Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Triangular

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Guest
Guest



PostSubject: Triangular   Fri Oct 10, 2008 6:04 pm

(OOC: Thread khusus untuk Mitsuba, Luke dan Leon. Susah ya jadi orang terkenal. Ahahah *shot*)

Central Town, 15.00
-

"Terimakasih banyak atas kunjungannya,"

Kasir di sebuah toko menunduk kearah Mitsu yang membalas senyum. Gadis bereyepatch itu baru saja keluar dari sebuah toko--girly stuff, y'know, seperti bedak dan sebagainya. Sambil menenteng tas kertas belanjaannya, Mitsuba berjalan tidak tentu arah. Sekarang masih jam tiga dan dia tidak tahu apa yang akan dilakukan setelah kembali di akademi. Leon tidak ada dimana-mana, dan sejak kejadian beberapa malam lalu, gadis itu tidak tahu harus pasang muka bagaimana di depan cowok berambut cokelat itu. Gadis itu memandang etalase kaca di sepanjang jalan, memandang pantulan dirinya sendiri. Apa yang dilihat Leon dari gadis seperti dirinya? Di Akademi banyak gadis cantik. Kalau dipikir, tingkah laku Leon juga sedikit aneh akhir-akhir ini...

Gadis itu terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga dia tidak menyadari di depannya ada orang yang juga sedang berjalan...

Brak..!

"Kyaa!"
Mitsu jatuh ke tanah, belanjaannya jatuh dan bertebaran. Sambil memunguti belanjaannya, dia buru-buru meminta maaf kepada orang yang ditabraknya, walaupun dia tidak melihat siapa itu. Takut orangnya marah mungkin? Yang pasti gadis itu terus menunduk saja, sambil memunguti barangnya.
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 6:22 pm

Sudah beberapa hari sejak kejadian membantu Ruru dan Bi. Luke menggunakan waktu luangnya untuk berjalan-jalan ke pusat kota, sekedar penyegaran dari kepenatan akademi dan asrama. Dikurung itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Setiap pemandangan Central Town bisa mengobati kejenuhannya. Luke sendiri berjalan-jalan tak tentu arah sembari mendongakkan kepalanya ke atas, ke langit biru yang hari ini bersama awan-awan putih bersih sampai sebuah suara dan tabrakan membuatnya tersadar.

"Kyaa!"

Sebuah suara dan suara benda berserakan terdengar di telinga Luke, tubuhnya sendiri seperti ditabrak sesuatu. Luke buru-buru memperhatikan siapa yang ditabraknya. Seorang gadis berambut biru yang sepertinya Luke pernah melihatnya entah dimana. Luke mengesampingkan pikirannya, membantu gadis itu memungut barang-barang belanja yang dibeli oleh gadis itu. Berdua lebih baik daripada sendirian.

"Maaf, menabrak nona." sahut Luke kepada gadis itu begitu juga dengan gadis itu yang juga meminta maaf. Gadis yang unik.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 6:43 pm

Mitsu mendongak menatap lelaki yang tadi ditabraknya. Dia membantu Mitsuba memunguti belanjaannya. Ah, lelaki yang baik. Sepertinya dia juga murid akademi, "Te-terima kasih banyak. Tapi akulah yang menabrak...," ucap Mitsu lirih, dia malu sekali. Sepertinya ini dejavu. Entahlah, Mitsu memang sering menabrak orang kalau sedang jalan. Dia menabrak Leon dan menumpahkan Howalon ke kepalanya di hari pertamanya di Akademi. Sekarang malah menabrak orang... Mitsu mengulurkan tangannya ingin mengambil lipgloss, namun tangannya menyentuh tangan lelaki berambut biru itu. Wajah gadis bereyepatch itu memerah.

"M-Maafkan aku!" katanya canggung, menarik tangan kecilnya dari tangan Luke yang besar. Lipglossnya menggelinding dan dia buru-buru mengambil dan memasukkan ke dalam kantong belanjaannya. Wajahnya pasti sangat aneh sekarang. Dia sangat malu dan canggung, tak tahu apa yang harus dilakukan.

"A-ano, terima kasih atas--atas bantuannya," Mitsu menundukkan kepalanya pada lelaki itu, "Sekali lagi maaf," Sebenarnya akan lebih mudah kalau Mitsu menanyakan namanya...

"....N-nama? Uh--maksudku, boleh kutahu namamu?"
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 6:51 pm

"Te-terima kasih banyak. Tapi akulah yang menabrak..."
"M-Maafkan aku!"
"A-ano, terima kasih atas--atas bantuannya,"
"Sekali lagi maaf,"


Luke membantu gadis itu memungut setiap benda-benda yang berserakan di lantai itu. Salah satu tangan gadis itu menyentuh tangan Luke membuat gadis itu buru-buru menarik tangannya dengan wajah yang memerah. Gadis itu terus menerus meminta maaf padahal ia hanya menabrak Luke dan sudah meminta maaf dari awal. Luke tertawa kecil melihat gadis yang begitu lucu dihadapannya ini.

"Tidak apa, nona. Anda tidak perlu meminta maaf terus." sahut Luke tersenyum lembut kepada gadis berambut pendek itu. "Saya juga bersalah karena tidak memperhatikan jalan. Maaf sudah menabrak nona." Luke sedikit menundukkan kepalanya.


"....N-nama? Uh--maksudku, boleh kutahu namamu?"


"Luke, Luke C Helios, nona." jawab Luke kepada gadis itu. Entah mengapa ada perasaan aneh dan senang berputar di hati Luke. "Salam kenal, nona." Luke mengambil tangan kanan gadis itu dan mencium punggung tangan gadis itu layaknya seorang pangeran, menatap gadis itu dengan lembut.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 7:00 pm

Luke C. Helios. Sepertinya banyak orang asing di Akademi. Nama yang bagus nevertheless. Tapi yang membuat Mitsu kaget adalah karena Luke mencium punggung tangannya. Leon yang keturunan Prancis saja tak pernah melakukannya. Wajah Mitsu tambah memerah seperti kepiting rebus, dan Luke terus menerus memanggilnya "Nona". Mitsuba memegangi tangannya yang dicium Luke (sepertinya bagian itu ikut memerah, entah kenapa).

"Mm...salam kenal Luke. Namaku Mitsuba," jawab gadis bereyepatch itu malu. Dia memeluk belanjaannya, terlihat ragu akan mengatakan apalagi. Wajah Luke sepertinya familiar. Dimana ya pernah melihatnya? Mitsu sendiri jarang bersosialisasi atau mengikuti event yang diadakan para siswa. Dengan sifatnya yang pemalu seperti itu, dia paling uma bisa diam di pojokan sampai orang yang dia kenal menyapa. Dan bunkasai semakin dekat, entah apa yang harus dilakukannya. Yang terakhir diikutinya paling...

"Pesta kostum? Sepertinya aku pernah melihat Luke di pesta kostum Hime-sensei. Itu Luke bukan?" tanya Mitsu kepada pria berambut biru itu. Waktu itu dia terlalu disibukkan oleh rayuan Laiko dan buru-buru lari keluar dari pesta sehingga tidak terlalu memperhatikan, "Ngg, kalau bukan, maafkan aku...,"
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 7:07 pm

"Mm...salam kenal Luke. Namaku Mitsuba."


Luke tersenyum kepada gadis yang memperkenalkan diirnya sebagai Mitsuba itu. Wajahnya yang memerah terlihat manis di mata Luke. Entah mengapa, Luke senang melihat gadis ini dalam berbagai ekspresinya. Luke masih mengenggam tangan yang diciumnya tadi dengan lembut. Semoga saja gadis itu tidak keberatan.

"Boleh saya panggil anda dengan sebutan 'Nona Mitsu'?" tanya Luke kepada Mitsuba. Lebih baik bertanya terlebih dahulu daripada langsung memanggilnya. "Ataukah nona keberatan dengan panggilan seperti itu?"


"Pesta kostum? Sepertinya aku pernah melihat Luke di pesta kostum Hime-sensei. Itu Luke bukan?"
"Ngg, kalau bukan, maafkan aku..."



"Ah, nona juga mengikuti pesta kostum itu?" sahut Luke terkejut. Mungkin di saat pesat kostum itu, Luke pernah melihat Mitsuba. Pantas saja wajah gadis ini familiar bagi Luke. Sungguh suatu keberuntungan Luke bertemu dengan gadis ini lagi. "Tidak perlu meminta maaf nona. Nona tidak bersalah sama sekali." Luke tersenyum lembut kepada Mitsuba, senyuman yang bisa membuat para gadis ber-lebay ria. [ngakak guling2]

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 7:15 pm

Wajah Mitsu seakan mau meledak melihat Luke lagi-lagi mencium tangannya memang sih, wangi..tapi kan..*digotong*.

"J-Jangan! Nona Mitsu kelihatannya terlalu...ah well," Mitsu jadi bingung, "Panggil Mitsuba saja--atau Mitsu...," takut menyinggung Luke, dia menambahkan dengan buru-buru, "Bukankah akan kedengaran lebih...akrab?"

Mitsu jadi malu sendiri mendengar perkataannya. Di rumah oleh para maid, dia memang sering dipanggil Nona. Tapi kalau Luke yang mengatakannya, rasanya jadi malu sendiri. Saat Mitsu sedang sibuk dengan dirinya sendiri begitu, Luke menjawab pertaannya soal pesta kostum. Ternyata memang Luke yang dilihat Mitsu. Syukurlah, jadi dia tidak mempermalukan dirinya lebih lanjut. Luke memang ramah.

Kemudian dia tersenyum lembut. Andai Leon bisa tersenyum seperti itu, pikir Mitsuba agak sedih. Saat bersama Leon Mitsuba tidak pernah merasa tenang karena dia tidak tahu keberadaannya membuat pria itu senang atau tidak. Mitsu hanya ingin membuat Leon senang...

"...Luke punya senyuman yang indah,"

-
Tuh kan, saya jadi lebay ngakak guling2
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 7:26 pm

"J-Jangan! Nona Mitsu kelihatannya terlalu...ah well,"
"Panggil Mitsuba saja--atau Mitsu...,"
"Bukankah akan kedengaran lebih...akrab?"



"Apakah panggilan 'nona' tidak sopan kepada anda?" tanya Luke bingung. Ia bermaksud untuk menghormati lawan bicaranya terutama kepada gadis yang bernama Mitsuba ini, gadis yang lain dari gadis-gadis yang pernah ditemui Luke. Sepertinya Mitsu menginginkan Luke untuk memanggil namanya secara langsung supaya terdengar lebih akrab. "Nona.. Mitsu... Nona.." Sepertinya Luke cukup sulit memanggil nama gadis itu secara langsung. Entah tidak biasa atau bagaimana.

"Tidak apakah memanggil nama anda tanpa panggilan 'nona'? tanya Luke sekali lagi. Ia takut untuk melukai Mitsuba kalau cara bicaranya salah.


"...Luke punya senyuman yang indah,"



Wajah gadis itu mendadak menjadi sedikit berubah, Luke bisa melihatnya. Sepertinya Mitsuba teringat akan sesuatu yang membuatnya sedih. Ataukah gadis itu memiliki kenangan buruk di masa lalunya. Tangan kanan Luke menyentuh wajah Mitsuba dan tersenyum kepadanya.

"Senyuman nona lebih indah dari siapapun." sahut Luke jujur.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 7:32 pm

Mendengar Luke menyebut namanya berulang-ulang membuat gadis itu jadi semakin malu.

"Ngg, sungguh, panggil saja Mitsu. Kita kan sebaya dan malu kalau didengar orang," kata Mitsu jujur sambil memainkan ujung roknya dengan gugup. A-apa Luke ini British man yang selalu memanggil wanita dengan panggilan Nona seperti kenalan ayah Mitsu? Ah, sudahlah, tidak penting. Gadis itu menatap Luke lurus, berusaha memberi kesan kalau dia "serius".

Tangan Luke terangkat dan menyentuh wajah Mitsu.

"Senyuman nona lebih indah dari siapapun."

Mitsu tertawa gugup. Senyumannya, indah? Ibu dan ayahnya selalu bilang, sejak mata kanan Mitsu hilang karena kecelakaan, dia tidak akan pernah terlihat seperti dulu lagi. Ibunya bahkan tak pernah mengajaknya pergi bersama lagi. Malu, katanya. Cacat. Tidak berguna lagi. Tidak pantas diperlihatkan kepada orang lain, karena pasti jadi bahan celaan. Ayahnya juga mengatakan hal yang sama...

"t-Terimakasih," ucap Mitsu gugup, "...Luke begitu jujur..,"
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 10, 2008 7:43 pm

"Ngg, sungguh, panggil saja Mitsu. Kita kan sebaya dan malu kalau didengar orang,"


"Baiklah kalau begitu.. Non... maaf, maksud saya Mitsu..." Luke akhirnya bisa mengucapkan nama gadis itu tanpa ada embel-embel 'nona' yang sepertinya menganggu gadis itu. Tapi entah mengapa Luke merasa tidak enak karena ia seperti tidak menghargai lawan bicaranya. Mau bagaimana lagi, Mitsu sudah memberinya izin. "Saya akan mencoba memanggi nama anda tampa panggilan 'nona'."


"t-Terimakasih,"
"...Luke begitu jujur..,"



"Sama-sama, No... Mitsu." jawab Luke. Sepertinya yang membuat gadis ini tidak percaya diri adalah eyepatch yang menutupi mata kanannya. Luke hanya menuruti hatinya, ia memeluk gadis itu, mendekapnya erat. Luke sendiri juga tidak tahu mengapa ia melakukan hal seperti ini kepada gadis yang baru ditemuinya itu. "Di dalam ketidak kesempurnaan, ada kesempurnaan." bisik Luke entah Mitsu mendengarnya atau tidak. Tangan Luke membelai kepala gadis itu lembut.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Sat Oct 11, 2008 3:47 pm

Cuma hari biasa, dengan aktivitas biasa yang membosankan. Dan ya, Leon dapat melewatinya sekali lagi. Haruskah ia bersyukur? Entah.

Dan sekarang ia berada di Central Town, tepat sesudah pulang sekolah. Entah sebenarnya apa yang ia lakukan ke sini, mungkin karena bosan juga. 'Tempat persembunyian'-nya yang biasanya sudah tidak bisa dipakai lagi. Sudah ada yang menemukan. Tch. Lalu ke mana? Ke asrama? Yeah, kembali ke penjara namanya. Bagus juga ia menjadi seorang triple star, jadi tidak terlalu dikekang sekolah. Blessing in disguise, eh?

Kakinya membawanya asal, langit yang mulai kemerahan menandakan kalau hari makin senja, tetapi masa bodoh. Mau pulang melewati jam malam pun ia tidak peduli, mereka tidak akan berani, kan?

Central Town hari ini cukup penuh, entah mengapa. Leon memasukkan tangannya ke kantong celananya, berjalan sambil memperhatikan toko di sekitarnya. Siapa tau ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

Leon berjalan menuju ke salah satu toko di sana, bersender di depan pintunya. Matanya terpejam, otaknya memberi pesan pada telinganya untuk menajamkan indra pendengarannya. Walaupun terlihat apatis, sebenarnya Leon cukup perhatian dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini sudah ia lakukan dari kecil, berusaha mendengar segala sesuatu, mendengar hal-hal kecil yang biasanya terlewat oleh orang lain. Kadang-kadang, suara-suara ribut ini dapat menjadi satu. Sebuah musik yang unik?

Dan perhatiannya terpecah saat ia mendengar suara seseorang. Leon membuka matanya, matanya berusaha mencari sumber suara tersebut. Jarang sekali ia memperhatikan hanya satu suara seperti ini. Hampir tidak pernah malah. Kakinya melangkah, dipandu telinganya, mencari sumber suara tersebut.

Ternyata tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi.

Sumber suara itu... gadis berambut nanas? Mitsuba?

Sejak kapan Leon pedu-- Hell.

Suara tersebut berhenti, pemiliknya menutup mulutnya. Tertutup. Ada orang yang menutupnya.

Jelas, mata Leon masih sangat amat jelas, dan ia sadar apa yang ia lihat. Mitsuba, gadis berambut nanas itu, dipeluk oleh seorang pria.

Entah perasaan aneh apa, terasa di perutnya. Mual. Entah mengapa, ia merasa muak, kesal, melihat laki-laki tersebut. Kakinya berjalan mendekati mereka.

Tetapi ia berhenti.

Otaknya sekarang bekerja, sejak kapan ia peduli pada urusan orang? Apa yang sebenarnya ia lakukan di sini? Something's wrong. Entah mengapa logikanya tidak bekerja. Apa yang terjadi? Berhenti, Leon. Dan dengan segenap usahanya, Leon menghentikkan tubuhnya, memperhatikan mereka berdua.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Sat Oct 11, 2008 5:29 pm

"Di dalam ketidak kesempurnaan, ada kesempurnaan."

Mitsu tersentak mendengar perkataan Luke. Tapi yang membuatnya kaget adalah keberanian Luke untuk memeluknya. Padahal mereka baru saja bertemu beberapa menit -- mungkin sejam yang lalu. Wajah Mitsu terbenam di dada Luke yang bidang, sungguh beruntung, kalau tidak wajahnya yang aneh bisa kelihatan. Gadis bereyepatch itu jadi tambah kaku ketika tangan Luke membelai kepalanya. Ada apa ini? Semuanya terasa membingungkan bagi Mitsu. Dia tidak pernah sekalipun terlibat dengan lelaki, dan masuk ke Akademi membuatnya mengalami semacam culture shock. Beberapa pejalan kaki yang lewat terkikik melihat Luke dan Mitsu yang berpelukan seperti pasangan mesra.

Tiba-tiba pikiran Mitsu melayang ke cowok berambut cokelat yang akhir-akhir ini berlaku aneh di depannya. Seperti, memberinya goodnight kiss sebelum pergi ke kamarnya sendiri, nyaris menciumnya---kenapa gadis itu jadi merasa bersalah kalau dia bersama lelaki lain? Leon bisa bersama dengan perempuan lain, kenapa Mitsuba sendiri merasa aneh? Namun apa yang akan dipikirkan Leon kalau melihatnya seperti ini? Akankah Leon cemburu?

"...L-Luke," Mitsu bergumam pelan, sedikit mendorong Luke supaya melepaskan pelukannya, "...Luke..,"

Hanya saja, usaha Mitsu yang badannya lebih kecil daripada Luke terasa cuma seperti sentuhan kecil. Wajah Mitsu memerah, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Sat Oct 11, 2008 6:39 pm

Lalu apa?

Semua ini terlihat seperti sebuah drama sekarang. Mitsuba berusaha melepas pelukan dari laki-laki entah apa itu, dan Leon berdiri dari kejauhan memperhatikan mereka, dengan sebuah perasaan aneh yang menjalar di seluruh tubuhnya. Dia benci ini.

Dan mengapa ia tetap di sini? Mematung seperti orang bodoh, bukannya langsung pergi saja. Ulangi sekali lagi, otaknya tidak bekerja. Logikanya berhenti berjalan. Ia menyadarinya, tetapi ia membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Sejak kapan seorang Rakuto Leon menjadi seperti ini?

'Tap.'

Hebat, sekarang kakinya bergerak sendiri. Ia tidak mengatur tubuhnya, tetapi entah mengapa, seakan-akan rasa aneh yang ia rasakan dari tadi itu yang mengaturnya. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan... Well, pernah. Mungkin. Dulu. Saat ia masih merasakan.

'Tap.'

Sekarang tangannya bergerak. Meraih tangan Mitsuba yang berusaha menjauhkan dirinya dari laki-laki di depannya. Dan ia hanya beberapa inchi dari mereka berdua. Tangannya menarik kasar tangan Mitsuba, menjauhkan gadis itu dari laki-laki di hadapannya.

"Dia bilang lepaskan." Ucap Leon singkat, dengan nada suaranya yang ia usahakan terdengar seperti biasa. Datar, dan tanpa emosi.

Hahaha, Leon. Dear, Leon, sejak kapan kamu dapat berbicara hal yang sama sekali belum dilakukan orang lain? Membaca pikiran? Alice-mu kan bukan pembaca pikiran?
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Sat Oct 11, 2008 6:54 pm

Tangan Mitsu ditarik dengan kasar oleh seseorang, membuatnya lepas dari pelukan Luke. Mitsu menoleh kearah orang yang menariknya. Tubuhnya jadi beku. Leon. Oh tidak, tidak, kenapa dia ada disini? Berarti dia melihat semuanya...Tunggu, memangnya kenapa? Ini bukan seperti Leon dan dia ada hubungan khusus atau apa. Namun wajah Leon kelihatan berbeda dari biasanya. Mungkin karena Mitsuba sudah hapal Leon dan segala perubahan ekspresinya, walau yang bersangkutan berusaha menyembunyikannya.

"L-Leon?" Mata Mitsu yang tidak tertutup eyepatch melebar, dia bingung kenapa Leon bisa ada disana secara tiba-tiba. Apa mungkin dia sudah ada sejak lama?

"Dia bilang lepaskan."

Mitsu memang tidak bilang begitu, karena takut melukai Luke. Bukannya dia tidak suka Luke, hanya saja berada sedekat itu membuatnya canggung. Tangan Leon masih memegangnya erat, Mitsu sedikit berjengit karena pergelangan tangannya sakit. Apakah Leon marah padanya?

"Le-Leon, s-sakit," ucap Mitsu pelan, memandang mata Leon yang cokelat dengan matanya yang berwarna ungu. Matanya seakan ingin berair, takut kalau Leon marah dengannya dan membencinya.
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Sat Oct 11, 2008 10:32 pm

"...L-Luke,"
"...Luke..,"



"Mitsu..." Luke seolah tidak ingin melepaskan gadis berambut ungu dalam pelukannya. Kedua tangan Luke mendekap gadis itu erat, seperti tengah melindunginya dari bahaya yang bisa melukainya. Entah perasaan apa yang sedang melanda hati Luke sekarang. "Mitsu..." Ia mengucapkan nama gadis itu sekali lagi, penuh kerinduan dan kelembutan.


"Dia bilang lepaskan."


Sebuah suara menyadarkan Luke, membuyarkan semuanya. Luke melirik asal suara itu, suara seorang pemuda. Rambutnya coklat dan tatapan matanya dingin seolah tidak beremosi. Meski raut wajahnya tidak berubah banyak, Luke bisa melihat ada rasa 'tidak suka' ketika melihat Luke. Tanpa perlu bertindak lama, tangan pemuda itu menarik kasar lengan Mitsu yang kecil. Mitsu sedikit mengaduh ketika lengannya ditarik paksa. Gadis yang bernama Mitsu itu kini lepas dari pelukannya. Luke merasa terganggu entah mengapa.


"L-Leon?"
"Le-Leon, s-sakit,"



"Hentikan." sahut Luke menyentuh lengan Mitsu yang ditarik paksa oleh pemuda berambut coklat itu, melepaskan genggaman keras pemuda itu. Ada bekas yang memerah disekitar lengan Mitsu yang dicengkram tadi. Pemuda ini benar-benar tidak menghargai Mitsu. "Cengkraman sekeras itu bisa melukai Mitsu." lanjut Luke tersenyum.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Sun Oct 12, 2008 6:27 pm

((OOC: @Mitsu: mata Leon biru, bukan coklat Razz))



"Le-Leon, s-sakit," Leon dapat mendengarnya jelas. Tentu saja, ia tidak tuli. Tetapi seperti yang sudah disebutkan tadi, tubuhnya tidak mau menurut, entah apa yang terjadi. Semuanya seakan-akan berlalu seperti angin saja. Leon malah mempererat genggamannya pada lengan Mitsu; kasar.

Dan pemuda di depannya sekarang ikut campur. Tangan laki-laki itu menarik lengan Mitsu, melepaskannya dari genggaman Leon, menunjukkan bekas merah pada lengan gadis tersebut. Leon hanya menatap laki-laki itu kasar, matanya menunjukkan sesuatu. Kebencian? Mungkin. Selama ini ia tidak pernah menunjukkan emosi apa-apa, walaupun ia 'masih merasakan' tetapi ia tidak akan pernah menunjukkannya.

Dan apa yang sebenarnya ia lakukan sekarang?

Laki-laki asing itu tersenyum pada Leon, "Cengkraman sekeras itu bisa melukai Mitsu."

Leon terdiam sejenak, mendengarkan kata-kata laki-laki itu. "Tau dari mana?"

Earth to Leon, sejak kapan seorang Rakuto Leon membalas perkataan orang lain?
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Sun Oct 12, 2008 6:39 pm

"Tau dari mana?"


Pandangan 'sangat tidak suka' itu jelas-jelas terlihat dari cara pemuda berambut coklat itu memandang Luke. Tentu saja Luke merasa bingung karena Luke tidak melakukan sesuatu yang menyakiti Mitsu. Pemuda itu kini malah membalasnya dengan nada tajam dan dingin seolah tidak bersalah setelah mencengkram lengan Mitsu dengan kasar. Apakah pemuda ini memang keras kepala?

"Mitsu sudah kesakitan. Tidak kah anda bersikap lebih lembut kepada seorang gadis?" sahut Luke menatap pemuda itu dengan tatapan biasa. Entah mengapa Luke tidak suka dengan tatapan pemuda itu yang seakan menyuruhnya untuk segera pergi dan merendahkan. "Terutama kepada Mitsu."

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Sun Oct 12, 2008 9:01 pm

"Mitsu sudah kesakitan. Tidak kah anda bersikap lebih lembut kepada seorang gadis?" Laki-laki di depannya itu menjawabnya dengan nada biasa. Seakan tidak takut mendengar kata-katanya. Leon kembali memperhatikan pemuda di depannya itu, sepertinya dari bagian High School juga. Entah, ia tidak pernah memperhatikan murid-murid di sini.

Oh hell. 'Pada seorang gadis'? Apa dia renkarnasi dari neneknya dulu? Good God, tidak cukupkah 'siksaan batin'-nya dulu itu? Sekarang tambah lagi orang menyebalkan seperti itu. "Terutama kepada Mitsu."

"Apa urusanmu dengannya?" Alis Leon naik sebelah. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Leon, ia bahkan tidak menyadarinya.
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Sun Oct 12, 2008 10:01 pm

"Apa urusanmu dengannya?"


Luke tersenyum kecil dan menatap balik pemuda itu dengan senyuman khas miliknya. Sepertinya pemuda itu jelas-jelas kalau ia cemburu kalau Luke mememeluk Mitsu. Ya, pemuda mana yang tidak cemburu kalau gadis yang disukainya dipeluk oleh pria lain. Tapi, bukan berarti Mitsu adalah milik pemuda berambut coklat ini.

"Saya temannya dan saya tertarik dengan Mitsu." jawab Luke jujur. Luke memang orang yang jujur kalau soal mengatakan perasaan. Tapi entah mengapa hari ini Luke sedikit terbawa emosi, mungkin bukan sedikit, tapi terbawa emosinya sendiri. "Anda sendiri? Apakah anda mempunyai hubungan yang khusus dengan Mitsu?" Luke yang bertanya kali ini.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Mon Oct 13, 2008 3:56 pm

OOC: Oh, biru? D: Maaf.
==

Mitsu menatap kedua pemuda yang saling mengeluarkan aura permusuhan yang menggantung. Walau sudah ditegur Luke, Leon masih saja mencengkeram tangan Mitsu. Sepertinya benar, ada yang salah dengan Leon akhir-akhir ini. Biasanya, dia tidak akan peduli pada hal seperti ini. "Apa urusanmu dengannya?" . Walau hati Mitsu berdebar-debar, tuh, tetap saja, sejak kapan Leon pernah peduli? Well, mungkin pernah. Tapi tidak sampai akan memancing permusuhan dengan orang yang baru dikenalnya. Apa semua ini karena Eirlys? Entahlah.

"Saya temannya dan saya tertarik dengan Mitsu.". Wajah Mitsu memerah. Tertarik? Mereka baru bertemu beberapa menit--mungkin sejam yang lalu, tapi Luke sudah berkata seperti itu padanya. Orang ini memang sangat jujur dan blak-blakan tentang perasaannya, beda dengan Mitsuba yang lebih sering memendamnya.

"Anda sendiri? Apakah anda mempunyai hubungan yang khusus dengan Mitsu?" Hubungan khusus? Apa sebenarnya hubungan khusus Mitsu dengan Leon? Mereka hanya pernah bertemu setahun lalu, itu pun sebentar saja. Dan beberapa kejadian pernah membuat orang salah paham dan menyebut Leon sebagai kekasih Mitsu. Gadis bereyepatch itu memandang Leon, kira-kira apa yang akan dijawabnya kepada Luke?
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Mon Oct 13, 2008 10:45 pm

OOC: kayaknya thread ini bakal jadi slow-paced banget yak... *tunjuk diri sendiri yg ada persiapan lomba nangis)



"Saya temannya dan saya tertarik dengan Mitsu." Mendengar hal tersebut, entah mengapa tubuh Leon berjengit sedikit. Seperti kaget? Mungkin. Entah mengapa, ia bahkan tidak tahu. "Anda sendiri? Apakah anda mempunyai hubungan yang khusus dengan Mitsu?"

Mengheningkan cipta.

Yeah, suasana jadi diam aneh. Mitsuba memandang dirinya, dan Leon hanya terdiam. Sebenarnya, memagnnya ia punya hubungan khusus dengan Mitsuba? Buat apa dari tadi ia ikut campur?

"..Bukan urusanmu." Pasrah. Leon menjawabnya dengan nada dingin yg biasa, tetapi sepertinya ia telah kalah. Oh good gods above, apa yang kalian lakukan pada Leon? Sejak kapan ia menjadi seperti ini?
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Tue Oct 14, 2008 5:09 pm

"Bukan urusanmu"

It's over.

He's not hers to begin with.

Mitsu sudah tahu. Bahkan dari awal. Eirlys, pasti alicenya. Seharusnya dia bergerak dari awal, ini semua cuma ilusi. Mitsulah yang bersalah, karena dia pikir, walau ini hanya ilusi, sekali saja merasakan bagaimana "dicintai". Tapi ternyata setelah dipikir itu salah. "Jangan cium kakakku"---on the contrary, berarti itulah yang harus dilakukan Mitsuba sekarang. Dia sekarang tidak bisa lari lagi, dia harus maju. Meski menyakitkan, akan lebih menyakitkan kalau dia terus-terusan hidup dalam ilusi. Menyedihkan, dan bukan kehidupan seperti itu yang dia inginkan.

Mitsuba melepaskan cengkraman tangan Leon yang mulai renggang, dengan mata ungunya memandang mata biru Leon. Gadis itu mengulurkan tangannya yang mungil dan memegang kedua sisi pipi Leon. Dengan lembut dan satu gerakan lurus Mitsuba menarik wajahnya, mendekatkan kepada miliknya. Bibir Mitsuba menyentuh bibir Leon yang lembut. It feels perfect, tapi menyedihkan dalam waktu bersamaan. Setelah beberapa waktu yang serasa lama sekali, Mitsu melepaskan ciumannya. Well, ini yang terakhir. Gadis itu menyentuh pipi Leon.

"Au revoir, premier amore..,"

Gadis berambut ungu itu kemudian membalikkan badannya, kelihatan anggun bagi seorang perempuan, mungkin karena dia patah hati. Mitsuba memandang Luke dan memandangnya dalam, menarik nafas, dan membisikkan terima kasih pelan di telinganya sebelum mencium pipinya dengan lembut. Sejak pesta kostum, mungkin mengucapkan terima kasih dengan cara seperti itu akan jadi kebiasannya. Gadis itu kemudian pergi menjauh, awalnya lambat, namun ketika Leon dan Luke sudah agak jauh, larinya jadi semakin cepat dan tanpa terasa airmata mengalir di matanya yang tidak tertutup eyepatch.

[out]
--
OOC: OTL;; a-apa saya harus ganti profesi jadi penulis sappy-romantic-keju novel? lolol
/BRB NGAPALIN EKONOMI.
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Triangular   Tue Oct 14, 2008 6:20 pm

"..Bukan urusanmu."


Luke hendak membalas perkataan pemuda dengan suara dingin dan menusuk itu, begitu juga dengan pandangan matanya. Wajah Mitsuba segera saja berubah, menjadi lebih buruk lagi. Luke hanya bisa melihat Mitsuba menahan semuanya sendirian, ya semuanya. Ada seakan sebuah penahan yang membuat tenggorokan Luke seperti tercekat, tidak mengerluarkan suara apapun. Hatinya ingin sekali berteriak, bahwa Mitsu pantas untuk disayangi dan dicintai. Ia tidak sanggup berkata-kata, satupun tidak.

Bibir merah muda lembut milik Mitsu bersentuhan dengan milik pemuda itu, cukup lama. Namun itu bukan sesuatu yang bahagia. Wajah Mitsu seakan sudah tidak ada harapan lagi. Bibir Mitsu perlahan menjauh, dan gadis itu menyentuh pipi pemuda berambut coklat itu. Pandangan yang seolah berkata 'Aku tidak apa-apa' dan 'Aku memang tidak pantas'.

Mitsu berbalik menatap lama Luke, lama sekali. Ia mengecup pipi Luke dengan lembut seraya mengucapkan terima kasih. Luke tidak bisa bergerak untuk menghentikan langkah gadis itu yang berjalan semakin jauh dari dirinya dan pemuda itu. Kakinya tidak bergetak sesuai keiinginannya. Ia ingin sekali memaki dirinya. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Sosok gadis bernama Mitsu yang sudah mencuri hatinya itu pergi, tidak tampak lagi. Semuanya sudah berakhir.

"Maaf.." Luke membungkukkan badannya dalam-dalam kepada pemuda berambut coklat yang bahkan belum dikenalnya itu. Luke tahu kalau ia lebih menggunakan emosi daripada logikanya. Ia segera pergi dari tempat itu. "Benar-benar... bodoh sekali dirimu, Luke.."


[Out]
-------------------
OOC : Berakhir sudah.. nangis

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Triangular   Fri Oct 17, 2008 10:35 pm

Leon dapat merasakan Mitsuba melepas pegangan tangannya, ia menoleh, mengalihkan perhatiannya dari pemuda di depannya ke arah gadis berambut ungu itu. Tangan gadis itu sekarang menyentuh pipinya, menatap matanya. Leon sempat kaget merasakan hal tersebut, tapi aneh, ia tidak menghindar. Dan bibirnya bertemu dengan bibir gadis itu.

Selama beberapa saat yang sangat singkat itu, entah perasaan apa yang menghentak Leon. Seakan-akan nyawanya kembali, buru-buru ia ingin melepaskan ciuman Mitsuba, tetapi gadis itu sudah menjauh terlebih dulu, ia dapat mendengar Mitsuba membisikkan sesuatu, tetapi tidak ada yang masuk ke otaknya. Leon hanya berdiri di sana, memperhatikan gadis itu berjalan pergi. Otaknya seperti kosong, tidak tau apa yang harus ia lakukan.

Matahari tidak terlihat lagi, entah berapa lama ia berdiri di tengah jalan itu. Dan ia baru sadar apa yang terjadi.

Entah siapa yang harus disalahkan, Leon tidak peduli. Yang penting akhirnya hal ini selesai, dan yang lain? Je m'en fou.

[OUT]
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: Triangular   Today at 5:13 pm

Back to top Go down
 
Triangular
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: