 428
Join date : 2008-09-02

Character Sheet
Alice: Screamo
Class: Alice User
Self Quote: ''Oops~ I'm getting bigger and-- WTF 19?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:35 pm

"Kau tidak terlihat tidak apa-apa,"

Ahaq-- pemuda ini seperti mewawancarai Aoi-- atau benar-benar khawatir? Yeah-- kalau mau berkenalan tidak usah takut-takut, to the poin saja. Wong sesama murid akademi, toh Aoi juga tidak akan menggigit. "Yeah, kedinginan biasa, namanya juga hujan." Ucapnya meyakinkan pemuda itu.
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:50 pm

Hana menguap, ia tidak bisa tidur dengan suasana seperti ini. Bukan karena hujan atau apa namun karena semakin banyaknya orang yang berkerumun disana, dan ia sendiri tidak habis pikir mereka masih dapat mengobrol ditengah-tengah situasi seperti ini karena normalnya mereka jelas akan berteduh dan berusaha mencari jalan keluar. Bagaimana dengan Hana sendiri yang malah merasa mengantuk di tempat seperti ini.

Ya, ia bangkit dari posisi duduknya. Tubuhnya basah, seragamnya kotor dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sepatu keds putihnya berlumpur dan tampak menjijikkan. Kedua bola mata coklat kusamnya melirik kesana-kemari, mencari-cari jalan yang sekiranya dapat membuat Hana keluar dari labirin hidup tersebut. Kali ini ia berpikir agak lama karena salah-salah ia malah akan tersesat semakin dalam ke hutan ini. Tangan kurusnya yang bergetar karena kedinginan menyentuh dahan pohon yang kokoh dan dengan langkah pelannya ia berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak terpeleset untuk yang kesekian kalinya.

Satu langkah... Dua langkah...

Hana berhasil melewati area-area yang sangat licin dan berlumpur dengan hati-hati. Dengan kedua tangannya yang mendekap erat tubuhnya, ia berjalan menggunakan instingnya untuk keluar dari tempat itu—dengan penampilan berantakan tentunya.

(out)
Back to top Go down
View user profile
Yae Shirogane
Single Star
Single Star


Posts : 397
Join date : 2008-10-08
Age : 22
Location : In my husband's room

Character Sheet
Alice: Blind Alice
Class: B Junior High
Self Quote: Please, don't look trough my eyes..

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 5:51 pm

merasa dikacangin, Kiri nekat menghampiri 2 'makhluk' yang seperti sedang bercakap-cakap. "permisi.." katanya, memandang 'makhluk' tersebut, ternyata MANUSIA!
"apa yang kalian semua lakukan di sini?" tanyanya kepada salah seorang gadis berambut pirang, yang ternyata teman sekelasnya. "setahuku tempat ini tidak pernah ramai, malah keramat..." batinnya, sambil melihat sekeliling. "ramai....."pikirnya lagi
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 6:26 pm

"Yeah, kedinginan biasa, namanya juga hujan." Ucapnya meyakinkan pemuda itu.

"Oh.. Oke kalau kau merasa begitu.. Um.." Ryuu menatap Yukisagi yang ada di pundaknya lalu mengangkatnya, "Kau boleh memeluknya kalau kau mau. Bulunya bisa menghangatkanmu sih.."ujar Ryuu, "Kalau mau.."ulangnya.

Lalu ia melihat gadis tadi menghampiri mereka, "...??"

"Oh.. Mereka saling kenal.."batin Ryuu.


Last edited by Kiyohara Ryuu on Mon Oct 13, 2008 8:57 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 8:36 pm

Eanae mengernyitkan dahinya. Sejak kapan hutan menjadi tempat ngongkow-ngongkow begini? Tujuh tahun yang lalu, hanya orang yang bermasalah dengan alice seperti dirinya atau anak kelas dangerouslah yang akan datang ke tempat itu.

Hujan bertambah deras dan Eanae dapat merasakan tubuhnya semakin tidak stabil.

"AAAH!" Ia menjerit lalu berlari ke arah pohon dengan panik, menjauhi kerumunan sebisa mungkin. "HUA-TSYIII~!!!"

Gelombang electromagnet keluar dari tubuhnya dan bercampur dengan hujan serta genangan air, menghantarkan listrik beraliran kecil (yang membuat kesemutan) kemana-mana.

"Ups, maaf," ujar Eanae cepat-cepat. Ia sebenarnya ingin khawatir lebih banyak pada para 'korban'nya yang seharusnya sekarang sulit bergerak karena kesemutan, tapi ada bahaya yang lebih besar menanti dirinya--dan hanya dirinya seorang.

Dari kejauhan terdengar bunyi gemerisik pohon dibalik desir suara hujan.

"GYAA! Mereka datang!"

Pemuda bertubuh kecil itu berjongkok dibawah pohon, tangannya melindungi kepalanya. Ia sedikit pasrah kali ini. Memang tak ada tempat untuk berlari juga.

Ia hanya berharap ada yang memiliki Healing Alice di dekat sini.
Back to top Go down
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 9:14 pm

"Saya juga begitu, hanya kagum akan prinsipnya saja. Namun, saya tidak habis pikir, darimana dia bisa dapat bakat retorika seperti itu, ya,,? Padahal dia toh pengagum seni gambar, yang emm.. tidak begitu sering berkaitan dengan urusan retorika. Hmm...,"

"Keadaan dan situasi lah yang membuat si Tua Hitler mempunyai bakat seperti itu..." Loki melanjutkan dengan nada getir.

"Atau mungkin saja karena Takdir"

Entah kenapa Ia sedikit 'ngeri' ketika mengucapkan kata-kata terakhir itu, Ia tak suka dengan apa yang disebut dengan Takdir, hanya saja, pengalaman hidupnya selama bertahun-tahun di lingkungan yang tidak bisa dibilang 'sehat' membuatnya --mau tidak mau- percaya dengan apa yang disebut dengan Takdir.

Beberapa orang kembali datang ke tempat ini, hmm.. apa hutan sewaktu hujan selalu seperti ini ya? Ramai dan banyak sekali orang. Loki menghela nafas, sudah terlalu penuh tempat ini, ujarnya dalam hati seraya berjalan keluar, meninggalkan mereka semua dalam diam.

[out]
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 10:08 pm

Allen yang mulai merasa tak nyaman dengan suasana yang mulai hiruk pikuk pun langsung memutar-mutar bola futbolnya, ia mempertimbangkan untuk pergi, meskipun ini kesempatan yang baik untuk mencari teman yang tidak rasis.


"Well, gotta jet, bye" katanya sembari melewati orang-orang disana.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Tue Oct 14, 2008 1:14 pm

Membalas reply buat posting Nakamura Araki..




Quote :
"Ah ya, aku harus buru-buru pergi." Tanpa izin terlebih dahulu kemudian ia menyentuh dahi Liz untuk membaca memori gadis itu menggunakan Alice Psychometry-nya.

Sekali lagi, Liz hanya bisa melongo tanpa ekspresi ketika seorang lelaki imutmemegang dahinya. "Ah~!" katanya singkat, sambil melihat gerakan dari si lelaki itu. Dan ketika si lelaki usai membaca pikirannya, Liz cuma bisa mendengus kecil entah karena apa.


Quote :
"Hemm..... Tak ada seorangpun yang lebih mencintai dirimu selain dirimu sendiri Liz, jadi sebaiknya berhenti membenci dirimu. Lagipula..... Aku juga melihat tak ada yang salah denganmu. Tenang saja, seorang teman akan menerimamu apa adanya, tak peduli fisik dan latar belakangmu,"

"Araki-san yakin akan hal itu?" ucap Liz kemudian, dengan ekspresi kembali datar. Sambil membetulkan posisi duduknya, Liz berkata lagi. "Bahkan saya sedikit ragu, apakah orang tua saya tahu bahwa saya sekarang ada di akademi ini,".

Liz kemudian menghela napas, dan menghembuskannya ke telapak tangannya yang mulai mengerut kedinginan. Tampaknya benar-benar dingin walaupun hujan rintik-rintik, padahal Liz memakai perban berlapis-lapis.

"Ya.. saya harap ada seseorang yang bisa menerima saya seperti apa kata Araki-san tadi.. Semoga saja..," katanya lagi.



Quote :
"Atau mungkin saja karena Takdir"

Kemudian, Liz kembali bertanya dengan gejenyapada Araki yang terdiam menunggu jawabannya sejak tadi. "Araki-san, takdir ituu.. Araki-san percaya?"


Quote :
Pemuda bertubuh kecil itu berjongkok dibawah pohon, tangannya melindungi kepalanya. Ia sedikit pasrah kali ini. Memang tak ada tempat untuk berlari juga.

Ara~ siapa itu? Kenapa dia meringkuk di situ? Kasihaann... , kata Liz dalam hati sewaktu dia melirik-lirik ke seantero hutan dalam jangkauan pandangannya. Hoo.. bukannya itu orang yang aku ngga tahu siapa dan berapa umurnya itu? Hmn.. sepertinya sih anak tingkat B..,

'Anu.. silahkan ke sini jika kamu mau. Kamu kelihatannya sedang susah..," tawar Liz pada si-tudung-putih dengan nada ngga-tahu-siapa-yang-diajak-ngomong itu.
Back to top Go down
Kazusa Ijuin
Single Star
Single Star


Posts : 199
Join date : 2008-09-30

Character Sheet
Alice: Surprice Alice
Class: B - Junior high school.
Self Quote: "Thanks God i`m not that naive..."

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Tue Oct 14, 2008 2:14 pm

"Dingin..."

Bisik kazusa dalam diam. Tidak biasanya ia berkeliaran di tempat bar-bar begini, tapi kali ini ia ingin merasakan hujan. Ya, hujan.... Kazusa sangat suka hujan, membuatnya teringat pada hal-hal yang menyenangkan. Aneh ? Memang.

Ia melirik sekilas paad cewe perban di sampingnya.

"Aneh.." gumamnya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Tue Oct 14, 2008 2:21 pm

Quote :
Ia melirik sekilas paad cewe perban di sampingnya.


Liz merasa ada yang meliriknya dengan tatapan tidak kalah dingin dari punyanya. Hoo~ gadis kecil, seorang B-class. Junior.

[/quote]"Aneh.." gumamnya.[/quote]

Liz juga mendengar desisan si kouhai dingin-nya itu. Hee~ dingin juga dia.., katanya dalam hati.

"Tersesatkah?" sapa Liz singkat, sambil kembali membuka bukunya.
Back to top Go down
Kazusa Ijuin
Single Star
Single Star


Posts : 199
Join date : 2008-09-30

Character Sheet
Alice: Surprice Alice
Class: B - Junior high school.
Self Quote: "Thanks God i`m not that naive..."

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Tue Oct 14, 2008 2:24 pm

Merasa diajak bicara, ia menoleh kepada cewe berperban.

"Tidak...hanya ingin merasakan hujan..." Ujarnya sambil merapatkan jas hujannya.

"Baca buku di bawah hujan begini ?" tanya Kazusa kepaad liz. Lain adri itu, ia melayangkan pandang ke arah perban-perban liz dengan tatapan jijik ngakak guling2
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Today at 3:06 pm

Back to top Go down
 
Waiting for Rainbow
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 4Go to page : Previous  1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» Tap, tap, tap...waiting for next event...zzzzzzzzzz
» Rainbow Dreams Butterfly and Rainbow style zebra psi 2014
» rainbow pigment
» School punishment...
» Rainbow 6 Vegas Tonight! Thursday Aug 11th

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: