Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Waiting for Rainbow

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4  Next
AuthorMessage
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:01 pm

"Kakak sendiri sedang apa disini? Nanti Kakak sakit."

"Sedang menunggu seseorang..." jawab Loki sambil berjalan menuju ke arah si penguntit, "Kalau sakit.. anggap saja takdir..." lanjutnya dingin sebelum sebuah suara berat [?] dengan logat Amerika Serikat yang kental membuat Loki teralihkan perhatiannya. Hmp... ada seorang Negro toh. Atau orang Arab yang nyasar? Yaa.. yang manapun sama saja.

"Yo, Wassup!" teriaknya sambil mendekati Loki yang masih diguyur oleh hujan. Loki, yang alergi terhadap suara berisik, menatap si negro dengan tatapan sedingin es, dan berkata dengan santai..

"Bisakah anda tidak berteriak wahai orang Arab?"
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:06 pm

"Hoho, if we were outside, you'll dead, man, fo' sho" katanya menyumpahi Loki yang mengomentari penampilannya, dan kedatangannya

"Siapa yang orang arab, hei kulit kuning sial?" lanjutnya lagi balas mengumpat Loki yang tampak seperti kakek osteoporosis yang sudah bau tanah dan mudah marah karena kekurangan kalsium.

"Apa yang kalian lakukan disini?" tanyanya lagi.
Back to top Go down
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:09 pm

Hana dapat mendengar langkah kaki lain yang berjalan mendekat ke arah pohon besar tersebut. Suara langkah kaki yang berat sebelum ia mendengar suara orang tersebut, suara yang logatnya berbeda namun ramah menyapa mereka yang disana namun tak lama tampaknya pria tersebut terlibat perdebatan singkat dengan orang lain.

Penasaran, ia mengintip dari balik pohon dimana ia bersandar sebelumnya. Tinggi dan besar, tidak seperti orang-orang Jepang pada umumnya, seorang yang asing ikut berkumpul dengan mereka yang tengah berteduh di bawah pohon besar tersebut. 'Sepertinya tempat ini jadi ramai', kalimat itulah yang ingin Hana lontarkan namun tak jadi karena dirasanya tak perlu.
Back to top Go down
View user profile
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:15 pm

"Hoho, if we were outside, you'll dead, man, fo' sho"

"Same with me.." balas Loki sinis dengan pandangan jijik ke arah cowok Negro. Ia melepaskan ranting di tangannya, membuat ranting itu tergeletak tak berdaya di atas tanah. Hmp.. ranting seperti ini memang akan menyusahkan saja, terlebih lagi ketika si penguntit yang Ia cari tidak keluar.

"Siapa yang orang arab, hei kulit kuning sial?"

"Anda..." jawab Loki sambil mengibaskan rambutnya yang terkena lumpur, tanpa menatap si negro, yang baginya, sangat tidak berarti. Dan pertanyaan bodoh yang kembali keluar dari mulut si cowok hitam itu membuatnya semakin ingin pergi dari sini.

"Apa yang kalian lakukan disini?

"Hmp... sudah jelas kalau orang seperti anda, yang tampaknya kekurangan pendidikan, tidak mengetahui kata 'berteduh'..." Loki terdiam sebelum melanjutkan kata-katanya, "Ironis..."
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:22 pm

"Berteduh? bukannya kalian monyet biasa bermain di gunung hah? untuk apa berteduh segala?" hinanya lagi pada Loki sembari menatapnya dengan tatapan sinis, seolah bila ada sebuah pistol dibalik bajunya, ia akan menodongkannya ke arah kepala Loki tepat pada detik ini juga.

"sebaiknya kita menyalurkan keisengan kita ini menjadi olahraga" Akhirnya Allen mengeluarkan segumpal karet dan segumpal kain dari tasnya, lantas ia menyatukannya dengan kedua tangannya dan berubahlah benda-benda tersebut menjadi kain

"who wanna play some foo'ball?" tanyanya mengajak semua orang yang ada disana bermain football.
Back to top Go down
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:33 pm

"Berteduh? bukannya kalian monyet biasa bermain di gunung hah? untuk apa berteduh segala?"

"Tenyata tidak hanya otak anda yang kurang pendidikannya, tapi mata anda ternyata juga cacat, sehingga tidak bisa membedakan mana Monyet dan mana manusia..." Loki duduk di atas sebuah batu besar yang berada tak jauh darinya, dan memperhatikan bagaimana alice si negro bekerja. Hmp... football toh. Boleh juga.

"who wanna play some foo'ball?"

"Heh... tidak saya sangka anda tahu mengenai Football.." ujar Loki santai pada Allen.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:39 pm

"Hmph, funny, i don't see any glasses whom you talked to" lanjutnya kembali ber trash talking ria dengan Loki, lalu ia mulai melempar sebuah passing ke arah Loki.

"apakah kau bisa menangkap itu, eh kacangan?" tanyanya sembari melihat bola Footballnya melaju dengan putaran yang indah membelah udara.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:48 pm

Tiba-tiba saja, Liz muncul di tengah-tengah arena lempar batu hutan, dan penampilannya pun sontak membuat setiap orang di sana memandangnya dengan tatapan sedikit takut bercampur heran.


OOT: You know what I mean, Liz itu seperti mumi, saudara.. Di tengah hutan pula.. ngakak guling2



IT..

Quote :
"who wanna play some foo'ball?"

"Saya rasa tidak, buat hari hujan seperti ini memperbesar peluang kena pneumonia jika main footbal," jawab Liz dingin atas pertanyaan si negro yang kaya rapper nyasar itu. "Besides, I'm not good at sports, any sports..," lanjutnya.

Liz kemudian memandang berkeliling di sekitar area itu. Ada gadis bermata kucel yang tampaknya pernah dilihatnya di perpustakaan beberapa waktu lalu dengan bonek beruangnya, gadis kecil berambut blonde sepertinya, seorang yang bertudung putih yang tidak bisa dia perkirakan umurnya, dan si Negro versus cowok keren bermata merah yang duduk di aats batu hitam gede tak jauh dari tempat Liz berdiri.

Well, kita lihat saja, mau apa orang-orang aneh itu di tengah hujan seperti ini., kata Liz dalam hati sambil memasang headphone dan mulai membaca "Mein Kampf" di sebuah bawah sebuah pohon, dengan berdiri tentunya.


Quote :
"apakah kau bisa menangkap itu, eh kacangan?" tanyanya sembari melihat bola Footballnya melaju dengan putaran yang indah membelah udara.

Beberapa halaman dilaluinya, kemudian terdengar sebuah suara, suara bola yang melambung memecah heningnya hujan. Hoo.. si negro mulai berulah, pikir Liz. Lalu dia menutup bukunya, sambil tetap mendengarkan alunan lagu underground bawaan Maximum The Hormone, dan mulai menonton permainan football ngawur di tengah hujan itu.
Back to top Go down
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:56 pm

Lagi, dan lagi. Orang-orang terus berdatangan di tempat ini, tempat yang sebenarnya sangat tak lazim untuk dikunjungi apalagi di tengah hujan seperti sekarang. Kedua bola mata coklatnya menatap Liz, gadis yang seluruh tubuhnya hampir tertutup oleh kain perban layaknya pesakitan parah. Pertanyaan yang sama yang terlintas di dalam benaknya; 'Sedang apa mereka di tempat ini'.

Ia hanya menyaksikan pria asing tersebut mengajak mereka yang disana bermain bola di tengah hujan. Terdengar menarik sayangnya Hana tidak bisa olahraga.
Back to top Go down
View user profile
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 12:57 pm

"apakah kau bisa menangkap itu, eh kacangan?"

Pertanyaan bodoh.
Hal itulah yang melintas di kepala Loki ketika cowok ini berdiri dan meloncat dengan kedua tangan terangkat ke atas, lalu menangkap bola football itu dengan santainya. Hmp... bakat olahraganya cukup besar juga rupanya. Ternyata tawuran setiap hari tidak hanya melatih skill bertengkarnya, tetapi juga meningkatkan kemampuan olah tubuhnya.

"Heh... Mudah sekali..." ujar Loki sinis sambil melemparkan kembali bola Football itu kepada Allen, tentu saja dengan kecepatan tinggi, terlebih lagi mengarah langsung ke kepalanya. Lalu, cowok ini mengalihkan mata merahnya ke samping, melihat seorang gadis [?] yang sedang sibuk membaca buku. Di tengah hujan pula.

"......"
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 1:07 pm

Quote :
Lalu, cowok ini mengalihkan mata merahnya ke samping, melihat seorang gadis [?] yang sedang sibuk membaca buku. Di tengah hujan pula.

Liz merasa si cowok mata merah itu sedang memandanginya. Hmm...

"Ya?" kata Liz singkat, sambil menatap ke arah cowok itu. "Ohh.. bukunya dicetak khusus. Bahasa Rusia, edisi khususnya Mein Kampf, dengan kertas water-proof," lanjut Liz, sambil terus memandang cowok itu baik-baik.


Quote :
Kedua bola mata coklatnya menatap Liz, gadis yang seluruh tubuhnya hampir tertutup oleh kain perban layaknya pesakitan parah. Pertanyaan yang sama yang terlintas di dalam benaknya; 'Sedang apa mereka di tempat ini'.

Hee.. si gadis yang punya boneka beruang imut di perpustakaan tempo hari-kah? Kenapa dia melihatku? Ada yang salah, ya?, pikir Liz dalam hati, lalu memandang si gadis yang kalau tidak salah pernah dilihatnya di perpus itu.

"Ada apa, nona..," tanya Liz, namun terpotong di tengah, saat hendak menanyai si gadis empunya boneka beruang itu.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 1:44 pm

Allen dengan mudah menangkap bola itu, lalu ia menatap Loki dengan tatapan meremehkan bercampur jijik dan nista "even my grandma can catch your pass" entah itu pujian atau hinaan, yang jelas begitulah ejeknya pada Loki, ia lalu menoleh pada gadis aneh tadi dan lantas mengacuhkannya
Back to top Go down
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 1:59 pm

"Ohh.. bukunya dicetak khusus. Bahasa Rusia, edisi khususnya Mein Kampf, dengan kertas water-proof,"

"Ohh..." Loki mengangguk pelan sambil melirik buku tersebut sebentar. "Penggemar si Tua Adolf Hitler eh?" tanya Loki dengan mata merah yang beralih pada perban yang melilit leher gadis berambut pirang tersebut. Mengernyit sedikit sebelum menoleh pada Allen yang mengejeknya.

"even my grandma can catch your pass"

"Ohh..." ujar Loki sinis. Tidak perduli sama sekali dengan hinaan Allen. "Pantas saja cucu nenek anda terlihat seperti makhluk brutal..."

Jelas sekali yang ia maksudkan adalah Allen.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 2:06 pm

Quote :
"even my grandma can catch your pass" entah itu pujian atau hinaan, yang jelas begitulah ejeknya pada Loki

"Tidak baik sembarangan mengejek, kak..," ucap Liz setelah mendengar kata-kata si negro itu, lalu kembali menekuni bukunya.


Quote :
"Ohh..." Loki mengangguk pelan sambil melirik buku tersebut sebentar. "Penggemar si Tua Adolf Hitler eh?" tanya Loki dengan mata merah yang beralih pada perban yang melilit leher gadis berambut pirang tersebut.

Liz mengalihkan pandangannya sekilas dari bukunya, ke arah si mata merah. "Ya, tentu saja. Setidaknya Hitler-san lebih punya karisma walaupun penampilannya tidak lebih konyol daripada dia..," dan Liz mengalihkan pandangannya ke negro sintingitu.

"Pengagum Hitler jugakah?" tanya Liz kembali, tentu saja pada Loki, karena dia yakin si negro ngga akan pernah mengerti apa itu NAZI atau SS.


Quote :
"even my grandma can catch your pass"

"Well, no flaming please.. ," respon Liz atas ucapan Allen, yang bagi Liz sedikit terdengar menyinggung SARA.
Back to top Go down
Loki
Single Star
Single Star


Posts : 257
Join date : 2008-09-21
Age : 25
Location : Land of the Death

Character Sheet
Alice: God's Eyes Alice
Class: Senior High School
Self Quote:

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 2:27 pm

"Pengagum Hitler jugakah?"

"Tidak juga..." jawab Loki singkat seraya duduk kembali di atas batu besar yang tadi ia duduki. "Saya hanya kagum dengan sifat dan Prinsipnya..." lanjutnya santai tanpa menatap gadis yang berperban, melainkan mendongak ke atas, membiarkan tubuhnya yang atletis dan rambutnya yang sudah basah dibasahi kembali oleh air hujan. Walaupun sedikit dingin, tapi sedikit banyak, cowok ini menikmati sensasi dingin dan seakan digelitik ketika butir-butir air hujan yang turun dari langit menerpa tubuhnya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 2:39 pm

Quote :
"Tidak juga..." jawab Loki singkat seraya duduk kembali di atas batu besar yang tadi ia duduki. "Saya hanya kagum dengan sifat dan Prinsipnya..." lanjutnya

Liz tersenyum sekilas. Hieee.. Ini dia..,sesama pengagum Hitler.., pikirnya dalam hati, seperti sok-sok dapet temen satu genus saja.

"Saya juga begitu, hanya kagum akan prinsipnya saja. Namun, saya tidak habis pikir, darimana dia bisa dapat bakat retorika seperti itu, ya,,? Padahal dia toh pengagum seni gambar, yang emm.. tidak begitu sering berkaitan dengan urusan retorika. Hmm...," jawab Liz, agak sedikit ngga nyambung.


Hujan.
Turun lagi, sedikit deras dari yang tadi. Ah.. Liz jadi basah. Dan perbannya pun ikut basah, jadi agak lengket di badan. Harusnya daritadi waktu mau ke sini, aku bawa payung, begitu pikir Liz dalam hati.

...

Beberapa menit kemudian..


"Ahhh... Lengket..Lengkettt!!!!" jerit Liz tiba-tiba, sambil buru-buru meletakkan bukunya ke tanah. "Kalau jadinya begini sih, terpaksa..,"

'Buka ikatannya!'

Dan, perban Liz terburai ke tanah. Olala~ Liz terpaksa mengaktifkan Alice-nya, semata-mata demi mengganti perban, untuk kenyamanan badannya. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Liz itu pemilik Anti-numb Alice, alias Alice hiper-sensitif, luka-luka pun mulai bermunculan di tubuh mulusLiz.

"Ugghh..," Tapi, Liz tetap berkutat dengan perban, mengganti perbannya yang lengket itu dengan yang baru dari dalam kantongnya.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 2:47 pm

Quote :
Merasa tidak ada urusan dengan orang tersebut Hana kembali menatap Yukisagi seraya berkata pada Ryuu, "Tersesat?"

"Err... mungkin. Sebenarnya aku cuma berjalan-jalan saja sih, tapi tampaknya suasana mulai rame yah?" ujar Ryuu sambil menoleh ke arah orang-orang yang sedang 'ribut' di sebelah mereka.

----------

OOT : Maap lama DX Maw OL tadi g bisa -3-
Back to top Go down
Aoi Misuzu
Alice User
Alice User


Posts : 428
Join date : 2008-09-02

Character Sheet
Alice: Screamo
Class: Alice User
Self Quote: ''Oops~ I'm getting bigger and-- WTF 19?!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 3:20 pm

Crap, Aoi sudah terjebak. Niatnya ingin berteduh malah jidatnya kena batu. Gadis pirang itu terus menekuk wajahnya. Tidak heran ia begitu karena merasa cukup terganggu. Hujan sudah agak mereda, hanya tinggal titik-titik-- tetapi entah kenapa Aoi malas berjalan. Gadis itu hanya menggeser agak jauh dari orang-orang di sana-- tidak mau jidatnya kena batu untuk kedua kalinya.

Kepalanya mendongak menatap langit-- menunggu pelangi. Wajahnya semakin ditekuk karena kesal menunggu hujan reda-- dan pelangi tidak muncul juga.
Back to top Go down
View user profile
Nakamura Araki
Single Star
Single Star


Posts : 555
Join date : 2008-10-06
Age : 23
Location : Atas kursi depan desktop

Character Sheet
Alice: Elastic
Class: ---
Self Quote: Extend!!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 3:39 pm

Di tengah sore yang hujan..... Dan dingin.

Araki bingung mengapa ia bisa tetap bertahan di sini. Di tengah cuaca yang dingin, iklim yang pas untuk menyelimuti diri di tengah selimut tebalnya yang hangat didalam kamar. Membayangkannya saja sudah cukup membuatnya mengantuk. Awalnya ia hanya berjalan-jalan disekitar tempat itu, lalu berbaring diatas rerumputannya ketika hujan~sialan~tapi~menyenangkan~untuk~tidur itu datang. Lalu ia segera membuka payungnya (yang ia sendiri tidak tahu diambil darimana, diduganya ada seseorang yang meninggalkan payungnya dengan ceroboh di tempat itu).

"Hemm... Kenapa dalam cuaca seburuk ini bisa banyak orang? Tempat outdoor pula...."

Pikirannya itu terhenti ketika ia melihat Lizzy, teman sekelas dan satu tipe itu mengganti perbannya dengan tergesa-gesa. Araki sendiri sudah tahu alice apa yang dimiliki gadis itu: anti-numb.

Selanjutnya ia mendekat kearah gadis itu degan sedikit mengarahkan payungnya agar bisa menutupi tubuh Lizzy.

"Hey, perlu bantuan?"

Tanyanya lirih.
Back to top Go down
View user profile http://mwa2708.wordpress.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 3:48 pm

Quote :
"Hey, perlu bantuan?"

Tanyanya lirih.

"Humm..." Liz melirik sedikit ke atas, melihat seorang cowok sepantaran dengannya, yang membawa payung.


Quote :
Selanjutnya ia mendekat kearah gadis itu degan sedikit mengarahkan payungnya agar bisa menutupi tubuh Lizzy.

"Unn.. payungnya saja sudah lebih dari cukup kok..," jawab Liz, sambil kembali membetulkan posisi perbannya yang semrawut.

Pelajaran hari ini: Bawalah payung saat mau main ke tempat yang sedang hujan.., ujar Liz dalam hati dengan nada sedikit merasa bersalah dan jengkel karena kelalaiannya.


...

Beberapa menit kemudian...

Perban Liz pun selesai, dan beres seperti semula. Kering dan nyaman di pakai, tidak lengket seperti tadi. Lalu Liz pun mengambil Mein Kampf-nya yang tergeletak di dekat kakinya saat dia mengganti perban tadi, dak kemudian melirik ke arah suara cowok yang memayunginya.

"Araki-san, ya?" tanya Liz manis. "Terimakasih payungnya, ya~..," tambahnya lagi, dengan tetap manis.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 3:49 pm

"..."

Ryuu menoleh ke arah seorang gadis pirang yang tampaknya menjauhkan dirinya dari keramaian ini.

"Kenapa dia? Apa dia... sakit?" batinnya saat melihat gadis itu. "... Sebaiknya... aku menanyakan keadaannya... tapi..." Ryuu berpikir lagi, "Ah, sudahlah... Walau aku tidak mengenalnya..."

"Hanazono-san, sebentar," ujar Ryuu pada Hana.

Ryuu berjalan ke arah gadis pirang itu.

"Anou, kau baik-baik saja? Apa kau sakit?" tanya Ryuu.

Oh, hebat. Tumben sekali Ryuu menyapa dengan keinginannya sendiri.
Back to top Go down
Nakamura Araki
Single Star
Single Star


Posts : 555
Join date : 2008-10-06
Age : 23
Location : Atas kursi depan desktop

Character Sheet
Alice: Elastic
Class: ---
Self Quote: Extend!!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:00 pm

Quote :
"Araki-san, ya?" tanya Liz manis. "Terimakasih payungnya, ya~..," tambahnya lagi, dengan tetap manis.
"Hemm~~iya...... Sama-sama...."

Melihat senyum gadis itu, Araki yang merasa sedikit malu karena jarang disenyumin cewek respon membalas (dengan sama manisnya) *lol*.

"Hem.... Alice yang cukup merepotkan juga sejujurnya."

Ia membatin dalam hati. Selanjutnya ia menengok kearah langit. Melihat tanda-tandanya mungkin kelihatannya sebentar lagi langit itu akan berhenti memuncratkan airnya. Kalau tak beberapa menit lagi, ya.... Mungkin 15 menit lagi. *dijitak*

"Hey," tanyanya pada Lizzy untuk memecah keheningan, "Apa tak kerepotan trus memakai perban sebanyak itu?"

Pertanyaan yang sesungguhnya Araki yakin akan dijawab dengan "tidak".
Back to top Go down
View user profile http://mwa2708.wordpress.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:08 pm

Quote :
"Hey," tanyanya pada Lizzy untuk memecah keheningan, "Apa tak kerepotan trus memakai perban sebanyak itu?"

Liz melirik ke arah perban di tangan kirinya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Araki. "Ehmm.. Repot? Yah~ BIsa dibilang tidak, tapi kadang juga iya sih..,"

"Bisa kamu bayangkan, kamu harus siap sedia 5 roll perban yang seperti ini..," lanjut Liz sambil merogoh sesuatu dari kantong rok-nya, dan ternyata yang diambilnya adalah perban. "..setiap saat. Karena kamu tidak tahu kapan Alice-mu harus dipakai, atau kejadian alam macam saat ini,".

Liz kemudian memasukkan kembali perbannya ke dalam kantong, dan menatap langit mendung. Mendung yang menenangkan, pikirnya. Bisa membuat lupa akan segalanya, termasuk apa dan siapa dirinya. *ngelantur*

"Araki-san keren ya, punya Alice yang bisa melar seperti itu.. Ahaha~ hmm.. pasti seru..," kata Liz, sambil terus menatap langit mendung tak berujung itu.
Back to top Go down
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:13 pm

"Hanazono-san, sebentar," ujar pemuda berambut biru gelap yang sebenarnya, Hana lupa namanya, ia hanya ingat pada Yukisagi karena itu sedari tadi ia tidak mengucapkan nama Ryuu. Kepalanya mengangguk lemah dan kembali duduh di bawah pohon kecil yang meskipun tidak banyak membantu, tapi setidaknya ia sedikit terlindung dari guyuran air hujan saat itu.

Suasana sekarang benar-benar ramai. Entah karena apa banyak yang mengunjungi hutan disaat hujan begini. Kakinya lelah dan tubuhnya kotor, disamping itu Hana sedikit mengantuk. Berada di tengah-tengah hujan seperti ini membuatnya sedikit terbiasa meskipun dapat membuatnya sakit pada akhirnya.
Back to top Go down
View user profile
Nakamura Araki
Single Star
Single Star


Posts : 555
Join date : 2008-10-06
Age : 23
Location : Atas kursi depan desktop

Character Sheet
Alice: Elastic
Class: ---
Self Quote: Extend!!

PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Mon Oct 13, 2008 4:21 pm

".....sedia 5 roll....."

Memang banyak dan tebal. Juga sepertinya merepotkan untuk disimpan dalam saku dan dibawa kemana-mana. Tidak cocok untuk dirinya yang slebor. Araki mendadak merasa simpati pada gadis yang tetap kelihatan 'sabar' dan 'tenang' itu.

"Araki-san keren ya, punya Alice yang bisa melar seperti itu.. Ahaha~ hmm.. pasti seru..,"
"Ha? Hehehe...."

Ia hanya cengengesan lalu selanjutnya kembali ke 'serius' mode'.

"Yaah~~tidak juga sih, kalau aku tidak ingat untuk memakainya tidak melampaui batas, sepertinya aku sudah lumpuh sekarang. Tidak bisa berjalan-jalan lagi... Dan mengalami pengalaman-pengalaman seperti hari ini. Baru kali ini aku pergi hujan-hujan begini sih,"

Suaranya semakin memelan.

Lalu selanjutnya kembali memandang kearah yang sama dengan Liz, langit kelabu yang menggantung.

"Hemm.... Sepertinya sering-sering pergi dan main di tengah hujan begini asik juga..."
Back to top Go down
View user profile http://mwa2708.wordpress.com
Sponsored content




PostSubject: Re: Waiting for Rainbow   Today at 9:45 pm

Back to top Go down
 
Waiting for Rainbow
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 4Go to page : Previous  1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» Tap, tap, tap...waiting for next event...zzzzzzzzzz
» Rainbow Dreams Butterfly and Rainbow style zebra psi 2014
» rainbow pigment
» School punishment...
» Rainbow 6 Vegas Tonight! Thursday Aug 11th

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: