Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 'til the Dawn Comes...

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
AuthorMessage
Guest
Guest



PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 3:50 pm

"Sango-ssi tidak aneh!! Dan aku tidak menyerang kalian!! Aku hanya ingin mengambil Thokki!!"

"BIsa saja anda bilang begitu sekarang, padahal anda berniat menyerang kami bukan?" tanya BYakuran dingin, tanpa memperdulikan tangisan Bi yang makin menjadi-jadi. Hmp.. belum tahu dia keganasan BYakuran. Salah sendiri mengatanya guru aneh, padahal bener, beberapa saat yang lalu.

"Jangan-jangan anda adalah mata-mata lagi..." lanjutnya datar.
Back to top Go down
Akimoto Amon
Teacher
Teacher


Posts : 106
Join date : 2008-09-03
Age : 23
Location : Outland

Character Sheet
Alice: Death Eyes Alice
Class: Teacher
Self Quote:

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 3:53 pm

"Sango-ssi tidak aneh!! Dan aku tidak menyerang kalian!! Aku hanya ingin mengambil Thokki!!" Jawabnya terbata-bata karena sesenggukan dan dengan nada melengking tinggi di tiap akhir kalimat.

"Jadi...Kenapa boneka kelinci itu bisa sampai nemplok dibahuku?Dan,kami ini guru mu jangan panggil gurumu dengan 'Kalian',mengerti?" ujar Amon santai memandangi Bi yg menangis itu.

"Aku..." Suaranya melemah sekarang, "Aku... Cuma mau jalan-jalan..."
"Alasan yg payah..." gumam Amon semakin memandangi bocah malang itu dgn tatapan intimidasi.
Back to top Go down
View user profile
Lee Hyeon-bi
Single Star
Single Star


Posts : 846
Join date : 2008-09-01
Age : 27
Location : Para Island =))

Character Sheet
Alice: Puppet Master Alice
Class:
Self Quote: Status: MARRIED =)) =))

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:06 pm

ooc : astaga.. kalian kejam! ngakak guling2

--

Ah, strategi merengek gagal! Tangisannya samasekali tidak membuat dua orang kejam ini melembutkan hati barang sedikit, malah semakin menjadi-jadi dengan tatapan dingin dan ucapan menusuk. Ugh~! Bi berada di ujung tanduk!!

"Jadi...Kenapa boneka kelinci itu bisa sampai nemplok dibahuku?Dan,kami ini guru mu jangan panggil gurumu dengan 'Kalian',mengerti?"
"BIsa saja anda bilang begitu sekarang, padahal anda berniat menyerang kami bukan?"

Bi terbatuk pelan, tersedak, sebelum menenangkan diri dan menatap kedua guru itu bergantian. Ia mengangguk 'sok' sopan pada Amon, sebelum menjawab dengan nada seyakin-yakinnya, "Ti-- tidak!! Tentu tidak!! Mana berani saya berniat menyerang guru-guru seperti anda berdua ini??" Jawabnya memelas sambil menggeleng-geleng dan melanjutkan sambil menatap Amon, "Soal Thokki-ssi.. err~ aku tidak sengaja.. Ya, aku tidak sengaja!! Kukira anda murid nakal yang menyusup ke sekolah malam-malam, makanya aku mengerahkan dia!!" Sahutnya diiringi anggukan innocent.
Yah ia tak sepenuhnya berbohong kok, niat sebenarnya bukan menyerang tapi mengangetkan plus mengerjai.. Siapa yang tahu mereka ternyata guru-guru tak berperasaan dan tak punya selera humor?? *minta dijotos*
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:12 pm

"Dan anda.. turunkan psau itu atau anda akan bernasib sama dengan Nona Bi.."

Tiba tiba 2 guru yang sedari tadi ada disana menculik [?] Bi dan mulai menginterogasinya sampai Bi menangis. Ruru berpikir akan menolong Bi nanti, setelah mengalahkan nenek Gadis yang ternyata dipanggil Hana.

Namun, eh.. salah seorang guru memerintahkan Ruru untuk menurunkan pisaunya. Ck... Ruru tak mempedulikan teguran guru itu dan malah membuatnya emosi sendiri. Tensi naik, biasanya Ruru akan melukai dirinya sendiri bila sedang marah. Dan seharusnya ia hanya akan menampakkan emosi nya didepan Ruru--Boneka.
Tapi marah yang sekarang sudah kelewat batas, mungkin.. Semua yang ada disini menghancurkan rencana balas dendam yang sudah tersusun rapi. Apalagi mereka melukai Bi dan Thokki, teman kesayangan Ruru.

Yah.. sekarang guru bernama Pak Byakuran itu menjadi sasaran amukan Ruru.

"Berisik!!!! Diam kau!!" Bentaknya sambil berlari menuju ruang kelas tempat interogasi, dengan memegang erat pisaunya. Di dalam ia lihat 2 orang guru tak berperasaan yang sedang menanyakan pertanyaan mencekam pada seorang anak gadis lemah. Lebay ah!

Ruru menatap mereka bergantian, mencari cari guru yang tadi menyuruhnya melakukan sesuatu. Mana?
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:25 pm

"Si Ruru Boneka akan merusak juga."

"Tunjukkan padaku," ujarnya pelan dan dengan sorot mata yang amat sangat tertarik dengan kalimat yang dilontarkan Ruru, masih, dengan keinginan yang sama; memiliki Thokki atau Ruru. "Aku ingin lihat."

Entah Hana tidak mendengarkan dua orang dewasa yang sedang menikmati kegiatan mereka, yang Hana inginkan hanya satu. Boneka.

Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:37 pm

OOT: Ikutan ngiterogasi Bibi boleh ? ngakak guling2 *masih ngakak baca postan di atas*
---------------------------------------------------

Tep...tepp


Sei mempercepat langkahnya di Bangunan Senior High, dengan alasan tidak dapat tidur, ia menjelajahi tempat itu satu persatu-satu, dan mungkin ia juga bisa mendapati murid-murid yang keluyuran di malam itu. Yah, selain itu, semakin lama ia merasa dapat mengingat masa lalunya (dicepetin aja ah, bosen), yah karena tampaknya ia pernah menuntut ilmu di tempat ini sebelumnya. Keadaan tempat itu sunyi senyap, yang ia dengar hanyalah suara langkah kakinya, sampai ada suara kecil seperti bisikan yang berada agak jauh dari tempatnya. Hantu kah? Yah, walaupun itu hantu sekalipun ia tidak mau ambil pusing, yang ia mau tau hanya asal dari suara itu, dan ia berjalan dan terus berjalan, sampai menemukan suatu ruangan di mana ada dua pria paruh baya yang tampak seumur dengannya dan 3 perempuan yang sepertinya adalah murid.

"Apa yang sedang kalian lakukan? Di tengah malam begini..", ucapnya ketika melihat dua pria itu sedang menginterogasi anak perempuan berambut biru. Tampaknya profesi dari dua orang itu adalah guru, atau mungkin watcher. Kalau tidak mana mungkin mereka menginterogasi kalau mereka adalah murid, paling tidak, kalaupun begitu, anak berambut biru itu bisa mengelak bukan?

------------------------------------------------------

OOT(lagi): Ngga sreg ah ngakak guling2
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:39 pm

"Ti-- tidak!! Tentu tidak!! Mana berani saya berniat menyerang guru-guru seperti anda berdua ini?? Soal Thokki-ssi.. err~ aku tidak sengaja.. Ya, aku tidak sengaja!! Kukira anda murid nakal yang menyusup ke sekolah malam-malam, makanya aku mengerahkan dia!!

"Semua penyusup pasti bilang begitu..." balas Byakuran datar, tanpa ada sedikitpun rasa percaya pada Bi. Yaa.. sebetulnya ada sih rasa percaya, tapi... sekali-kali menindak tegas murid hanya untuk iseng tak masalah bukan? Kemudian, telinganya menangkap sebuah suara yang membentak, pertanda melawannya. Dan melawan guru = Hukuman. Simple.

"Peringatan ke-2, turunkan pisaumu atau...."

"Apa yang sedang kalian lakukan? Di tengah malam begini.. tanya seorang pria yang sepertinya adalah Watcher atau sejenisnya.

"Menginterogasi penyusup..." jawab Byakuran datar.
Back to top Go down
Lee Hyeon-bi
Single Star
Single Star


Posts : 846
Join date : 2008-09-01
Age : 27
Location : Para Island =))

Character Sheet
Alice: Puppet Master Alice
Class:
Self Quote: Status: MARRIED =)) =))

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:50 pm

ooc: datang satu lagi.. ngakak guling2 sei, saya mohon jgn berkhianat, okeh?? XD;;~~

--

"Semua penyusup pasti bilang begitu..." Ucap laki-laki yang paling sadis dalam ruangan itu dengan sinis. Bi berpikir keras. Bagaimana sekarang?
Sementara Ruru mendadak berlari mendekat ke arahnya, membentak Byakuran. "Berisik!!!! Diam kau!!" Dan Byakuran hanya tersenyum dingin pada Ruru, kelihatan percaya diri dan.. berbahaya.
"Ruru! Jangan kemari, bahaya!" Bi berusaha meronta sambil mencegah Ruru, bagaimana kalau Ruru ikut diikat juga? Akan lebih gawat bukan? Jadi apa yang akan ia lakukan??
Ehk~ Bi kehabisan akal, tidak bisa mengelak lagi. Jurus pemungkas, satu-satunya yang tersisa sekarang hanya...

Menatap Byakuran lekat-lekat dan tatapan polos tanpa dosa seakan-akan ada bintang yang keluar dari matanya. *ngakak guling2*

Dan tepat saat itu... "Apa yang sedang kalian lakukan? Di tengah malam begini.." Bi tercekat menatap pintu masuk. Oh noes! Siapa lagi ini?? Teman atau lawan? Penyelamat atau penjerumus? Villain atau hero?? Kalau dia hero berarti dia pasti akan berbaik hati menolong Bi..
Tapi tunggu, bukankah Bi adalah villain yang sebenarnya? Ah yang penting di hadapan laki-laki yang belum tahu apa-apa ini ia harus berakting sebagai gadis kecil yang teraniyaya! Right!

"To.. Tolong aku.. Aku tidak bersalah tapi mereka..." Bi terisak kecil sambil menatap lemah Sei.
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 4:53 pm

"Peringatan ke-2, turunkan pisaumu atau..."

Hng! Orang yang berbicara itu pastilah Pak Byakuran. Dengan langkah berat, Ruru menghampiri nya.
"Yeah, pak..Akan kuturunkan diatas kepalamu." Gertaknya tegas. Tapi ini bukan gertakan, Ruru benar benar melakukannya. Ia mengacungkan pisaunya tinggi diatas kepala Byakuran, sementara matanya memandang lekat lekat Byakuran dibalik Thokki dalam pelukannya.

"Aku ingin lihat"
Tiba tiba terdengar suara Hana yang ia tinggalkan tadi.
"Tunggu.... Paling tidak bantulah urus ini" Jawabnya pada Hana, dan menunjuk 2 guru yang ada di lokasi plus seorang guru lagi yang baru datang.
Er. .

"Ruru, jangan kemari! Bahaya!"

Hm? Bi melarang orang yang berniat menolongnya? Noes.. Ruru mendelik Bi dan ..
"Diam! Lihatlah.."
Back to top Go down
View user profile
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 5:38 pm

Yeah, pak..Akan kuturunkan diatas kepalamu."

Ctakk

Sei menjetikkan jarinya, suatu tanda ia akan menggunakan alice. Sret..., Pisau yang ada di tangan cewe yang menodongkan sebuah pisau kepada seorang lelaki disana yang ia panggil pak, um , guru? Perlahan terlepas dari tangan cewe itu dan berpindah ke tangannya. Yap, Sei menggunakan alicenya ke Pisau itu, kalau tidak, mungkin alice lain atau hantu yang dapat menggerakkannya? "Apa yang kau lakukan dengan benda ini?", ucap Sei dingin sambil menggunakan alicenya ke baju (baju loh, baju) dan, menariknya ke atas dengan alicenya agar ia tidak berbuat yang macam-macam untuk sementara.

Pisau, entah kenapa benda itu seperti memiliki kekuatan gaib. Ia merasa tidak asing dengan benda itu, yah walaupun sebelum masuk ke akademi ini lagi, ia juga sering menggunakannya. Tep..tep.., Sei melangkah mendekati Ruru, kemudian menggoreskan pisau yang baru diambil dari tangan perempuan itu ke pipi perempuan itu, sehingga mengeluarkan sedikit darah. Lalu, ia menghapus darah yang mengalir di pipi perempuan itu dengan jarinya. "Satu peringatan untukmu dariku, Nona kecil", ujarnya sinis sambil menjauh dan menjilati darah yang ada di jarinya, lalu melempar Ruru yang bajunya masih terikat, tidak terlalu keras, karena bagimanapun sepertinya dia adalah salah satu murid akademi itu, pertanda Sei telah melepaskan alicenya dari cewe itu. Oh, God, tampaknya ia sendiri tidak sadar kalau sifat asli yang walaupun ditutupi oleh lupa ingatan kembali muncul saat ini.

"Menginterogasi penyusup..." jawab Byakuran datar.

"Oh, dan dimana penyusup itu? Aku juga ia menginterogasi penyusup itu..", balas Sei dengan penekanan di kata penyusup, yang sepertinya memberinya suatu ketertarikan dengan orang yang ditunjuk dengan kata itu. Dan, apa yang ia temukan kali ini? Adalah seorang bocah perempuan berambut biru muda dengan tatapan memelas yang tampaknya adalah penyusup yang dimaksud.

"To.. Tolong aku.. Aku tidak bersalah tapi mereka..."

"Memelas hanya membuang waktumu di saat ini", ujar Sei berlaku dingin yang sepertinya tidak tertarik dengan pelasan yang bocah itu lakukan. "Kalau kau memang tidak bersalah, sekarang jelaskan sekali lagi dengan jujur agar aku dan dua orang itu mungkin dapat membebaskanmu. Apa kau bisa, Nona penyusup?", lanjutnya lagi. Noes untuk Bi, tampaknya dewi fortuna tidak berpihak kepadanya kali ini, karena Sei terlihat lebih memihak Amon dan Byakuran, terutama karena Byakuran yang mengatakan bahwa Bi adalah penyusup kepadanya.

----------------------------------------------
OOT: Ngeluarin sifat asli Sei dikit ngakak guling2
@Mameh: Gomen , Meh X3
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 7:06 pm

"Tunggu.... Paling tidak bantulah urus ini" kalimat barusan diucapkan oleh Ruru padanya. Sekarang 'boneka' yang diinginkannya meminta pertolongan. Hana tidak mengucapkan sepatah kata pun, tidak menjawab pertanyaan Ruru. 'Ya' atau 'Tidak' sama saja baginya sampai sebuah suara langkah kaki dapat ditangkap oleh kedua daun telinganya. Sesosok pria dewasa, yang lagi-lagi Hana tidak kenal—wajar karena ini hari pertamanya di Alice Academy.

Hana memutar sedikit tubuhnya agar dapat melihat sosok tersebut dalam kegelapan. Kalimat pertama yang dilontarkan pria tersebut adalah sebuah pertanyaan. Gadis dengan warna rambut biru-gelap nyaris hitam tersebut hanya mendengarkan, tidak tertarik. Namun rentetan kejadian beberapa detik ke depan membuatnya terdiam—ya, Hana memang dari tadi diam sih.

Sei yang mengambil pisau dari tangan Ruru dan menggoreskannya di pipi gadis itu, lebih tepatnya; Ruru si Boneka yang Hana inginkan.

Ia mendongakkan kepalanya—dan lagi-lagi membuatnya terlihat seperti seorang gadis sombong—seraya berkata, "Mereka membantuku mencari kucingku yang hilang." jelasnya pada Sei. Tidak peduli dua guru lainnya berpikir heran dengan kenyataan bahwa sebelumnya Hana tengah berdebat dengan Ruru dan Bi.

Ia hanya tidak suka bonekanya dirusak oleh orang lain, bukan dengan kedua tangannya sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 7:12 pm

Sedetik sebelum adegan berdarah, senjata tajam yang digenggam Ruru tiba tiba terlepas dan jatuh ditangan seorang pemuda.

"Apa yang kau lakukan dengan benda ini?"
Tanya pemuda itu, sambil membuat Ruru terangkat ke atas, pakai alice.

"Intruder! Biarkan pisau itu membunuhnya!" Ruru menoleh ke Byakuran, tapi tangannya menunjuk pisau kecil miliknya. Dia masih mendekap Thokki yang sekarang berstatus 'benda mati' bukan 'boneka hidup'.
Lalu ia mengangkat wajahnya, menatap tajam Sei.
"Pisau sirkus milik seorang Harlequin, pada kondisi apapun akan kembali pada pemiliknya. No matter what." Well, jelas dari ucapannya ia ingin pisau nya kembali.

Belum sempat Ruru memarahinya lagi, Sei menghampirinya dan

Oow.....

Dia menggoreskan pisau yang bukan miliknya di pipi Ruru. Darah merah mengalir di pipinya yang putih pucat. Yeap! Sudah lama Ruru tak melihat darah, yang jadi favoritnya. Gadis ini adalah pecinta Magenta (baca : Merah ke-ungu unguan, agak merah tua). Dia hidup di dunia serba merah, mengoleksi segala hal yang warnanya merah Magenta. Termasuk darah. Ruru sempat depresi ketika masuk sekolah ini, karena sama sekali tak ada kejadian yang menjatuhkan darah setetes-pun. Namun sekarang, untuk pertama kali akhirnya ia merasa agak tenang walau masih terombang ambing emosi.
~ 
Sei menyeka darah di pipi Ruru dengan telunjuknya. Spontan amarah Ruru datang lagi.

"Intrudeeer!!!!!!! Entah aku harus memanggilmu bodoh atau apa..!!!" Ucapnya kesal, apalagi setelah pemuda itu berkata..
"Satu peringatan dariku untukmu, Nona kecil"

"Satu kutukan seumur hidup untukmu, Intruder.." Jawab Ruru sambil balas menatap sinis-Sei.

Wait..

Ruru baru sadar kalau dirinya sedang terangkat di atas, tepat sebelum Sei melepas alicenya dan melempar Ruru.
Heh.... Ruru tak sebodoh itu untuk membiarkan dirinya terbanting jatuh. Ia menutup matanya seperti orang mati, dan detik selanjutnya ia sudah bertukar kesadaran dengan Ruru The Marionette.

Tubuh kayu Ruru membentur tembok, menimbulkan suara 'kaclak' yang berisik. Sakit tidak? Noes.

Ruru segera beranjak dan merapikan baju-nya, kini ia sudah terbiasa bila tiba tiba bertukar dengan Ruru yang manusia. Bekas goresan dipipinya berupa cekungan kecil yang memotong garis mata nya.
Ia memandang berkeliling, berusaha beradaptasi.
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 8:25 pm

Tubuh Ruru yang terbanting. Bunyi aneh sebagai efek benturan tubuh bonekanya. Hana diam dan hanya melirik sekilas pada Ruru si Boneka, pandangannya lurus menatap Sei. Hana acuh-tak acuh pada Bi, ia hanya ingin boneka; Thokki atau Ruru.

"Jangan rusak bonekaku," lanjutnya pada Sei. Dilihat dari tindakan pria dewasa ini sebelumnya pada Ruru—dan pisau kecilnya, Hana sedikit mengerti akan Alice yang dikuasai Sei. Alice yang kurang lebih mirip dengan Alice Bi namun cakupannya sedikit lebih luas. Tidak peduli Sei dapat melukainya—seperti yang dilakukannya pada Ruru, Hana hanya ingin kesibukannya tidak diusik oleh yang lainnya. Oleh Amon, oleh Byakuran, oleh Sei, oleh Bi, bahkan oleh Ruru.

Kedua bola mata coklat-kusamnya sekarang menatap Bi dan Ruru secara bergantian, masih dengan kepala sedikit terangkat dan tatapan mata acuh-tak acuh, dan kini memandang tiga pria dewasa dihadapannya. "Atau Anda sekalian mau membantu kami mencari kucingku?"

Lorong Senior High yang gelap. Angin dingin yang berhembus lembut melalui jendela koridor, seakan menusuk-nusuk tulang mereka yang ada disana.


Last edited by Hanazono on Mon Sep 29, 2008 12:07 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 8:47 pm

Miyu yang sekarang menjabat sebagai seorang watcher, berpatroli eh? Sekalian jalan-jalan. Dan entah kenapa tempat yang dipilihnya adalah bangunan Senior High.

Ta...Tap...Tap..

Langkahnya menggema ketika menaiki tangga. Gelap rupanya. Koridor. Tempat yang sempit dan panjang. Ternyata sudah selarut ini masih ada yang berkeliaran. Miyu berjalan mendekat. "Hei, ada apa ini malam-malam begini hah?"

Miyu menatap seseorang yang ada di sana, "Ah, Sei. Kau juga di sini?"
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 9:42 pm

Lagi. Kedua daun telinganya dapat mendengar langkah kaki lain yang lebih ringan dari langkah kaki lainnya, langkah kaki seorang wanita dewasa. "Hei, ada apa ini malam-malam begini hah?" pertanyaan yang sama yang ditanyakan oleh ketiga orang dewasa lainnya. Hana hanya diam, malas menjawab 'jawaban yang sama' untuk yang kesekian kalinya.

'Apa para orang dewasa jam segini juga tidak tidur di rumah mereka masing-masing?'

Sudahlah, Hana tidak mau banyak berkomentar.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 10:06 pm

"Ok... "

Byakuran menatap sang boneka jejadian [Mitama] dengan pandangan datar, well.. sepertinya Ia harus berterima kasih pada temen sepekerjaannya yang dinyatakan hilang 7 tahun lalu, Nagumo Sei. Ia melirik mitama yang masih menggumamkan kata Intruder atau sejenisnya dgn tidak jelas. Membuat kuping byakuran semakin tidak enak mendengarnya. Ia mendekati Mitama lalu mengikatkan tali tambang yang ia peroeh dari sisa tali yang ia pakai untuk mengikat Bi, setelah itu Ia menaruh mitama di kursi yang bersebelahan dengan Bi. Ironis. Keadaan mereka ber-2 hampir mirip tahanan perang.

"Atau Anda sekalian mau membantu kami mencari kucingku?"

"Kucing ya..."

Meong~

Seakan terpanggil oleh Byakuran, sebuah kucing hitam yang entah berasal dari mana datang ke kelas tempat 3 guru ini sedang sibuk menginterogasi penyusup. Byakuran menyeringai kecil, Ia mendekati kucing itu lalu memperlihatkannya pada Mitama.

"Kalau anda berisik lagi maka..." Byakuran mengambil sebuah pil bertuliskan Crazy Pills, lalu measukkannya dengan paksa ke mulut si kucing... yak.. tunggu sebentar untuk melihat reaksinya dan Poff!!

"Meong~ Hiks~ Meong~ Hiks~" Kucing itu berputar-putar seperti orang mabuk, lalu berjalan sempoyongan keluar, setelah sebelumnya menabrak tembok kelas, lalu dinding koridor, dan terakhir jatuh terkapar di Lapangan sekolah dengan mulut berbusa karena ayan.

Itulah nasib yang akan menimpa siapapun yang menentangnya... *diinjek-injek*
Back to top Go down
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 10:30 pm

Kucing eh? Ada apa dengan kucing itu. Tiba-tiba saja seperti mabuk dan berakhir di lapangan sekolah dengan kondisi cukup mengenaskan. "Ah, apa yang kau lakukan pada kucing itu?" Miyu menarik tangan Byaku dengan kencang. "Tidak baik membuat seekor kucing begitu. Ah, kasihan dia."

Miyu menatap pada 3 orang murid yang ada di sana malam-malam begini. "Kalian ngapain di sini malam-malam hah? Cari masalah?" tanya Miyu pada mereka bertiga (Bibi, Pami, Ruruu). Tentu saja murid tidak boleh berkeliaran mala-malam begini.
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Sun Sep 28, 2008 11:41 pm

Sekarang seorang guru—yang tadi mengikat Bi—juga mengikat Ruru. Hana hanya menatap dua orang yang sempat berdebat dengannya, tidak menunjukkan reaksi apapun, lebih tepatnya membiarkan Byakuran melakukan apa yang ia mau. Seekor kucing hitam tiba-tiba muncul, entah dari mana dan guru dari divisi Special itu meminumkan pil—yang tampaknya dibuat oleh seorang anak dari Technical Class, yang membuat kucing tersebut bertingkah aneh. Selang beberapa detik ke depan, kucing hitam malang tersebut terkapar.

"Kalau anda berisik lagi maka..." Hana menaikkan sebelah alisnya sebelum sebuah kalimat meluncur dari bibir tipisnya setelah demonstrasi 'si-kucing-hitam' tadi, "Oh," gumamnya pendek, "menarik, tapi itu tidak membantu sama sekali."

"Kalian ngapain di sini malam-malam hah? Cari masalah?" pertanyaan bodoh. Pertanyaan yang sama yang ditanyakan wanita itu sebelumnya. Pertanyaan yang bersifat ingin tahu. Pertanyaan yang Hana malas jawab karena tidak akan ada perubahan dari jawaban-jawaban yang Hana lontarkan sebelumnya atas 3 buah pertanyaan yang sejenis.

Bibir tipisnya menguap kecil dengan sebelah tangan yang menutup mulutnya—bersikap sedikit sopan, ia merasa cukup mengantuk juga dengan hawa yang dingin seperti ini.
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 9:36 am

'Boneka jelek, Selamatkan Bi, dan larilah dari sini'
Terdengar suara hati Ruru--manusia dalam pikirannya.
"Ya, Ruru. Aku tak akan mengecewakanmu" Jawab sang boneka pada dirinya sendiri.

Tepat setelah menerima perintah dari majikan dalam dirinya, Guru incaran--Pak Byakuran menghampirinya dan mengikat Ruru dengan tali tambang. Lalu membawanya duduk di kursi sebelah Bi. Permukaan tali yang kasar agak mengganggu-nya, tiap bergerak pasti menimbulkan suara berdecit yang aneh.

Well, tiba tiba seekor kucing datang. Byakuran memberi kucing itu sebuah pil, dan alhasil membuat si kucing mabuk sempoyongan dan terkapar jatuh dengan busa dimulutnya.

"Kalau anda berisik lagi maka...

Hmm? Mau mengancam? Sayangnya ancaman macam gini tak terlalu bekerja pada Ruru.
"Pak, harusnya anda tahu. Boneka tidak makan." Jawabnya sambil tersenyum mengejek. Yah, paling tidak bahasa si Ruru-boneka lebih baik dari si Ruru-manusia.

Tiba tiba, seseorang masuk ruangan dan kelihatan seperti menegur murid-murid yang keluyuran malam disini.
Another Intruder.....
Back to top Go down
View user profile
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 10:17 am

'kaclak'

Timbul suara berisik seperti boneka rusak dari bocah yang tadi dilempar Sei. Oke, tampaknya ia menggunakan alicenya, karena orang waras tidak mungkin mengeluarkan suara seperti itu. Dan, beruntunglah bocah itu karena sebelum ia bertindak, Byakuran sudah bertindak lebih dulu dengan mengikatkannya tali tambang.

"Tidakkah kau berpikir, kalau mereka adalah penyusup, sebaiknya mematahkan satu atau dua bagian dari kaki atau tangannya agar mereka tidak bergerak?", ujar Sei sinis kepada byakuran setelah Byakuran meletakkan bocah itu di dekat bocah yang satu lagi, dengan lancarnya ia berbicara seperti itu seperti tidak perlu berpikir lagi, dan tanpa beban. Good, tampaknya Sei benar-benar kehilangan akal sehatnya kali ini. " Karena bila mereka sangat pintar, mungkin bagi mereka untuk melepaskan diri bukan?", lanjutnya lagi ketika sudah mulai terganggu dengan suara berdecit yang keluar tiap Mitama bergerak, seperti meronta ingin lepas dari ikatan tali itu.

Sei kemudian mendekati Mitama, dan berkata ,"Bodoh sekali, Aku sudah jauh-jauh mengutuk diriku sebelum dirimu". Ucapan semacam kutukan itu sudah sering ia dengar selama ini semenjak ia kecil, bodoh sekali kalau memang ia tergertak hanya karena satu ancaman itu.

Pisau Sirkus Harlequin, tampaknya itu sebutan bocah itu kepada benda berbentuk pisau yang tadi diambilnya, dan sepertinya bocah itu sangat mengiginkan benda itu kembali padanya. "Heh...Yah akan kukembalikan setelah benda ini kuhancurkan, dengan begitu kau akan tambah benci dan akan mengutukku lagi, bukan? ", gumam Sei sambil diselingi dengan senyum sinis nan dingin, untuk pertama kalinya ia tersenyum kembali, walaupun itu adalah senyum sinis setelah ia kembali lagi ke akademi itu. Tampak Sei yang sedang memegang kuat pisau itu di tanganya, tampak seperti ingin menghancurkannya, dan dengan bantuan alicenya, terlihat bila pisau itu sudah mulai retak, tinggal menunggu waktunya pisau itu hancur.


"Ah, Sei. Kau juga di sini?"


"Yah, dan kenapa kau berani bertanya kepadaku sebelum kau yang menjelaskan kenapa kau sendiri ada di tempat ini, Nona?", ucap Sei dingin kepada nona berambut oranye yang baru saja tiba dan meramaikan acara di malam itu. Ia benar-benar tidak berpikir lagi siapa perempuan itu, dan tampaknya ia sudah tidak ingat atau lupa kalau ia baru bertemu dengan perempuan itu di malam sebelumnya.

"Mereka membantuku mencari kucingku yang hilang."

"Alasan yang tidak masuk akal, Nona. Kalaupun memang kalian mencari kucing, kenapa tidak dilakukan ketika pagi tiba?", balas Sei yang terlihat tidak menerima alasan yang dikeluarkan oleh bocah berambut hitam yang dingin tapi sok sopan. Karena bagaimana pun, murid yang berkeliaran di malam hari, terutama perempuan, dicapnya sebagai murid yang tidak baik.

------------------------------------
OOT: Yah, ga bisa ngelakuin adegan iu' *ditabog admin* Lama2 rating M ini ngakak guling2
Back to top Go down
View user profile
Hanazono
Single Star
Single Star


Posts : 311
Join date : 2008-09-24
Age : 25

Character Sheet
Alice: Dracaena
Class: A - Senior High
Self Quote: "Oh?"

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 11:16 am

"Apakah ketika Anda kehilang sesuatu yang berharga Anda akan menunda mencarinya, Tuan?" jawabnya panjang lebar. Sikap Sei dan orang dewasa lainnya disana sekarang terlihat seperti anak kecil dalam balutan fisik orang dewasa dimata Hana, meskipun 3 gadis ini juga bisa dibilang anak kecil. Semua terlihat sama.


Last edited by Hanazono on Mon Sep 29, 2008 12:18 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 12:13 pm

"Heh...Yah akan kukembalikan setelah benda ini kuhancurkan, dengan begitu kau akan tambah benci dan akan mengutukku lagi, bukan? "

Ruru membalikkan mukanya menghadap Sei, hampir saja terlepas dari leher.
"Kau salah, Tuan. Ruru yang ingin mengutukmu, bukan aku." Jawabnya sambil tersenyum jahat, dan sesekali terkekeh. Sebisa mungkin sang boneka harus menjaga sikapnya, supaya tidak dimarahi Ruru-manusia. Tidak ada hal lain yang ia takuti selain diri manusia-nya sendiri, tak tahu kenapa.

"Lagipula, Ruru bilang tadi.. Pisau milik seorang Harlequin akan kembali pada pemiliknya dalam keadaan apapun." Lanjutnya, setelah mengingat ucapan Ruru tadi. Si boneka hanya diam dan tertawa kecil, melihat pisaunya hancur.
Back to top Go down
View user profile
Akimoto Amon
Teacher
Teacher


Posts : 106
Join date : 2008-09-03
Age : 23
Location : Outland

Character Sheet
Alice: Death Eyes Alice
Class: Teacher
Self Quote:

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 2:27 pm

Yak,Seperti cerita ini semakin kompleks,datangnya karakter baru,konflik-konflik yg lebih rumit dan sebagainya.Amon menghela napas,ia lalu memutuskan duduk didekat situ untuk memperhatikan orang-orang didepannya ini.

Kalau sudah berlebihan saja deh aku bergerak.... batinnya sambil menguap,sepertinya kali ini dia memutuskan bersikap selayaknya guru.



OOT: wew
Back to top Go down
View user profile
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 4:34 pm

Miyu menghela nafas. "Hah... Sepertinya kalian perlu diajarkan sopan santun ya. " ujarnya. Malam yang dingin itu entah kenapa membuat keadaan di sana semakin menegang. Sepertinya Miyu melewatkan poin penting dari masalah ini.

"Yah, dan kenapa kau berani bertanya kepadaku sebelum kau yang menjelaskan kenapa kau sendiri ada di tempat ini, Nona?"
Miyu menoleh pada Sei, yang entah kenapa cara bicaranya dingin pada Miyu, "Huh! Menurutmu aku sedang apa? Dan nona? Apa-apaan itu?" ujar Miyu dengan nada tinggi. Well, kembali pada permasalahan di sana. Jujur Miyu bingung dengan masalah ini dan memutuskan untuk diam. Namun karena rasa ingin tahu yg besar, yah dia bertanya pada salah satu guru di sana. "Hei, sebenarnya ada apa sih?" tanyanya pada Amon.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Mon Sep 29, 2008 4:41 pm

"Hei.. menurutmu hukuman apa yang cocok untuk 2 orang ini?" tanya Byakuran pada AMon. Tidak perduli sama sekali dengan ucapan Ruu. Padahal Ia bisa saja mengancamnya dengan sebuah pemantik kecil. Bukankah boneka akan rusak kalau terbakar? Dan Ia sendiri bilang kalau Ia boneka
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: 'til the Dawn Comes...   Today at 6:50 am

Back to top Go down
 
'til the Dawn Comes...
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 5Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
 Similar topics
-
» Dawn (Main Character)
» Dawn of War Machinima?
» Dawn Of War - Which one to buy?
» Dawn of War 2 behind the scenes trailer
» Despair and Dawn of War

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: