Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Street Performance

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
AuthorMessage
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 9:24 pm

'Rusak'?

samar-samar, di tengah keributan itu Nauka mengatakan sesuatu tentang serangga-serangga tersebut. Nanti rusak? Oke, setidaknya kini NANA mulai mengerti. Tapi tiba-tiba Souji menempelkan kertasnya pada punggung Nauka, dan seketika itu juga Nauka melangkah pergi. Eh... PERGI?!

"Oi!! Mau ke mana kau??" seru NANA, tapi Nauka keburu menghilang di kejauhan, meninggalkan mereka dengan serangga-serangga itu. Dan tak lama kemudian Cyalle menenangkannya dengan berkata bahwa serangga itu tidak akan menyakiti mereka. Tiba-tiba sebersit jawaban mulai muncul di pikiran NANA.

"Robot! Mereka semua robot!" NANA kelihatan setuju dengan Cyalle dan menepukkan kedua tangannya dengan lega. Tapi, kalau benar controller-nya dibawa oleh Nauka, bagaimana cara mereka menghentikannya?! Ah!! NANA tahu! gadis itu melayangkan pandangannya dan menemukan sebuah hydrant tak jauh dari mereka.

"Itu dia!!" NANA berseru dan menghampiri hydrant tersebut, masih membawa kotak gitarnya. "Kalian, tunggu di sana, ya!"

Kemudian, setelah menarik nafas, NANA memukul hydrant itu terus menerus, hingga kenopnya bocor dan air menyeruak keluar dari hydrant tersebut.

"YATTA!!"

Kini, air merembes dengan derasnya, menyiram robot-robot itu. Biasanya kalau terkena air, robot akan jadi konslet, kan? Tapi air yang mengalir terlalu deras, sehingga membuat basah NANA, Cyalle, Souji, dan Noa juga.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 9:36 pm

Air-air tesebut merembes sangat luar biasa sehingga lebih tepat disebut menyemprot daripada merembes,robot-robot serangga tersebutpun hanyut dalam aliran dari genangan air ke dalam solokan
"Nice Hit!" puji Souji pada Nana sembari mengacungkan jempolnya.
Back to top Go down
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 9:56 pm

Alhasil, semua kecoa tadi itu menjadi korslet dan mereka semua malah basah kuyup karena NANA menghancurkan hydrant tersebut. Tapi tidak apalah, yang penting mimpi buruk terlewati...

"Yei!! Kecoa2nya mati!!" teriak Cyalle gembira.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 10:09 pm

Yosh, untung saja kotak gitarnya cukup keras, sehingga mampu membocorkan hydrant itu dan menghanyutkan robot-robot tersebut ke dalam selokan. Tapi, semua kesuksesan itu harus dibayar dengan air yang kini membuat mereka basah kuyup.

"Kalian tidak apa-apa?" NANA menghampiri mereka bertiga sambil menenteng kotak gitarnya yang kini sedikit penyok di tempat ia memukulkannya ke hydrant tersebut. "Maaf, jadi basah kuyup begini..." gadis itu menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum lirih.
Back to top Go down
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 10:25 pm

Cyalle melihat bajunya yang basah kuyup. "Yah, bajuku...bagaimana ini..." ujarnya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 10:38 pm

Bagaimana ini? Sepertinya NANA jadi orang yang paling bertanggung jawab kalau-kalau mereka semua jadi flu. Yah, dia sendiri tak pernah pikir panjang kalau bertindak, sih.

"Aku bawa jaketku!" ya, NANA baru ingat kalau tasnya masih ada. Ia berlari ke arah toko tempatnya tadi nongkrong dan menemukan tasnya yang sedikit basah. Moga-moga isinya tidak. Perlahan, ia mengeluarkan jaket tebalnya -- yang ternyata masih kering, dan menyampirkan jaket itu di badan Cyalle.

"Pakailah ini sebelum kau terkena flu!" gadis itu tersenyum, masih merasa bersalah. "Maaf ya, aku memang bodoh."
Back to top Go down
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 10:53 pm

Sewaktu NANA menyampirkan sebuah jaket ke badan Cyalle, dengan wajah khawatir dia berkata, "Lho? Kakak Natsu tidak pakai? Nanti masuk an--HUAAACYIIIH!!!" belum ngomong sepenuhnya, dia langsung bersin dan jelas2 mengenai wajah NANA yang dihadapannya.

"Ah! Ma-maaf!!" panik sambil membungkukkan badannya meminta maaf. Waduh, dia sudah pilek...
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Sun Oct 05, 2008 11:14 pm

"Tidak usah! anak-anak lebih mudah terkena flu, kan?" NANA nyengir, dan seketika itu pula Cyalle bersin.

"Hee! kau sudah kena... HUACHIM!" NANA pun bersin di hadapan Cyalle. Gadis itu menggosok hidungnya dengan telunjuknya sambil tersenyum bodoh. "Aku kena juga." ujarnya.

"Yoosh! Sudah malam! Ayo pulang sebelum flu-mu semakin parah!" lanjutnya sambil menepuk pelan kepala Cyalle.
Back to top Go down
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Mon Oct 06, 2008 1:44 am

"Menyenangkan?"

Nauka tersenyum pada mereka dari atas sebuah dahan pohon, berjongkok dan tampak tidak kesulitan mempertahankan keseimbangannya.

Ia melirik ke arah Sanada dengan senyuman tipis dan mata yang disipitkan. Sorot mata itu begitu tajam, tapi tidak mengesankan kebencian. Sorotan mata yang meresahkan, tapi tidak jelas apa alasan yang membuat keresahan itu.

Cyalle lalu bersin-bersin dan Nauka melompat turun dari pohon itu, mendarat dengan kedua kakinya secara hampir sempurna. Benar-benar seperti monyet.

"Hmm... Kalian mengguyurnya?" gumam Nauka sambil mencermati sekelilingnya. "Bukan ide yang bagus. Lain kali aku mungkin aku akan menggunakan yang lebih besar. Mereka bisa meledak."

Tangannya lalu merogoh-rogoh ke dalam tas selempang coklatnya, menarik keluar empat kaleng teh hijau hangat.

"Nih," ujarnya sambil melemparkan tiga kaleng ke arah Nana, Sanada dan Noa. Ia lalu menyerahkan satu kaleng pada Cyalle. "Permainan sudah berakhir, ini hadiah keduanya."

"Tenang, aku tidak memasukan apa-apa ke dalamnya," tambahnya cepat. Ia mengambil satu kaleng lagi dari tasnya dan meneguk teh itu. "Aku membelinya dari toko itu dan menghangatkannya. Jadi terjamin tidak ada apa-apa."

OOC: klo disuruh out, bukan berarti ga bisa in lagi kan? XD
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Mon Oct 06, 2008 1:10 pm

"menyenangkan sekali..dan trik yang bagus!" masih tersenyum Souji ketika melontarkan kata-kata tersebut dan memberi satu jempol pada Nauka,membalas sorotan matanya yang dengan penuh nista menatap ke Souji

"dan terimakasih matas minumannya,tidak saya sangka,kau begitu bertanggung jawab!" pujinya lagi sembai menerima kaleng teh itu dengan satu tangannya.

sembari menegak teh kaleng itu,dia memikirkan cara untuk menyibukan Nauka lagi,kali ini dia tanpa banyak babibu lagi menempelkan kertas dengan tulisan 'lari 8 kilometer dari hadapan Souji' di kertas berikut dan langsung menempelkannya dengan akurasi yang luar biasa,menumpuik kertas yang sebelumnya tertempel disana.

"bye-bye!" katanya sembaari melihat Nauka yang meninggalkan tempat itu,berlari menuju arah depan Souji dimana terletak jalan yang begitu panjng sampai tak kelihatan ujungnya

"orang seperti itu memang harus dibuat sibuk,energinya banyak" lanjutnya sembari tersenyum pada Nana.


OOT:@nauka : see that coming ngakak guling2 ngakak guling2
Back to top Go down
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Mon Oct 06, 2008 4:50 pm

Nauka mulai tampak berlari, tapi di saat yang sama mengeluarkan granat kecil dan segera meledakannya pada diri sendiri. Getah lengket membasahi kakinya sehingga meskipun ia berlari, ia akan tetap tinggal.

"Oke, sampai dimana tadi?" ujarnya tenang.

Ia mengambil remote control dan melemparkannya pada Nana. "Itu untukmu. Coba kau tekan tombol warna hijaunya."

"Oh dan tenang saja, tidak akan ada hal yang terjadi padamu. Kan sudah kubilang permainan sudah selesai."

OOC: nauka is very resourceful
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Mon Oct 06, 2008 5:16 pm

NANA menangkap sekaleng teh hangat yang dilempar oleh Nauka dengan kedua tangannya, sedikit terkejut karena kemunculan pemuda yang tadi sempat pergi meninggalkan mereka.

"Sankyuu! Dan... Tadi kau pergi ke mana?" tanyanya sambil membuka penutup kaleng tersebut dan menyeruput isinya. Yah, teh hangat tersebut memang menjadi penolong yang cukup berarti baginya. Selagi ia meminum teh-nya, tiba-tiba Souji menempelkan kertas lagi di punggung Nauka, lalu sebuah bom getah tiba-tiba meledak dan cairan lengketnya menyelimuti kaki Nauka.

Apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Belum sempat NANA berpikir lebih lanjut, tiba-tiba sebuah remote control terlempar ke arahnya. Ia menangkap remote controlnya dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya masih memegang kaleng minumannya yang hampir kosong.

"Tekan?" NANA melihat tombol hijau pada remote control itu dan menekannya. Toh, 'permainan' yang dimaksud Nauka itu sudah berakhir, kan?
Back to top Go down
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Mon Oct 06, 2008 6:17 pm

Pria berkacamata itu datang kembali. Bagaimana caranya dia bisa melepaskan diri dari kertas yang ditempelkan oleh Sanada? Apakah karena anginkah? Atau ada orang lain yang melepaskannya? Yah, yang paling penting permainannya sudah selesai...semoga saja...

"Terima kasih!!" senyum Cyalle kepada Nauka yang memberikan kaleng teh hangat kepadanya kemudian menyeruput minuman tersebut.

"orang seperti itu memang harus dibuat sibuk,energinya banyak"

"Kakak tidak boleh begitu! Kan kata om---kak Nauka permainan sudah selesai!" ujar Cyalle cemberut kepada Sanada sewaktu dia bemaksud untuk menjauhkan Nauka lagi dari mereka.

Lalu Nauka melemparkan sesuatu kepada NANA yaitu sebuah remote control. Buat apa itu?

"Wah~ Pasti menarik!!" girang anak berambut pirang itu sewaktu NANA menekan tombol hijau dari remote tersebut. Apa yang akan terjadi? Semoga tidak ada yang aneh2 keluar...
Back to top Go down
View user profile
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Tue Oct 07, 2008 5:08 am

"Terima kasih banyak," ucap Nauka pada Cyalle dan Nana di saat yang bersamaan.

Nauka menengok ke arah semak-semak, lalu beralih pada langit malam yang bertaburan bintang. Sekilas ia tampak menikmati suasana malam, menikmati angin sejuk yang menerpa kulitnya yang bagai porselen itu. Tapi sedetik kemudian senyum asimetris itu sempat lolos dari topengnya yang nyaris sempurna. Sayangnya kemunculan senyuman itu hanya sebentar dan kembali dibenamkan ke dalam bibir tipisnya yang kini tersenyum datar.

Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara derap langkah berat yang mengusik ke tenangan malam; sebuah robot coklat berbentuk beruang. Robot yang cukup besar; sekurang-kurangnya 2 meter.

"Pedobear," Nauka tersenyum lega. "Tolong bawa orang itu 8 kilometer dariku, setelah itu bawa dia kemari lagi."

Pedobear itu tanpa buang waktu mengangkat tubuh Sanada Souji dengan cengkraman kuat, dan berlari membawa anak di bawah umur itu.

Nauka lalu kembali beralih pada Nana dan Cyalle.

"Tenang, dia tidak akan berbuat apa-apa padanya. Pedobear hanya bisa lari membawa orang saja, tidak lebih," jelasnya, seolah-olah berusaha menenangkan.

"Oh, dan ini bukan bagian dari permainan." tambah Nauka, masih tersenyum.


OOC: Pedobear uda ada sejak AS RPG lama, dan dia robot yang kalau uda mengangkat dan membawa lari, hampir ga mungkin kabur. Tenang aja, nanti pasti dilepasin kok.

Tunggu 3 post murninya Nauka dulu ya. >D
Back to top Go down
View user profile
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Tue Oct 07, 2008 10:44 am

Meski dia terlihat polos dan bloon, anak berpita biru ini sebenarnya penasaran dengan pria berambut biru kehitaman yang misterius tersebut. Sebenarnya apa tujuan semua permainan yang tadi ia buat? Sebuah keisengankah? Atau semacam 'balas dendam'? Tapi tampaknya semua itu tidak akan pernah bisa tertebak dibalik wajah senyuman Nauka itu.

"Ng? Suara apa itu?" ujar Cyalle mendengar suara langkah berat dari kejauhan hingga sedikit demi sedikit menampakkan dirinya; sebuah robot berbentuk beruang yang sangat besar bagi penglihatan anak ini.

"Wah!! Besar sekali!! Apa itu?!" tanyanya yang bukannya kaget, melainkan kagum melihat beruang besar itu.

"Pedobear," Nauka tersenyum lega. "Tolong bawa orang itu 8 kilometer dariku, setelah itu bawa dia kemari lagi."

"Wai~ pedobear? lucu sekali!!" lanjutnya sambil terus memandang pedobear tersebut yang membawa tubuh Sanada menjauh dari mereka. "Terus? Kakak itu bakal diapain?" tanya anak berambut pirang ini kepada Nauka.

"Tenang, dia tidak akan berbuat apa-apa padanya. Pedobear hanya bisa lari membawa orang saja, tidak lebih," jelasnya, seolah-olah berusaha menenangkan.

"Oh, begitu..." ujar Cyalle termanggut-manggut sambil manyun.

"Oh, dan ini bukan bagian dari permainan." tambah Nauka, masih tersenyum.

"Eh? Jadi itu apa? Hukuman?" tanya Cyalle lagi kepada Nauka.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Tue Oct 07, 2008 4:43 pm

NANA melihat pedobear yang tiba-tiba muncul dan membawa kabur Souji tersebut.

"Eh?! Apa itu?!" NANA berlari kecil berusaha mengejar pedobear yang larinya cukup kencang itu, tapi ia tidak berhasil dan akhirnya hanya memandang punggung pedobear yang mulai menjauh.

"Keren sekali!!" serunya tanpa mengalihkan pandangannya pada pedobear yang kini sudah melengang entah ke mana.

"Itu apa namanya?" tanyanya bersemangat pada Nauka.
Back to top Go down
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Tue Oct 07, 2008 4:48 pm

"Pedobear," jawabnya singkat pada Nana. "Salah satu ciptaanku."

Ia lalu beralih pada Cyalle.

"Aku tidak menghukum kok, hanya ingin lepas dari alicenya saja. Kalau jarak di antara kita sudah 8 kilometer, berarti sudah beres kan?" jelas Nauka sambil sedikit meringis karena kakinya pegal. "Kalau ternyata tidak berhasil, berarti aku harus... memintanya secara keras untuk melepaskan alicenya."

Tiba-tiba ia tersenyum asimetris.

"Apakah kalian masih menganggap aku tidak 'mencurigakan'?"

OOC: 2 post lg.
Back to top Go down
View user profile
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Tue Oct 07, 2008 11:25 pm

"Apakah kalian masih menganggap aku tidak 'mencurigakan'?"

Sekali lagi dengan muka yang bloon dan polos, Cyalle tersenyum kepada pria itu, "Um...Cyalle rasa tidak ada yang mencurigakan dari pam---kak Nauka!" anak yang sangat optimis....

"Oh ya! Ngomong2 gelang manik2 ini gunanya apa?" tanya anak berumur 8 tahun itu yang masih memegang hadiah gelang tersebut dari Nauka.
Back to top Go down
View user profile
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Wed Oct 08, 2008 5:28 am

"Hmm...? Gelang manik-manik ini buat... kamu," jawab Nauka. Jawabannya terdengar logis, meskipun sudah jelas bukan itu maksud Cyalle.

Nauka lalu mengeluarkan sebuah botol berisi cairan kuning bening dan menuangkan isinya pada kakinya yang di selimuti getah. Tampaknya alice Sanada sudah tidak ada lagi, menandakan dia sudah dibawa 8 kilometer oleh Pedobear. Seharusnya sebentar lagi ia kembali.

"Cyalle, Nana, apa alice kalian?" tanya Nauka tiba-tiba.

OOC: 1 post lagi
Back to top Go down
View user profile
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Wed Oct 08, 2008 12:22 pm

Cyalle hanya menanggapi jawaban Nauka dengan mengangguk. Kemudian Nauka menanyakan mengenai Alice mereka.

"Um...sepertinya Cyalle harus mempraktekkannya secara langsung!" ujar anak berambut pirang ini dengan semangatnya.

Lalu dia mengambil sisa getah dari kakinya Nauka. Cyalle menggenggam tangannya, dan getah tersebut berubah menjadi sebuah karet gelang. "Ini namanya Increase Alice; katanya sih bisa mengembangkan benda menjadi lebih modern terus..."

Sekali lagi Cyalle menggenggam karet gelang tersebut dan benda itu berubah menjadi sebuah getah putih, seperti getah yang diambil dari pohon karet. "Ini namanya, Decrease Alice; um...katanya bisa menurunkan kualitas benda menjadi lebih kuno..." jelasnya.

"Kalau um...Kak Nauka? Alice-nya apa?" tanya balik Cyalle kepada Nauka.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Wed Oct 08, 2008 5:28 pm

NANA memperhatikan praktek alice yang ditunjukkan oleh Cyalle. Mulutnya menganga kagum dan kedua tangannya mulai bertepuk.

"Hebat, hebat!" serunya dengan antusias sambil mengamati karet gelang tersebut dengan tatapan penasaran sekaligus terkesima. Kemudian gadis itu menoleh ke arah Nauka.

"Alice-ku?" NANA tersenyum penuh arti. "Kau akan tahu sewaktu kupraktekan, tapi untuk sekarang tidak!" sahutnya, seakan alicenya berasal dari kelas dangerous atau apa -- padahal sih alicenya cukup sederhana. Tapi, mana tega ia mempraktekkan alicenya pada teman-teman yang baru ditemuinya itu.

Kemudian ia mendengar Cyalle menanyakan alice Nauka. Ah, pasti berhubungan dengan penciptaan, dari divisi technical mungkin?

"Mm... Menciptakan alat-alat aneh?" tebaknya pada Nauka.
Back to top Go down
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Thu Oct 09, 2008 5:25 am

"Alat-alat yang sangat berguna di dunia ini dulu dianggap aneh dan ajaib," gumam Nauka, entah apa maksudnya. Bibirnya yang melengkung tampak ironis dengan matanya yang menerawang jauh dan tanpa ekspresi.

Ia lalu melirik ke arah Cyalle, pandangan matanya melembut dan senyumnya semakin lebar. Semakin terlihat jujur, meskipun tidak jelas apa kebenaran yang sedang disampaikan oleh sungingan senyuman itu. Pipinya bersemu merah karena senyumnya.

"Aliceku," Nauka memutar bola matanya, tampak mencari-cari kata yang tepat. "Aliceku... alice yang menyenangkan."

Dari kejauhan terdengar derap langkah yang berat dan cepat--begitu berat dan cepatnya sehingga terdengar bergemuruh.

Pedobear kembali dan meletakan tubuh Sanada Souji dengan hati-hati agar tidak melukai tubuh orang itu. Setelah itu robot beruang besar itu langsung pergi, menghilang dalam gelapnya malam.

Nauka nyengir kuda, "Aliceku adalah alice yang tidak akan membunuh. Karena itu meskipun Pedobear kuciptakan begitu besar dan kuat, ia 'berhati' lembut dan tak akan menyakiti siapapun meskipun aku sendiri, penciptanya, menyuruhnya untuk menyakiti atau membunuh."

"Kalaupun ia menyakiti--tak usah sampai membunuh--maka ia sudah kusiapkan sistem self-destruct di dalamnya."

Ia lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

"Bagaimana perjalanan 8 kilometermu, Tuan Penyuruh?"
Back to top Go down
View user profile
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Street Performance   Thu Oct 09, 2008 10:36 am

"Daaag pedobear!! Hati2 di jalan ya!!" ujar Cyalle sambil melambaikan tangannya menatap sang robot beruang itu meninggalkan mereka.

Kemudian dia berbalik kepada Nauka dan mendengarkan penjelasan mengenai alice-nya Nauka. Meski sebenarnya masih belum dimengerti secara keseluruhan oleh anak perempuan berumur 8 tahun ini, Cyalle hanya menanggapinya secara optimis,

"Wah~ Pam--kak Nauka he--HUAAACHHIIM!!!" bersin anak berpita tersebut yang sekarang mulai keluar ingusnya. Sepertinya minuman teh berkaleng tadi hanya bekerja menjaga tubuhnya sementara.

"Aduh...." ringis Cyalle sambil menarik ingusnya dan menyelimuti jaket yang diberikan oleh NANA itu ke badannya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Street Performance   Thu Oct 09, 2008 8:17 pm

"8 Kilometer apa? tak terasa tuh,dan nice trip,bisa dibikin wahana nih" Ujar Souji dengan tampangnya yang menyebalkan bin dodol penuh dengan senyum kemenangan

"Nice robot anyway,ga disangka-sangka,bisa berguna sebagai pemanas minuman juga" sedari tadi ia meletakan sebuah kaleng minuman diatas kepala pedobear tersebut yang mungkin panas karena kerja hardwarenya yang diforsir untuk mengangkut seonggok tubuhnya.

"push-up 30 kali" ia menulis tulisan tersebut dan lalu menempelkannya ke punggung Nauka,lantas Nauka dengan khusyunya push up diatas lantai dingin tersebut.
Back to top Go down
Nauka
Watcher
Watcher


Posts : 1078
Join date : 2008-09-01
Age : 35
Location : In front of my holy ERGONOMIC throne with the view of the world displayed on an LCD screen

Character Sheet
Alice: Prank Master
Class:
Self Quote: EPIC!

PostSubject: Re: Street Performance   Fri Oct 10, 2008 7:18 am

Nauka masih berdiri tegak, tanpa melakukan push-up.

"Kau pikir otak anak technical ability itu segitu rendahnya? Kami dijuluki 'anak otaku tukang belajar' bukan karena kami setiap hari duduk sambil minum teh," ujarnya beranalogi, meskipun sulit dimengerti. Mungkin hanya anak yang sama IQnya dengan Nauka yang bisa mengerti--meskipun IQ Nauka sendiri tidak diketahui berapa secara pasti.

Pada pergelangan kiri Nauka kini sudah ada gelang berukir model tua, mungkin dari 7 tahun yang lalu. Dari disainnya--dan mungkin juga fungsinya (yang tak begitu jelas apa)--terlihat kalau benda itu bukan ciptaan Nauka.

"Dan tentu saja tidak terasa, aku kan tidak membuatmu berlari. Anak manja yang hanya bisa menyuruh-nyuruh orang sepertimu tentu tidak akan sanggup dibuat berlari-lari seperti itu. Bisa-bisa aku dipecat sekolah karena membuatmu mati hanya karena kardiovaskularmu lemah," lanjutnya.

"Oh dan robotku tidak panas. Kalau panas tentu kulitmu ikut terbakar. Kau yakin minumanmu panas karena robotku? Kurasa ada seekor kelelawar lewat dan kebetulan buang air sambil terbang, lalu terjatuh pada minumanmu hingga jadi hangat."

Nauka beralih pada Cyalle dan menggendong tubuh anak kecil itu, menariknya dalam pelukan hangat. Terkadang ia sedikit menggoyangkan lengan kuatnya yang melingkar pada pinggang anak kecil itu, menimang-nimangnya seperti sedang menidurkan bayi. Tubuh Nauka hangat. Tidak, tubuhnya panas. Seperti ia demam. Tapi Nauka tidak menunjukan tanda-tanda sedang sakit maupun pusing.

"Sudah malam, kau harus pulang," ujarnya, lebih seperti perintah dibandingkan sebuah saran. Ia lalu melirik ke arah Nana. "Kau juga. Balik ke asrama dan belajar untuk besok."

Ia beralih pada Souji, "Aku tidak peduli denganmu. Keluyuran saja, biar watcher lain saja yang menegurmu."

"Biar seseorang seperti Ayuri saja yang menangani dia," lanjutnya dalam hati.

Nauka kembali beralih pada Cyalle.

"Mana asramamu? Kuantar pulang. Kau juga, Nana. Tidak baik perempuan jalan-jalan malam-malam begini."

OOC: cyalle 8 tahun? bukannya 12? itu yg bener yg mana euy?
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Street Performance   Today at 2:49 am

Back to top Go down
 
Street Performance
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 5Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
 Similar topics
-
» Getting the Street Fighter Wolf 3D mod to work.
» Wellington Street Circuit - Round 7
» Street Racer is now available! :D
» NECA - Street Fighter IV series I & 2 & Mini SF
» Japan Street Racing (JSR) & R300 Club - Request for Recruitment

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: