Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Rain Dance

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3  Next
AuthorMessage
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Rain Dance   Tue Sep 30, 2008 6:51 pm

OOC : Lanjutan dari 'til the Dawn comes, dibuka untuk umum.
Setting : Hujan deras, pas subuh.

IC~

TAP... TAP...

Ruru masih berlari membopong Bi yang pingsan, dengan sebilah Pisau dapur besar dan boneka kelinci milik Bi di sisi tangan yang lainnya. Sebenarnya ia sudah tidak kuat lagi untuk bergerak, apalagi berlari. Tapi tak ada waktu untuk istirahat! Bagaimana jika para guru jahat itu mengejar dan menangkap dua buronan cilik ini...? Ok, sebisa mungkin berlarilah supaya tidak ketemu. Padahal Bi tidak usah pingsan, jadi waktu kabur mereka bisa lebih cepat. Bicara soal orang pingsan, harusnya dibawa ke hospital untuk mendapat perawatan, kan? Tapi Ruru malah menuju Woods, hutan lebat yang katanya berbahaya.
Alasannya hanya satu, bersembunyi.
Hide and Seek eh?

Disini banyak pohon besar, tempat strategis untuk sembunyi. Ruru berniat masuk lebih ke pedalaman hutan, tapi niatnya itu harus diurungkan karena tiba tiba hujan deras turun. Jalanan jadi becek dan licin, membuat Ruru terjatuh di atas tanah basah dan kotor. Kakinya luka, dan terkilir. Ruru mencoba berdiri, namun tak bisa. Bi yang ikut terjatuh juga tergelepak diatas tanah. Kalau sudah jatuh, paling tidak bisa membuatnya sadar.
Sementara Thokki yang dari tadi Ruru bawa-bawa, terpental jatuh [juga] dan membentur pohon. Biarlah Thokki berteduh disitu.


Zzzrrrsss.....

Hujan malah makin deras, membasahi sekujur tubuh Ruru. Plus melumerkan make-up Bi yang menyeramkan.

"Uuuhh..." Ruru mendesah nyeri, ia mengangkat mukanya dan memandang Bi, berharap ia cepat bangun.
Ruru memegang Pisau digenggamannya kuat-kuat, supaya senjatanya itu tidak terpisah dari tangannya.
Back to top Go down
View user profile
Lee Hyeon-bi
Single Star
Single Star


Posts : 846
Join date : 2008-09-01
Age : 27
Location : Para Island =))

Character Sheet
Alice: Puppet Master Alice
Class:
Self Quote: Status: MARRIED =)) =))

PostSubject: Re: Rain Dance   Wed Oct 01, 2008 7:55 pm

Suara benturan sesuatu yang cukup keras membangunkan Bi dari pingsan karena shockednya. "Omoo~~!!" Bi spontan terduduk, memegangi kepalanya yang ternyata terantuk tanah karena jatuh dari gendongan Ruru. "Aduduh~" Gadis itu menggosok-gosok bagian kepalanya yang memar, sambil menatap Ruru di hadapannya.
"Kenapa.. kau.. aduh.. Dimana kita..?" Bi mengedarkan pandangannya sekilas, dari pepohonan yang mengelilingi mereka tampaknya Ruru baru saja membawanya ke hutan.
Hujan turun dengan derasnya, membuat tubuh kecil Bi agak menggigil kedinginan. Sejak kapan ia basah kuyup? Pasti sudah cukup lama...

Ah, sudah berapa kali ia pingsan dalam jangka waktu belakangan ini? Parah.. Untung saja kali ini ingatannya tidak kacau seperti sebelumnya. Yeah, kali ini ia ingat dengan jelas... Kekacauan yang mereka lakukan di gedung SMA, dan guru-guru berangas yang menyiksa mereka berdua. Ah gawat! Bukankah wajahnya benar-benar berantakan? Bi buru-buru meraba wajahnya untuk menghapus riasan mengerikan yang dibubuhkan Amon. Ah, rupanya karena hujan make-up itu sudah luntur, meski meninggalkan tetesan-tetesan warna-warni bekas cat, gulali, atau apalah yang Amon gunakan.

Bi menggeleng-geleng cepat, mengibaskan rambutnya yang basah. "Jadi sekarang, bagaimana?" Ia bersin sekali sambil menggosok-gosok kedua lengannya yang merinding karena dingin, sebelum memperhatikan Ruru yang tampak lemas di hadapannya.
"Ruru? Kenapa..?" Bi berdiri dan mendekati gadis yang rambut pirang panjangnya yang bergelombang halus sekarang basah oleh hujan. Pisau besar masih digenggamnya erat-erat. Kalau dilihat dari jauh orang bisa mengira yang bukan-bukan nih. Bi memperhatikan Ruru dengan seksama, memandangi pakaian gadis itu yang sama basah kuyupnya dengan miliknya. "Kau kedinginan?" Tanyanya dengan nada khawatir. Tampaknya keadaan Ruru benar-benar membuat Bi cemas, sampai-sampai dimana keberadaan Thokki dan Sango saja belum terlintas dalam pikirannya.
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 7:33 am

"Ruru? Kenapa..?"

Ah.. Terdengar suara Bi samar-samar, rupanya gadis itu sudah sadar dari pingsan-nya. Bagus! Kini mereka bisa lanjutkan acara melarikan dirinya. Tapi kini Ruru yang jadi pem-beban, otak nya memerintahkan untuk tidak menggerakkan kakinya. Baiklah, paling tidak selamatkan diri dulu dari ancaman mati kedinginan ditengah hujan.

"Berteduhlah dibawah situ...."
Ruru menunjuk pohon tempat Thokki tergelepak, ia bicara pada Bi tapi pandangan mata-nya kosong--lurus kedepan.

"Kau kedinginan?"

"Tidak.." Jawabnya singkat. Ruru saat ini memang tidak merasa kedinginan, mungkin bisa dibilang mati rasa karena sedari tadi diguyur air hujan yang dingin.
Back to top Go down
View user profile
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 10:17 am

OOT : Ikud nekomouthsmile Nda ganggu'kan?
*peyuk2 ame* 8DD
-----------------------------------------------------
Butiran-butiran bening berjatuhan dari langit. Hujan yang deras di pagi hari menjelang subuh. Luke terduduk disebuah pohon dengan matanya yang terpejam. Ia tidak peduli dengan air hujan yang membasahi tubuhnya. Kesadarannya sendiri sudah hanyut bersama kenangan-kenangan masa lalunya. Sejak pesta kostum kemarin, ia kembali mengingat masa lalu yang sudah lama ia kunci itu.

"Ayah pergi mengantarkan ibu ke rumah sakit. Jaga rumah ya, Luke." Tangan besar itu mengelus-elus kepala Luke yang masih kecil. Kedua sosok yang berharga itu hilang ketika pintu di tutup. Dan ia tidak pernah melihat keduanya kembali lagi. Luke tidak akan melihat mereka untuk kedua kalinya lagi.

Kelopak mata Luke perlahan terbuka. Entah sudah berapa lama ia tidak bermimpi tentang hari itu. Kenangan yang tidak mau ia ingat lagi. Sayup-sayup terdengar suara yang mendekat ke arahnya. Luke melihat ada dua orang gadis yang berteduh diseberang pohon dimana ia berteduh. Mereka sepertinya adalah murid akademi.

"Maaf. Kalian murid akademi?" tanya Luke kepada kedua gadis itu. Luke bisa melihat beberapa luka berada di sekujur kaki dan tangan, seperti luka karena terjatuh. "Nona, tidak apa-apa?"

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 11:33 am

"Maaf. Kalian murid akademi?"

Oh? Muncul seseorang yang kedatangannya tak terduga. Seorang Pemuda, senior Ruru dan Bi. Waspadalah, mungkin senior itu komplotan orang-orang jahat tadi.

"Hu..uh? Siapa kau.....?" Ujar Ruru kemudian, sambil bangkit berdiri. Susahnya setengah mati. Ia bersandar di pohon, dan mendorong Bi kebelakang. Walau kakinya tak bisa digerakkan tapi tangannya masih ok, dalam kondisi prima.

Hujan turun tanpa henti, tetes-tetes air hujan membasahi wajahnya. Ruru menggosok matanya yang merah karena kemasukan air.
"Duh..."

"Nona, tidak apa-apa?"

"Jangan........... Jangan Bergerak!" Serunya dalam ancang-ancang akan melempar pisau ditangannya, tapi tangan sebelahnya masih menggosok mata-nya. Ingat, dulu Ruru pernah melakukan atraksi lempar-pisau di sirkus. Tapi pisau dapur ini terlalu besar dan berat untuknya, sukar untuk dilempar.
Back to top Go down
View user profile
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 12:20 pm

Quote :
"Hu..uh? Siapa kau.....?"
"Saya Luke, dari Laten Class." sahut Luke memperkenalkan dirinya seadanya. Gadis itu sepertinya tengah melindungi gadis kecil dibelakangnya. Luke heran, ia bukanlah orang yang mencurigakan atau apapun. Pandangan mata gadis dihadapannya seolah mengatakan bahwa Luke adalah orang berbahaya. "Nona..."
Quote :
"Jangan........... Jangan Bergerak!"
Langkah Luke terhenti saat itu juga. Sebilah pisau mengarah ke arahnya. Entah apa yang dilakukan Luke sehingga gadis itu sampai menodongnya dengan pisau, seolah melindungi diri dari orang jahat.

"Maaf membuat anda curiga dan ketakutan. Saya bukan orang mencurigakan ataupun berbahaya." jelas Luke tersenyum lembut kepada gadis dihadapannya sembari menerangkan dan menenangkan. Semoga saja gadis itu mengerti bahwa Luke bukan orang yang berbahaya. "Luka nona.."

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 1:29 pm


"Saya Luke, dari Laten Class."


"Luke....." Ruru mengulangi nama pemuda-yang berasal dari Laten Class itu. Harusnya sih 'Kak Luke' karena Ruru lebih junior darinya. Tapi Ruru tidak mau bersopan-sopan lagi pada senior manapun. Rugi. Akhirnya malah yang derajatnya lebih rendah yang ditindas.

"Maaf membuat anda curiga dan ketakutan. Saya bukan orang mencurigakan ataupun berbahaya."

Ruru tersentak marah dan menggerutu. "Siapa yang ketakutan?"
Ujar Ruru. Matanya merah seperti orang habis nangis, tapi sebenarnya itu hanya infeksi mata.
"Siapa yang menganggapmu berbahaya?" Lanjutnya datar. Well, orang manapun akan merasa terancam bila ada yang mengacung-kan pisau didepan matanya.

"Luka nona.."
Ruru melihat Luke tersenyum.
Simpati?
"Luka apa.... Diamlah.."
Ruru berbisik, suaranya diredam oleh irama air hujan yang jatuh ketanah.

Kalau sekarang kakinya tidak apa-apa, Ruru masih bisa menyeludup ke belakang Luke dan menusuknya dari belakan. Rupanya sang PM mengharapkan plot berdarah *dibunuh admin*. Yeah, itu hanya harapan saja. Untuk saat ini terlalu mustahil.
--
Taa raa! Ruru mendapat ide! Kenapa ia tidak minta digerakkan saja oleh Bi? Itu juga kalau Bi masih punya sisa tenaga..
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 4:13 pm

((OOC: Open 'kan? nimbrung yaw =3 ))


Tidak biasa Hayate bangun sepagi ini. Pemalas, eh? Tepat sekali. Pemuda ini berjalan keluar kamar untuk cari angin. Dan ternyata-- hujan. Geez. Padahal masih pagi, entah kenapa harus hujan. Tidak mungkin Hayate hanya berdiam diri di dalam kamar.

Hayate mengambil sebuah payung-- dan memakai jas (bukan jas hujan) berwarna coklat gelap. Hayate membuka payungnya ketika sampai di depan pintu. Sepi... jelas-- masih pagi, dan hujan. Siapa yang mau keluar di saat menjelang pagi begini-- dan di saat hujan. Hayate berjalan dengan payungnya-- sembari meletakkan tangan kirinya di saku jasnya.

Hayate merasa kepalanya seperti basah-- hujan? Padahal Hayate sudah memakai payung. Pemuda berambut silver ini mendongakkan kepalanya-- dan mendapati payungnya sudah bolong. Holy sh*t. Sebodo, Hayate terus berjalan dengan payung bolong.

Pandangannya tertuju pada 3 orang yang sedang berteduh di bawah pohon. Good idea, berteduh di bawah pohon. Kakinya melangkah menghampiri 3 orang itu. "Permisi, numpang teduh-- payung ku bolong," Ucapnya sembari menutup payung bolongnya-- kemudian memalingkan pandangannya dari 3 orang itu-- menatap langit. Entah apa yang dilihatnya di langit, padahal tidak ada apa-apa-- hanya awan mendung, dan butiran bening yang tidak lain adalah air hujan.
Back to top Go down
Lee Hyeon-bi
Single Star
Single Star


Posts : 846
Join date : 2008-09-01
Age : 27
Location : Para Island =))

Character Sheet
Alice: Puppet Master Alice
Class:
Self Quote: Status: MARRIED =)) =))

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 4:54 pm

"..." Pandangan Bi kabur, terhalang oleh air hujan yang mengguyur semakin deras. Namun ia dapat menangkap sosok seorang laki-laki yang menyapa mereka berdua. Uh.. Siapa? Bi memicingkan mata, berusaha mengamati laki-laki itu, namun Ruru menghalanginya. Mengambil ancang-ancang untuk membarikade dirinya dari Luke, bahkan mengacungkan pisau ke arah anak yang kelihatannya lebih tua dari mereka itu. "Ruru, apa yang kau...?"
Ruru terlihat panik, napasnya tersengal dan tangannya beberapa kali menyeka matanya. Ada yang salah pada diri Riri, tapi Bi tidak tahu apa. Ia tidak menyadari kondisi luka-luka dan cedera pada kaki Ruru, karena kepalanya mulai berdenyut-denyut sekarang. Tubuhnya tidak bisa menolerir pemaksaan yang Bi lakukan pada tubuh kecilnya lebih lama lagi.
Ergh~ sial... Pandangan Bi semakin berkunang-kunang, entah karena hujan atau sakit kepalanya.

Ruru berusaha keras melindunginya, Bi tahu itu. Sementara ia hanya meringkuk lemas bersama Thokki di bawah pohon, mengamati tetes-tetes hujan dari ujung rambutnya. Ia mulai terbatuk-batuk dan meremas ujung jarinya yang memutih. Ayolah, tak bisakah ia melakukan sesuatu untuk menghindari ancaman yang mungkin dibawa laki-laki itu? Ruru mencurigai Luke, meski Bi tidak dapat mendengar isi permbicaraan mereka ia dapat mengawasi samar-samar Ruru melempar pandangan tidak percaya pada laki-laki itu. Sementara Luke tampak menenangkan Ruru dan berusaha meyakinkan bahwa ia bukan orang jahat. Ah, Bi tidak tahu siapa yang benar, apakah ia bisa mempercayai Luke atau tidak. Bisa saja ia ajudan dari para guru laknat itu kan? Dalam keadaan seperti ini ia tak bisa berbuat banyak, namun ia juga tidak bisa diam begini terus. "Ruru..!" Panggilnya dengan suara tercekat. "Hati-hati padanya..." Bi meremas jarinya erat-erat, mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit kepala yang semakin menusuk-nusuk.

"Permisi, numpang teduh-- payungku bolong," Bi menolehkan kepalanya ke arah suara. Seorang anak laki-laki lain, tampaknya sebaya dengan Luke. Orang yang kebetulan lewat atau another foe? Bi menekan dahinya sambil menarik napas sesak. Laki-laki kedua ini tampaknya tenang dan tidak banyak bicara, ia hanya diam sambil menatap langit. Mungkin ia tidak ada hubungannya dengan Luke maupun guru-guru yang mengejarnya?
Lebih baik tetap waspada... Ia meraih Thokki dan mendekapnya erat. Mungkin tidak membantu menghilangkan nyeri di kepalanya, namun setidaknya ia merasa aman kalau ada boneka di dekatnya. Tunggu... Boneka? "Sango!!" Bi tersentak kaget tak sadar meneriakkan nama bonekanya dan membuat kepalanya semakin berputar, "Uh.. Sango masih dibawa..." Gumamnya lirih. Ia harus menyelamatkan Sango, namun kembali mencari Byakuran sekarang sama saja dengan cari mati. Apa yang harus ia lakukan?

--
ooc: bingung sendiri sama plotnya.. ==a maap kalau agak2..
Back to top Go down
View user profile
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 5:18 pm

Quote :
"Luke....."
"Siapa yang ketakutan?"
"Siapa yang menganggapmu berbahaya?"
"Luka apa.... Diamlah.."
"..Nona... jangan memaksakan diri.." sahut Luke setelah sebelumnya terdiam beberapa saat. Kata-kata yang dilontarkan gadis itu penuh dengan kewaspadaan dan ia sangat mencurigai Luke. Luke tidak berani mendekat ataupun berbuat yang sembrono karena pisau itu masih berada di genggaman gadis dihadapannya. Bibir Luke kembali tertutup dan ia terdiam di depan gadis itu, tidak mengatakan apapun. Menatap kedua gadis itu dengan pandangan khawatir dan ingin sekali cepat menolong mereka.
Quote :
"Permisi, numpang teduh-- payung ku bolong,"
"Anda murid akademi juga?" tanya Luke kepada pemuda yang tiba-tiba datang.
Quote :
"Ruru..!"
"Hati-hati padanya..."
Seorang gadis yang berada dibelakangnya berkata sesuatu. Dan gadis itu seperti menahan rasa sakit yang menyerangnya. Di tengah hujan deras begini, kondisi tubuh yang sakit akan menjadi semakin menurun dan melemah. Kedua gadis itu harus dibawa ke Hospital sesegera mungkin sebelum terlambat.

"..Apakah tidak ada yang bisa kulakukan untuk menolong kalian berdua, nona?" tanya Luke kembali. Suaranya masih terdengar lembut dan tenang.
------------------
OOC : Gpp nekomouthsmile

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 6:10 pm

"Anda murid akademi juga?"

Terdengar suara salah satu dari ketiga orang yang sedang mempeributkan hal yang sangat tidak berbobot. Mata merahnya melirik sumber suara, namun tidak menoleh. "Oh-- untuk apa aku di akademi ini kalau aku bukan lah salah satu dari murid-murid di sini," Ucapnya datar-- dengan nada angkuh-- namun sama sekali tidak bermaksud begitu, hanya malas bicara saja. Dan lagi-- pertanyaan pemuda tadi sangatlah tidak penting. Sudah jelas Hayate murid akademi ini kalau sudah menginjakkan kakinya di sini.
Back to top Go down
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 6:16 pm

Quote :
Oh-- untuk apa aku di akademi ini kalau aku bukan lah salah satu dari murid-murid di sini,"
"...Saya kira anda seorang guru." balas Luke tersenyum kepada pemuda dihadapannya. Mungkin saja pemuda dihadapannya ini mempunyai wajah yang baby face. *buru2 dicekik aoi*" Maaf atas pertanyaan saya yang menyinggung anda."

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 6:48 pm

"Ruru..!" "Hati-hati padanya..."

Ruru menoleh pada Bi yang kelihatannya sengsara sekali. Ia mengangguk pelan, merasa iba melihat Bi. Karena salah Ruru, semuanya terjadi. Mulai dari mengajak Bi bermain malam-malam, berlagak menantang guru dan senior, sampai membawa orang kesakitan ke tempat yang tidak seharusnya.

"Permisi, numpang teduh--payung ku bolong"
Suara seorang pemuda membuyarkan lamunannya. Ruru membalikkan badannya, another intruder. Senior lagi.
"Kalian..--Satu komplotan?"
Ruru menatap dingin kedua senior didepannya. Walau tidak tahan lagi, ia berusaha untuk tidak goyah.

"..Apakah tidak ada yang bisa kulakukan untuk menolong kalian berdua, nona?"

Pemuda itu..Luke, sepertinya ingin bersimpati. Ruru mau sih, ditolong saat ini juga. Ia khawatirkan keadaan Bi yang memprihatinkan.
"Bi kedinginan. Tolong dia" Akhirnya Ruru minta bantuan juga, berharap saja semoga dua senior itu bukan orang jahat.
Back to top Go down
View user profile
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 6:55 pm

Quote :
"Kalian..--Satu komplotan?"
"Ini pertama kalinya saya bertemu dengan pemuda ini." balas Luke tersenyum tenang. Sepertinya ia masih harus menunggu waktu yang cukup lama untuk membuat kedua gadis itu percaya kepadanya kalau ia bukanlah orang mencurigakan apalagi orang jahat. Tapi gadis itu masih tetap pada pendiriannya.
Quote :
"Bi kedinginan. Tolong dia"
"..Bi?" ulang Luke sembari menatap sosok gadis yang kesakitan tersebut. Luke sebelumnya meminta izin untuk mendekati gadis yang bersandar di pohon. Tangan Luke menyentuh dahi gadis itu. "Nona ini.. Ada sesuatu yang terjadi sebelum ini?" tanya Luke kepada Ruru.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 7:01 pm

"Bi kedinginan. Tolong dia"

Mendengar itu, Hayate merasa simpatik pada kejadian di sana. Badannya berbalik pada sumber suara yang minta tolong itu. Kemudian Hayate melepas jasnya yang berwarna coklat gelap itu. Di antara mereka-- hanya Hayate yang tidak basah. Err-- sedikit sih, hanya beberapa tetes karena payungnya bolong.

"Pakai ini saja, nona," Ucapnya sambil menyunggingkan senyum tipis dan menyodorkan jasnya yang terlipat rapih pada kedua gadis yang kedinginan itu. Jas itu mungkin cukup besar untuk dua gadis kecil yang kedinginan itu. Dan mungkin ada saja benda yang tertinggal pada saku jas itu-- masa bodo.
Back to top Go down
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 7:14 pm


"Ini pertama kalinya saya bertemu dengan pemuda ini."


Oh? Sepertinya tidak bohong, tapi tetap saja harus hati-hati. "Kalau bohong... Ini akan jatuh diatas kepalamu" Ruru menunjuk pisau-nya, dan ia ucapkan ancaman yang sama seperti yang ia katakan pada Byakuran. Pikiran Ruru mengatakan : kalau ingin bunuh orang, lebih baik tusuk di kepala.

"Nona ini.. Ada sesuatu yang terjadi sebelum ini?"

Luke menghampiri Bi, Ruru menyingkir dengan terpaksa dengan menyeret kaki-nya. Luke menanyakan hal yang tadi terjadi, tapi terlalu panjang untuk dirangkum. Well, intinya saja.
"Hm... Tadi beberapa guru menghukumnya dan mengganggu psikologisnya" Ucapnya pelan dibawah naungan pohon rindang yang melindunginya dari hujan yang mengguyur se-antero akademi. Bah... Sepertinya percuma saja berteduh, baju-nya tetap basah kuyup membuatnya kedinginan juga. Ingin rasanya duduk didepan perapian..... yang hangat

"Pakai ini saja, nona"

Senior yang satu lagi menawarkan stel jas besar yang sepertinya hangat.
"U.. untuk Bi!" Ruru menolak menerimanya dan memakaikan jas itu pada Bi.
Dia berpikir kondisinya tidak separah Bi, dahulukan yang lain ok.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Rain Dance   Thu Oct 02, 2008 11:08 pm

Oh well. Gadis yang gigih, kedinginan, tetapi malah memberikan jasnya pada gadis satunya. "Nona, jas itu cukup besar untuk menutupi badan nona, dan nona satunya," Ucapnya sembari menyunggingkan senyum tipis. Dan-- gadis-gadis yang sudah menggigil ini tidak bisa dibiarkan di ruangan terbuka begini.

"Mau cari tempat teduh lain? Yang lebih baik dari pohon ini," Ujarnya sambil melirik ketiga orang di sana secara bergantian. Kemudian ia menatap payung bolongnya. Tidak bolong-bolong amat. Cuma robek sedikit. "Payungku masih bisa diperbaiki-- cuma robek sedikit," Ucapnya sembari membuka payung robeknya itu.
Back to top Go down
Lee Hyeon-bi
Single Star
Single Star


Posts : 846
Join date : 2008-09-01
Age : 27
Location : Para Island =))

Character Sheet
Alice: Puppet Master Alice
Class:
Self Quote: Status: MARRIED =)) =))

PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 8:37 am

Bi yang meringkuk kedinginan di bawah pohon keadaannya semakin memburuk, tidak sempat mencuri dengar percakapan antara Ruru dan kedua laki-laki di dekat mereka. Yang ia tahu Ruru masih berkeras untuk melindungi diri, bersikap waspada dari kedua orang itu. Bi bukannya tidak mendukung aksi preventif Ruru, namun keadaannya juga terlalu dipaksakan untuk tidak menerima pertolongan orang lain.

Laki-laki yang sempat menyebut namanya sebagai Luke mendekatinya dengan tatapan khawatir. Bi sempat mundur beberapa langkah sampai punggungnya menyentuh batang pohon besar tempatnya berteduh. Luke sempat menanyakan keadaannya, yang dijawab oleh Ruru. Syukurlah, karena membuka mulut saja ia harus susah payah.
Bi mengatur napasnya yang agak sesak, mungkin karena kedinginan dan batuk-batuknya, dan melirik sosok laki-laki satunya yang membawa set jas coklat tebalnya ke arah Bi.

"Pakai ini saja, nona" Katanya menawarkan. Bi masih menatapnya dengan sikap waspada, namun tampaknya bersikap sok kuat juga percuma. Ia memandang Ruru, meminta persetujuan dan mengajaknya untuk berlindung bersama di balik jas besar itu, namun Ruru menggeleng dan memakaikan pakaian itu di tubuhnya. Gadis yang keras kepala... Laki-laki pemilik set jas itu juga pasti memikirkan hal yang sama, karena ia menasihati Ruru untuk ikut memakai jas itu bersama Bi sekarang.

Bi menghela napas, mengangguk menyetujui Hayate dan menarik ujung lengan pakaian Ruru, "Kemarilah.. Jaketnya besar kok..." Gumamnya lirih. Ruru jelas-jelas tak kalah kedinginan darinya, dan sama lelahnya. Setelah menggendong Bi yang pingsan dengan susah payah, terjatuh dan terluka, kondisi Ruru mungkin justru lebih parah.

"Mau cari tempat teduh lain? Yang lebih baik dari pohon ini," Samar-samar Bi mendengar saran dari Hayate. Memang, kondisi ini tidak bisa dibiarkan lebih lama.. Ia dan Ruru dalam kondisi yang terburuk, dan sementara ada dua orang laki-laki yang sepertinya cukup bisa diandalkan sekarang. Bagaimana kalau minta bantuan mereka saja? Apa mereka bisa dipercaya? Kemungkinan terburuk paling-paling tertangkap Byakuran dan guru lainnya lagi, tapi mereka takkan tega menyiksa dua gadis kecil yang sakit parah bukan? Well, bukannya tidak mungkin sih tapi kita coba saja ambil resiko.

Setelah emnimbang-nimbang agak lama dengan melawan sakit kepalanya, Bi mengangguk lemah pada Hayate yang tengah membuka payungnya. Sobek sedikit, tapi sepertinya masih bisa digunakan. "Tolong.. Bawa kami..." Sahutnya entah terdengar atau tidak, diikuti batuk pelan, memandang Hayate dan Luke dengan pandangan minta tolong yang tulus.
Wah mungkin baru pertama kali Bi memiliki pandangan setulus itu...
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 11:28 am

"Nona, jas itu cukup besar untuk menutupi badan nona, dan nona satunya,"

Hrm.... Sekalinya Ruru menolak sesuatu, ia takkan merubah pendiriannya lagi. Begitu juga saat ini, percuma saja Hayate membujuknya.

"Aku tidak perlu" Ucapnya singkat, sembari menyibakkan rambut-basahnya kebelakang. Lagipula sekarang tubuhnya sudah tidak merasa dingin lagi-- saking dinginnya. Kakinya yang tidak bergerak sedari tadi lama-lama jadi kaku, basah oleh hujan. Hujan yang deras tanpa petir atau guntur. Matahari masih tertutup awan, wajarlah sekarang kan masih pagi.

"Mau cari tempat teduh lain? Yang lebih baik dari pohon ini," "Payungku masih bisa diperbaiki-- cuma robek sedikit,"

Tempat teduh yang lebih baik dari pohon ini..... Ide bagus. Lagipula Bi sudah menyetujuinya. Kalau Luke dan Hayate bisa dipercaya, mungkin mereka akan melindungi Bi atau Ruru dari ancaman Byakuran/Amon/Hana/Miyu/etc.

"Kau yang Bawa Bi !" Ruru menunjuk seniornya Hayate, yang kalau dilihat-lihat lebih kuat dari Luke.
Tapi dimana tujuan mereka setelah ini?

"Mau.. kemana?" Ruru bertanya pada salah satu dari merekam.
Back to top Go down
View user profile
Luke C Helios
Watcher
Watcher


Posts : 4313
Join date : 2008-09-09
Age : 27
Location : Aethernia, Fairy Lanv

Character Sheet
Alice: Flying Alice
Class: Watcher
Self Quote:

PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 11:43 am

Quote :
"Kalau bohong... Ini akan jatuh diatas kepalamu."
"Hm... Tadi beberapa guru menghukumnya dan mengganggu psikologisnya."
"Saya tidak akan berbohong untuk hal-hal seperti ini." Luke tersenyum kepada gadis dihadapannya yang masih mengancam dengan pisau dapur digenggaman tangan gadis itu. Gadis yang meringkuk di sandaran pohon itu dihukum oleh guru. Dihukum saja sampai seperti ini? Luke tidak begitu heran, mengingat ada saptam yang memukuli Nacht sampai masuk rumah sakit. Sepertinya ada yang salah dengan akademi ini.
Quote :
"Mau cari tempat teduh lain? Yang lebih baik dari pohon ini,"
"Tolong.. Bawa kami..."
"Kau yang Bawa Bi !"
"Mau.. kemana?"
"Kami pasti akan menolong nona." Luke tersenyum lembut kepada gadis yang ketakutan sekaligus kesakitan itu, mengusap-usap kepalanya pelan. Gadis ini bernama Bi, tadi temannya memanggilnya begitu dan menyuruh pemuda itu untuk membawa Bi. Luke menatap gadis yang satunya lagi, kondisinya juga tidak baik sama sekali. Tapi gadis itu masih memaksakan diri. "Bagaimana kalau ke Hospital saja?" tawar Luke. Tidak ada yang bisa ia lakukan, dan ia tidak membawa apapun. Luke ingin sekali memarahi dirinya karena ini.

_________________



Don't love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love—
- Boyzone


—Countless thanks to Ichiya_Yuka-tan for the set—
Back to top Go down
View user profile http://iris-e.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 2:19 pm

"Kau yang Bawa Bi !"

Hayate mengangguk kecil, kemudian ia berjalan menghampiri gadis yang satunya-- yang katanya bernama Bi. Hayate berjongkok di depan gadis yang bernama Bi itu. "Naiklah ke punggungku," Ucapnya sembari menoleh pada gadis yang bernama Bi itu. Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu, Hayate mengangkatnya-- dan menopang gadis itu di punggungnya.

"Bagaimana kalau ke Hospital saja?"

"Entahlah apa Hospital buka-- err-- setidaknya cepat sedikit," Ucapnya sembari mengangkat payung bolongnya. Err-- payungnya muat sih untuk 4 orang, dan mungkin saja yang lainnya meragukan. Kemudian Hayate menatap 2 orang lainnya dengan tatapan 'payungku-cukup-besar-dan-muat-untuk-kita-semua'.
Back to top Go down
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 3:26 pm

"Saya tidak akan berbohong untuk hal-hal seperti ini."

"Oh? Beberapa orang berbohong untuk 'hal seperti ini' kok." Ucap Ruru dengan nada ketus. Yep, untuk saat ini mau-tidak-mau harus memercayai orang-orang ini.

"Kami pasti akan menolong nona."

"Bagus... Tolong dia, " Ia kembali melirik Bi dengan matanya yang masih-sakit. Ruru tidak menggosok matanya lagi karena menyadari, malah makin sakit nanti.

...
"Bagaimana kalau ke Hospital saja?"

Seniornya yang bernama Luke mengusulkan supaya mereka ke hospital. Jawaban Ruru?
Tidak.
"Disana berbahaya! Tidak mau!" Ruru bersikeras menolaknya, mengingat dia pernah mengunjungi tempat terkutuk itu sekali.

Ruru melihat Hayate sudah menggendong Bi, dan membuka payung lebar yang muat 4 orang. Bagus, tapi Ruru akan merebut Bi kembali jika mereka akan membawanya ke Hospital.
Back to top Go down
View user profile
Hanamura Sakurai
Single Star
Single Star


Posts : 2069
Join date : 2008-09-01
Age : 30
Location : didepan sebuah Monitor yang tersambungkan dengan Komputer,Keyboard,Mouse dan sebuah modem.

Character Sheet
Alice: Quick Movement Alice
Class: Pengangguran kelas berat yang kebetulan punya Cafe.
Self Quote: "Well, whadd'ya say?"

PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 3:37 pm

"Hujan..."

Sakurai memasuki woods sambil menggunakan tasnya untuk menutupi kepalanya,terus berjalan sampai bertemu dengan sosok yang sepertinya dikenalnya,anak Korea,Cewek Boneka,Luke,dan anak laki-laki yang berrambut abu-abu.

"Ah,Luke,sedang apa disini?pas hujan lagi.."tanyanya ke Luke,sambil mengambil lap dari tasnya,entah untuk apa.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 3:37 pm

"Disana berbahaya! Tidak mau!"

"Terserah anda, nona-- setidaknya kita berteduh di tempat yang layak," Ucapnya dengan nada datar, dan masih menggendong gadis bernama Bi-- yang beratnya bisa dibilang 'lumayan' *kabur sebelum digorok Ame*. Memang sih di luar Hayate tenang-tenang saja. Namun-- rasanya ia ingin cepat-cepat membawa lari gadis ini-- terlalu lama menunggu 2 orang lainnya. Padahal keadaan gadis ini sudah bisa dibilang sangat parah.
Back to top Go down
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Rain Dance   Fri Oct 03, 2008 4:10 pm

"Terserah anda, nona-- setidaknya kita berteduh di tempat yang layak,"

"Iya! Aku ta......" Ruru ingin melawan lagi, sebelum ia rasakan air hujan membuat mata-nya nyeri lagi. Ia mengerutkan dahi sambil menutup kedua-matanya dengan lengannya.

"Baik, bawa... dia ke Hospital."
Ruru meringis tertahan, tiba-tiba ia mengulurkan pisaunya pada Hayate.
"Berikan padanya, kalau sudah bangun."
Ruru tak berkutik dari tempatnya, hanya tangannya saja yang menjulur.

"Cepat.......... Aku percayakan padamu " Ruru berkata lirih, menyuruh seniornya untuk segera membawa Bi ke tempat aman.
Sementara ia bersender ditempatnya, menahan dirinya supaya tak jatuh. Ruru melirik Luke dari balik lengannya. Seorang pemuda datang dan menyapa Luke, sepertinya temannya.

OOC : Aoi, bawa Bi duluan ya nekomouthsmile. Beneran ke hospital ok x3
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Rain Dance   Today at 9:09 am

Back to top Go down
 
Rain Dance
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 3Go to page : 1, 2, 3  Next
 Similar topics
-
» "I Don't Mind Spending Every Day...Out On the Corner in the Pouring Rain..."
» Rain In My Shoes: Rags to Riches Revised for Seasons & University Life
» Free Rain Particle System!
» LIQUIDUM asset (distort rain, drops on the screen, trial drops on the screen... and more...)
» Swimming in the Rain. . . { p r i v a t e r a c h i e }

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: