Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Empty Room -- Dangerous Meeting

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next
AuthorMessage
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Thu Oct 09, 2008 1:22 pm

"M...My Honeeeey~~ KANGEEEN~~" Mako berlari ke arah Tomomi dan memeluknya.

Melihat Hiino yang dari tadi tampak heran...

"Ng? Sori.....Kenalkan, ini Mirurin...err....Tomomi-chan, istriku~" ujar Mako tersenyum.

Quote :
Kazu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Mukuro, "Bagaimana kalau aku tidak ikutan, nanas?" tanyanya dengan suara dingin.

"Ikut saja, menyenangkan kok" Mako tertawa kecil.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Thu Oct 09, 2008 6:20 pm

"Wah, walau kau baru datang, kau bisa mendengar pertanyaanku?" Tanya Laiko ke Tomomi, hebat juga gadis ini, mungkin enak kalau bermain dengannya? Ah, ternyata sudah menikah :\ Tetapi, memangnya Laiko mau menyerah begitu saja walaupun sudah ada yang punya? Misaki dan Miyu saja mau diembat. "Hoho... Guru baru ya," Laiko tersenyum. "Halo manis."

"Mahal... Asal dalam batas relatif sama, mungkin 100 Rabbit? Karena uang jajan murid sini kan sedikit sekali~" Jelas Laiko sambil merapikan rambutnya yang agak berantakan, menyadari pertanyaan dari Kazu, mulut Laiko tidak tahan untuk mengisenginya. "Jangan dong, sayang... Wajahmu itu wajah menjual, dulu saat aku belum ke akademi banyak anak sepertimu yang 'laku'~" Jelasnya, agak menyeramkan.

"Ternyata si manis itu namanya Tomomi ya, salam kenal Tomomi-chan... Atau harus kupanggil Kozuki-san?" Tanyanya sambil nyengir lebar ke Tomomi.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Thu Oct 09, 2008 10:35 pm

Ayuri memperhatikan kepada wanita yang baru saja datang. Mengenai dia adalah istri dari Makoto itu baru kali ini dia mendengarnya. Tetapi...sebagai seseorang yang sudah sangat lama menjadi 'peliharaan' Akademi hingga sekarang dan selalu berhadapan dengan aksi para Anti-Alice Organization, Ayuri mengetahui seluk-beluk siapa sebenarnya dari wanita berambut panjang itu. Namun hal itu tentunya amat-sangat-dirahasiakan dan lebih memilih untuk diam atau lebih mudahnya jika bertemu sendirian. Sebab banyak sekali yang ingin wanita ini bicarakan kepada istrinya Makoto tersebut...

Kemudian Ayuri melirik kepada Laiko yang menggoda wanita tersebut dan hanya menghela nafas entah dengan alasan apa di balik wajahnya yang tidak beremosi tersebut. Entah apa jadinya acara Host Club ini nantinya....
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Fri Oct 10, 2008 11:44 am

Quote :
"Ternyata si manis itu namanya Tomomi ya, salam kenal Tomomi-chan... Atau harus kupanggil Kozuki-san?" Tanyanya sambil nyengir lebar ke Tomomi.

"Kozuki-san cukup" ujar Tomomi.

Dia menatap Ayuri.

"Salam kenal" ujar Tomomi.
Back to top Go down
Adriano Constanza
Homeroom Teacher
Homeroom Teacher


Posts : 390
Join date : 2008-09-01
Age : 31
Location : Ningentou

Character Sheet
Alice: Possession Alice
Class: Teacher
Self Quote: Perché ...? Perché è Sono l'unico che la sinistra? Questa anima è immortale, non ancora ... perché io sono ancora vivo?

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Fri Oct 10, 2008 11:52 am

Quote :
"Kenapa tidak boleh lebih dari pipi? Lagipula siapa tahu mereka mau membayar lebih mahal, bukan?"

"Jangan bodoh, kau tidak mau kita dituntut sekolah dengan alasan sekuhara kan?" tanya Mukuro dengan alis yang naik sebelah. "Kuakui memang servis yang lebih banyak akan membuat kita menerima lebih banyak bayaran; kemungkinan begitu. Tapi masalahnya yang bertanggung jawab kan...eh bukan aku jadi tidak masalah."

Mata Mukuro yang berbeda warna bersinar jahil, dan dia pun melirik Hiino. Oh, ide Host Club memang datang dari Mukuro, tapi tetap saja bukan dia yang bertanggung jawab. Seulas senyum pun tersungging di bibirnya. Dia akan sangat menunggu festival ini, pasti.

Quote :

"Owh, satu pertanyaan lagi... Apa di sini satu-satu atau bisa keroyokan?"

"Hm... Sepertinya... Bisa didiskusikan lebih lanjut, aku belum memikirkannya."

Mukuro menaruh tangannya di bawah dagu dan seolah berpikir. Berpikir keras sebelum akhirnya menjetikkan jarinya dan membuka mulutnya. Ya, dia baru ingat peraturan khusus ini. Peraturan untuk menjaga keadilan persaingan antara mereka semua.

"Oh, aku lupa bilang, ada aturan lain. Kita semua yang ada di sini, siapapun, dilarang menggunakan Alice untuk membujuk mereka masuk atau memilih kita. Alice apapun, dalam bentuk apapun. Termasuk Alicemu, Laiko." Mukuro mengalihkan pandangannya pada Laiko dan tersenyum lagi. "Kurang adil kalau tidak diberlakukan seperti itu, sekalipun ini festival. Hukuman bila menggunakan alice...sama dengan hukuman yang mendapat pelanggan paling sedikit."

Quote :
"Bagaimana kalau aku tidak ikutan, nanas?" tanyanya dengan suara dingin.

"Tidak bisa," jawab Mukuro tegas. "Semua diwajibkan ikut. Tidak terkecuali. Kecuali kau...mau menerima hukuman itu, jadi pelayan kita semua selama seminggu."

Mukuro memijit-mijit kepalanya. Auh, sudah sakit sekali. Pusing dia, menghadapi hal-hal rumit seperti ini.

"Usulku, harga paket setengah jam 50 rabbit, satu jam 100 rabbit, dua jam 150 rabbit. Tidak tahu bagaimana menurut kalian, sih." Mukuro tertawa pelan, tawa khasnya yang dipenuhi kelicikan dan kejahilan. "Termasuk minuman tidak?"

Mukuro pun mengeluarkan sebotol wiski dari balik paket pakaian Hostnya, seringai lebar terpampang di wajahnya.

"Ini~" kata Mukuro sambil menggoyangkan botolnya pelan dan kemudian menenggak isinya.

_________________


"Forever yours."
Back to top Go down
View user profile http://www.fanfiction.net/~itachi4ever
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Fri Oct 10, 2008 11:55 am

"Tu...Tunggu, Rokudou! Serius kamu mau memberikan minuman keras seperti itu? Kalau malah anak-anak manis jadi nggak terkontrol?" tanyanya.

"....tapi, sesukamu lah....Termasuk minum saja.....Ekh? Mahal juga tapi.....kayaknya setimpal" ujar Tomomi duduk menyila di lantai.
Back to top Go down
Adriano Constanza
Homeroom Teacher
Homeroom Teacher


Posts : 390
Join date : 2008-09-01
Age : 31
Location : Ningentou

Character Sheet
Alice: Possession Alice
Class: Teacher
Self Quote: Perché ...? Perché è Sono l'unico che la sinistra? Questa anima è immortale, non ancora ... perché io sono ancora vivo?

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Fri Oct 10, 2008 12:00 pm

"Tu...Tunggu, Rokudou! Serius kamu mau memberikan minuman keras seperti itu? Kalau malah anak-anak manis jadi nggak terkontrol?"

Mukuro malah semakin menenggak minumannya, seringai dingin muncul di bawahnya selagi dia menelan alkohol itu. Wajahnya yang tadinya agak pucat mulai dipenuhi rona merah, dan dia tahu kalau alkohol dalam wiski itu sudah bekerja. Bagus sekali. Huh, entah sejak kapan dia jadi suka minum seperti ini, Mukuro sendiri tidak tahu. Matanya yang merah-biru, campuran kombinasi mengerikan antara darah dan laut; kontras namun indah, pun menatap Tomomi.

"Hm... Kalau tidak ketahuan tidak masalah kan...?" tanya Mukuro dengan senyum cueknya. "Kita beri saja sedikit di jus mereka, tidak ada yang tahu..."

_________________


"Forever yours."
Back to top Go down
View user profile http://www.fanfiction.net/~itachi4ever
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Fri Oct 10, 2008 5:59 pm

"..Te..terserah kamu, deh" ujar Tomomi.

"...aku nggak mau tanggung jawab" ujarnya pelan.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Sat Oct 11, 2008 9:41 am

"Engga deh, kupanggil Tomomi-chan saja, lebih imut~" Ujarnya ke Tomomi sambil tersenyum jahil, senyum yang bagian kanannya lebih tinggi daripada bagian kirinya Neutral

"Jangan bodoh, kau tidak mau kita dituntut sekolah dengan alasan sekuhara kan?"

Alice Mukuro naik sebelah, jawaban itu sejujurnya entah melegakan atau mengecewakan Laiko, pokoknya tidak tergambarkan di wajahnya. Lalu tiba-tiba wajahnya terlihat... Mencurigakan? Tapi Laiko tahu kok sifat Mukuro, dia cuma suka jahil dengan para ukenya. Dan masalah pelanggan masih belum jelas, well-- Dia sih masih tenang-tenang saja.

"Oh, aku lupa bilang, ada aturan lain. Kita semua yang ada di sini, siapapun, dilarang menggunakan Alice untuk membujuk mereka masuk atau memilih kita. Alice apapun, dalam bentuk apapun. Termasuk Alicemu, Laiko."

JGEER!!! Bagaikan petir yang menyambar kehidupannya yang tenang. Tidak boleh pakai alice?! Gawat, Laiko panik. Walaupun dirinya cukup percaya diri kalau wajahnya berada di atas rata-rata, tapi sifatnya sudah cukup terkenal-- dan parahnya, terkadang lebih keterlaluan dari Mukuro sendiri! Gawat-- Tapi mendengar hukuman bagi yang tidak ikut... Laiko merasa sebaiknya Kazu tidak perlu ikut.

Ah... Harganya? Agak mahal juga dibilang-bilang...

"Tunggu Muku, tetapi... 50 rabbit apa tidak terlalu mahal? Uang jajan single star adalah 30 tiap 3 minggu, dan sekolah ini didominasi single star, bagaimana?" Tanya Laiko sebelum Mukuro mengeluarkan wiski, oh yeah, minuman keras.

"Hm... Kalau tidak ketahuan tidak masalah kan...?"

"Well... Tapi saranku jangan deh sebaiknya... Kalau mereka mau baru dikasih, kalau yang tidak tahan semua pada pingsan bagaimana? Kan ada yang sensitif dengan alkohol..."
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Sat Oct 11, 2008 10:40 am

Nacht mendengarkan perkataan Mukuro dengan seksama dengan wajah >3 karena khawatir kalau Ia akan melewatkan kata-kata yang penting. Umm... berarti... secara singkat, Ia harus mendapatkan pelanggan lebih banyak dari yang lain kalau tidak mau disuruh-suruh selama seminggu. Dan jangan menggunakan alice. Well.. Syarat yang tidak terlalu rumit untuk Nacht. Yang lebih penting... mengenai pembayaran yang diperuntukkan bagi 'pelanggan' mereka. 50 rabbit bukanlah jumlah yang sedikit sepertinya.

"......."

Ia sebetulnya ingin protes, tapi... seorang Watcher yang kalau tidak salah bernama Laiko sudah melakukannya, jadi.. yaa... lagi-lagi Ia hanya bisa diam di atas kursi kecilnya sambil memperhatikan wajah Mukuro yang mulai kemerahan.

Umm... apa Ia sakit ya? batin Nacht dengan wajah =3?
Back to top Go down
Takasu Kazuki
Triple Star
Triple Star


Posts : 1482
Join date : 2008-09-01
Location : Gate of Judgement

Character Sheet
Alice: Teleport
Class: A High School
Self Quote: Kufufufufu~ Where's is my 'food'? >3

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Sat Oct 11, 2008 5:27 pm

Kazu tidak mendengarkan kata-kata orang lain yang ada di sana selain Mukuro. Menyebalkan sekali. Kenapa dia harus terlibat dalam acara suram begini. Kazu pun hanya diam, di otaknya sudah terpikir rencana yang sangat-sangat sederhana untuk menghadapi hal itu. Entah berhasil atau tidak. Jadi, Kazu kembali ke tempatnya duduk tadi.

_________________


Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Sat Oct 11, 2008 8:25 pm

Pemimpin rapat ini akhirnya datang. Mion baru pertama kali ini melihatnya, wajar saja. Seorang pemuda yang dipanggil 'rambut nanas' atau 'Mukuro' berdiri di depan semuanya dan langsung biara ke pokok masalah To the point. Yang lain mendengarkan, terdiam. Diselang kedatangan seorang wanita muda cantik yang bicara soal menikah.

Tibalah sesi tanya-jawab. Ada beberapa yang protes, termasuk Shiruba. Mion dapat melihatnya dari balik pelupuk matanya yang setengah tertutup karena ngantuk. Ia juga melihat teman-debat Shiruba yang berambut coklat rancung ikut dalam aksi protes itu.

Muku; bicara soal Punishment sekarang. Yang dapat pelanggan paling sedikit akan dapat hukuman, dan entah mengapa Mion 'agak' yakin bahwa ia yang akan kalah. Walau ada sedikit keinginan untuk menang, dan menyuruh mereka yang kalah untuk melakukan 'Spider Hunting'.

Didasari rasa malas, ia mengangkat tangannya.

"Kenapa kita ikut Festival ini?" Tanya Mion dengan suaranya yang dalam. Aneh sekali membayangkan semua orang disini bersemangat ikut suatu event yang, er......
Back to top Go down
Haninozuka Shiruba
Principal Student
Principal Student


Posts : 1423
Join date : 2008-08-29
Age : 22
Location : Sugarland

Character Sheet
Alice: Suicide Pheromone Alice
Class: B of Senior High School
Self Quote: "Ah, anything was change?"

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Sun Oct 12, 2008 7:57 am

Heh,Mukuro-sensei serius ? Wiski ? Dan bayarannya...

Shiruba hanya menghela napas. Apalagi ketika Kazu protes,si rambut perak itu makin bingung saja.

Shiruba memutuskan untuk diam saja,separuh memperhatikan rapat. Tapi perhatiannya kini tertuju pada guru wanita yang baru datang. Tomomi-sensei,istrinya Makoto-sensei. Sepertinya ia digoda Laiko.

Ah,entah bagaimana jalannya rapat ini selanjutnya.

_________________
"...because I love to see when a drop of blood's falling onto earth,
like strawberry syrup on a bar of chocolate...
It look too sweet and addicting"


Haninozuka Shiruba
Back to top Go down
View user profile http://rellion-fox.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Mon Oct 13, 2008 9:12 am

Sementara yang lain sedang sibuk mendiskusikan hal-hal yang menyangkut Host Club, Nacht, yang masih menyangka kalau Host Club adalah tempat untuk bermain-main dengan gadis-gadis, memalingkan pandangannya ke arah jendela, menatap lapangan yang berada diluar dengan wajah [- -]. Sepertinya sudah cukup bosan dengan keadaan rapat yang tak kunjung selesai.
Back to top Go down
Adriano Constanza
Homeroom Teacher
Homeroom Teacher


Posts : 390
Join date : 2008-09-01
Age : 31
Location : Ningentou

Character Sheet
Alice: Possession Alice
Class: Teacher
Self Quote: Perché ...? Perché è Sono l'unico che la sinistra? Questa anima è immortale, non ancora ... perché io sono ancora vivo?

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Mon Oct 13, 2008 12:30 pm

Quote :
"Tunggu Muku, tetapi... 50 rabbit apa tidak terlalu mahal? Uang jajan single star adalah 30 tiap 3 minggu, dan sekolah ini didominasi single star, bagaimana?"

"Hmm...?"

Mukuro terdiam sejenak, menghentikan kegiatan minum-minumnya. Wiski yang dipegangnya sekarang hanya tersisa setengah botol, dan wajahnya sudah semakin merah. Oh, apalagi yang bisa dikatakan? Dia mabuk, itu jelas dan sama sekali tidak bisa dibantah. Pria muda berambut biru tua itu pun bersendawa keras dan menaruh tangannya di bawah dagu seolah berpikir, matanya terlihat serius sekalipun sebenarnya sama sekali tidak terfokus.

"Allora ... che cosa circa il 10 Rabbit per mezz'ora?" kata Mukuro dengan cepat, namun dia buru-buru membenarkan perkataannya. "Maksudku, bagaimana dengan 10 Rabbit per setengah jam lalu berlaku untuk kelipatannya?"

Begitu menyelesaikan perkataannya, Mukuro kembali mendekatkan mulut botol wiski ke mulutnya, dan menenggak cairan setan itu.

Quote :
"Well... Tapi saranku jangan deh sebaiknya... Kalau mereka mau baru dikasih, kalau yang tidak tahan semua pada pingsan bagaimana? Kan ada yang sensitif dengan alkohol..."

"Aww ..non essere così avaro..." kata Mukuro sambil nyengir lebar. "Wiski itu enak lho, baik untuk kesehatan lagi..."

Yeah, baik untuk kesehatan kepalamu, Mukuro. Dia sendiri jelas-jelas terlihat sudah di ambang kesadaran dan tidak sadar, matanya sama sekali tidak terfokus. Yah, sebenarnya bisa dilihat dari lidahnya yang dari tadi keselip melulu, bicaranya sudah campur aduk antara bahasa Jepang dan Italia. Sepertinya dia memang seperti ini, eh, kalau mabuk? Tapi kemudian dia mengangguk-angguk dan mengacungkan jempolnya ke arah Laiko, seolah menyetujui perkataan pria itu.

Quote :
"Kenapa kita ikut Festival ini?"

"Non lo so. Chiedi Hiino-kun," jawab Mukuro sambil menunjuk Hiino.

Yah, mana dia tahu kenapa mereka harus ikut festival atau tidak kan? Dia hanya menyarankan ketika diberi tahu kalau Dangerous akan ikut festival, itu saja. Dan mana dia mengira-ngira kalau usulnya akan disetujui secara langsung oleh si Homeroom Teacher Dangerous itu?

_________________


"Forever yours."
Back to top Go down
View user profile http://www.fanfiction.net/~itachi4ever
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Mon Oct 13, 2008 5:07 pm

".....10 Rabbit cukup" ujar Tomomi.

Quote :
Aww ..non essere così avaro..." kata Mukuro sambil nyengir lebar. "Wiski itu enak lho, baik untuk kesehatan lagi..."

"...." Tomomi terdiam.

"....ingat, aku nggak mau tanggung jawab....Kalau terjadi sesuatu pada seorang anakpun karena alkohol" ujar Tomomi berusaha menatap ke arah lain.

Dia melihat Nacht.

Quote :
Sementara yang lain sedang sibuk mendiskusikan hal-hal yang menyangkut Host Club, Nacht, yang masih menyangka kalau Host Club adalah tempat untuk bermain-main dengan gadis-gadis, memalingkan pandangannya ke arah jendela, menatap lapangan yang berada diluar dengan wajah [- -]. Sepertinya sudah cukup bosan dengan keadaan rapat yang tak kunjung selesai.

"Kenapa, dik? Capek?" tanyanya dengan nada yang berbeda seperti saat berbicara pada Mukuro. Lebih lembut dan terkesan keibuan.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Mon Oct 13, 2008 5:44 pm

"Aku sih tidak ada pertanyaan lagi, kuharap akan jadi menyenangkan..." Ujar Laiko sambil mengangkat tangan kanannya. Semoga festival kali ini menarik, harapnya. Lalu ia melihat Nacht yang bosan, tidak menghiraukan Tomomi yang mengajak Nacht bicara, berjalan ke arah Nacht dan mengangkatnya. Setelah duduk di tempat duduk terdekat, ia memangku Nacht. "Halo kecil, bila festival mulai, jangan mendominasi pelanggan ya." Ujar Laiko usil sambil menusuk-nusuk pipi Nacht yang sepertinya empuk itu.
Back to top Go down
Haninozuka Shiruba
Principal Student
Principal Student


Posts : 1423
Join date : 2008-08-29
Age : 22
Location : Sugarland

Character Sheet
Alice: Suicide Pheromone Alice
Class: B of Senior High School
Self Quote: "Ah, anything was change?"

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Tue Oct 14, 2008 3:54 am

Shiruba membenarkan posisi duduknya. Sepertinya rapat ini sudah mendapatkan hasil. Mata birunya menatap Mukuro, sedikit berjengit karena bau alkohol menusuk hidungnya. Sebagian besar pendapat Mukuro sih, ia setuju saja. Yang jelas ia hanya ikut. Tapi soal alkohol, ia kurang setuju. Mau dibilang apa Dangerous nanti? Erh--tapi guru yang mengajukan, yah, entahlah.

"Aku ikut saja semua aturannya," ujar Shiruba. "...tapi kupikir tak perlu ada wiski untuk pelanggan..." lanjutnya.

Hah, host club saja sudah merepotkan. Apalagi ada wiski...

Dengan niat menghilangkan kejenuhan, Shiruba ingin sedikit mengobrol dengan Nacht. Tapi sepertinya sudah ada 2 orang lain yang mengajak 'adiknya' itu bicara. Akhirnya ia hanya tersenyum simpul ke arah Nacht.

_________________
"...because I love to see when a drop of blood's falling onto earth,
like strawberry syrup on a bar of chocolate...
It look too sweet and addicting"


Haninozuka Shiruba
Back to top Go down
View user profile http://rellion-fox.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Tue Oct 14, 2008 12:49 pm

"Kenapa, dik? Capek?" tanya seorang gadis kepadanya.

"Umm... Tidak kok..."

Jawab Nacht dengan wajah =3; dan nada suara yang terkesan ragu-ragu. Kelihatan sekali kalau anak kecil ini tidak dapat berbohong. Yaa... wajar sih, situasi rapat yang membingungkan (setidaknya bagi Nacht) membuat stamina tubuhnya terkuras habis. Salah satu penyebabnya karena otaknya --mau tidak mau-- harus mencerna kata-kata yang sulit dan membingungkan yang dilontarkan oleh para peserta rapat.

Ia harus mengerti baik-baik mengenai rencana Festival kali ini. Selain karena Festival ini adalah Festival pertama baginya, satu alasan lain yang sangat penting baginya ialah; Ia ingin membuat 'kakak'nya, Shiruba, bangga kepadanya. Hanya itu saja, tidak lebih. Kemudian, Laiko, seorang laki-laki yang pernah 'mendandaninya' di Pesta Kostum di Woods dulu mendekat ke arah Nacht lalu mengangkatnya dan mendudukkannya di pangkuannya. Membuat Nacht kecil hanya terdiam seraya menatapnya dengan pandangan kebingungan.

"Halo kecil, bila festival mulai, jangan mendominasi pelanggan ya." ucap Laiko seraya menusuk-nusuk pipi Nacht dengan jarinya. Ia tak terlalu paham dengan ucapan Laiko, terutama di bagian 'mendominasi pelanggan', apa ya kira-kira maksudnya? Tapi... lebih baik tanyakan saja di lain waktu, prioritas pertama adalah menyelesaikan rapat dahulu.

"Baik kak..."

Nacht tersenyum kecil. Sebelum 'sesuatu' melintas di kepalanya. Ahh... ia ingat belum memberikan ucapan terima kasih karena mendandaninya dengan kostum Badut di pesta Kostum dulu. Ia menatap wajah Laiko lekat-lekat sebelum berbisik pelan pada Laiko.

"Kakak Laiko... umm.... Terima Kasih ya telah membantuku untuk memilih kostum di Woods dulu..." bisik Nacht tulus pada Laiko. Tidak sadar kalau sebetulnya Ia dikerjain oleh Watcher yang satu ini. Well... tapi beginilah pola-pikir Nacht kecil. Ia menganggap, semua yang membantunya adalah orang yang baik.
Back to top Go down
Takasu Kazuki
Triple Star
Triple Star


Posts : 1482
Join date : 2008-09-01
Location : Gate of Judgement

Character Sheet
Alice: Teleport
Class: A High School
Self Quote: Kufufufufu~ Where's is my 'food'? >3

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Tue Oct 14, 2008 6:05 pm

"10 rabbit? Aku tidak terima bayaran murah seperti itu." sambung Kazu dari tempat duduknya. Dan dia pun berdiri lalu berjalan ke arah pintu. "Well, sepertinya aku tidak harus ikut dan juga tidak seharusnya berada di sini. Permisi." Kazu membuka pintu ruangan itu dan keluar setelah membantingnya.

(out)

_________________


Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Tue Oct 14, 2008 9:11 pm

Quote :
"Umm... Tidak kok..."

Jawab Nacht dengan wajah =3; dan nada suara yang terkesan ragu-ragu. Kelihatan sekali kalau anak kecil ini tidak dapat berbohong. Yaa... wajar sih, situasi rapat yang membingungkan (setidaknya bagi Nacht) membuat stamina tubuhnya terkuras habis. Salah satu penyebabnya karena otaknya --mau tidak mau-- harus mencerna kata-kata yang sulit dan membingungkan yang dilontarkan oleh para peserta rapat.

"Maniiiis~" pikir Tomomi.

Tomomi memberikan sebotol Pocari Sweat pada Nacht.

"Apa kamu haus? Mau minum?" tanyanya lembut.
Back to top Go down
Adriano Constanza
Homeroom Teacher
Homeroom Teacher


Posts : 390
Join date : 2008-09-01
Age : 31
Location : Ningentou

Character Sheet
Alice: Possession Alice
Class: Teacher
Self Quote: Perché ...? Perché è Sono l'unico che la sinistra? Questa anima è immortale, non ancora ... perché io sono ancora vivo?

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Wed Oct 15, 2008 11:07 am

Mukuro terdiam sejenak. Mata darah-lautnya menatap semua orang yang ada di ruangan itu. Sepertinya mereka tidak setuju soal minuman keras, eh? Mukuro menenggak kembali wiskinya dan menghela nafas. Baiklah, kalau memang itu yang mereka mau. Mukuro pun menyimpan botol itu ke tempatnya semula dan mendudukkan dirinya di sebuah sofa di sudut ruangan, lalu menggaruk-garuk kepalanya sambil berbicara lagi.

"Bene, bene... quindi nessun tipo di alcolico..." kata Mukuro, sekali lagi lidahnya keselip dan dia menggunakan bahasa Italia. Dia pun menyadari kesalahannya dan bicara lagi, kali ini lidahnya mengucapkan bahasa Jepang sama fasihnya dengan bahasa Italianya. "Oke, tidak ada alkohol. Harga sudah disepakati dan itu berarti kita bisa mulai kapan saja..."

Mendadak, si bocah berambut coklat bangkit dari tempat duduknya. Dia berkata kalau dia tidak mau ikut dan tidak perlu ikut, karena bayarannya terlalu murah. Alis mata Mukuro naik sebelah, tapi dia tidak berdiri dari posisi duduknya di sofa dan hanya menyeringai dengan seringai trademarknya, tidak sedikitpun bereaksi atas suara bantingan pintu.

Tetapi dia tersenyum dingin, dan keluarlah kalimat pembawa kesialan bagi siapapun yang dia maksudkan dalam kalimat itu.

"è tempo di pena..."

Mukuro pun berdiri dan meninggalkan kursinya, lalu membuka pintu dan keluar sambil melempar senyum terakhir.

"Arrivederci~" katanya sambil melambaikan tangan.

(OUT)

_________________


"Forever yours."
Back to top Go down
View user profile http://www.fanfiction.net/~itachi4ever
Haninozuka Shiruba
Principal Student
Principal Student


Posts : 1423
Join date : 2008-08-29
Age : 22
Location : Sugarland

Character Sheet
Alice: Suicide Pheromone Alice
Class: B of Senior High School
Self Quote: "Ah, anything was change?"

PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Wed Oct 15, 2008 11:22 am

Shiruba menghela napas lega ketika Mukuro menyetujui tak perlu ada minuman keras. Dan sepertinya tak ada yang perlu dibicarakan lagi di rapat ini.

"Err... Tak ada yang perlu dibahas lagi ?" tanya Shiruba, pandangannya menjelajah ruangan.

"Kalau begitu..." Shiruba berdiri, "Sampai jumpa di festival !"

Ia tersenyum pada seluruh anggota Dangerous yang ada di ruangan itu. Lalu ia berjalan keluar dari tempat rapat.

[OUT]

_________________
"...because I love to see when a drop of blood's falling onto earth,
like strawberry syrup on a bar of chocolate...
It look too sweet and addicting"


Haninozuka Shiruba
Back to top Go down
View user profile http://rellion-fox.livejournal.com/
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Wed Oct 15, 2008 5:23 pm

"Baiklah, ini untukmu, anak kecil. Lain kali beri aku namamu ya" Tomomi memberikan Pocari Sweat itu pada Nacht.

Dia berjalan keluar, menggandeng Mako.

"...Ayo kita pulang" ujarnya.

[out w/Mako]
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Wed Oct 15, 2008 5:46 pm

Nacht mengambil pocari sweat yang diberikan oleh seorang gadis muda padanya. Tersenyum kecil dengan wajah x3, lalu, sebelum sempat menanyakan nama dan mengucapkan terima kasih, gadis itu sudah pergi dari ruang rapat, disertai beberapa orang yang lain. Umm... apa lebih baik pergi juga ya?

"Umm... Kakak Laiko.."

Nacht turun dari pangkuan Laiko dengan sebuah lompatan kecil, lalu membalikkan badannya dan menatap Laiko lekat-lekat.

"Sekali lagi.. Terima Kasih ya.. atas kostumnya.." seru Nacht riang sambil memasukkan Pocari sweat yang diterimanya dari gadis tadi di dalam saku celana pendeknya, lalu berjalan keluar, dan menghilang di kejauhan.

[out]
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: Empty Room -- Dangerous Meeting   Today at 5:38 pm

Back to top Go down
 
Empty Room -- Dangerous Meeting
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 7Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next
 Similar topics
-
» [Closed] Her Heart is an Empty Room
» ISCC Meeting 3 - Discussion Thread - Suzuka
» Stock Car Meeting 8 Discussion Thread – Sunset (Speedway Reverse)
» Advice for creating a toy room
» SGT Meeting 3 - Silverstone Grand Prix - RESULTS

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: