Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Mourning for the Stupid Dearest

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4  Next
AuthorMessage
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 8:39 pm

"I-- Ini Aliceku..."

Sesaat itu juga, Kaname menunjukkan Alicenya kepada semua orang yang dapat melihatnya. Melukai diri sendiri baru bisa Alicenya terlihat dengan jelas. Seringai lebar muncul di muka Chopin, dengan kedua tangan dikepalkan dan disatukan di depan dadanya mengisyaratkan ia semangat sesaat melihat Kaname.

"KANAME!! Kau lagi-lagi menempatkan posisi pertama dalam list EXTREME!! People 2008 yang aku punya! Kau benar-benar menakjubkan!" Ucap Chopin histeris dan semangat sekali, mengacungkan jempolnya ke arah Kaname dengan senyuman menawan yang lagi-lagi lebar seperti sebelumnya.

"Kalau begitu...kapan-kapan kau bisa jadi partner latihan tinjuku!" Lanjut Chopin kepada Kaname. Partner tinju? Waw, mungkin itu akan menjadi tantangan buat Chopin melawan seseorang yang mungkin tak akan mati-mati walaupun dipukul atau ditendang ataupun dicoaba untuk dibunuh berapa kali.

"Kuburan jadi rame"

"Hmm~ Bagus kan? Kita bisa menemani semua orang yang telah dikubur disini! Lagipula, dengan begini, kuburan tak akan dipandang sebagai tempat horror!" Balas Chopin kepada Kazu dengan santainya.
Back to top Go down
View user profile
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 8:42 pm

Quote :
"Kalau begitu...kapan-kapan kau bisa jadi partner latihan tinjuku!" Lanjut Chopin kepada Kaname. Partner tinju? Waw, mungkin itu akan menjadi tantangan buat Chopin melawan seseorang yang mungkin tak akan mati-mati walaupun dipukul atau ditendang ataupun dicoaba untuk dibunuh berapa kali.

"=A=!! E-- Enak saja!! Sakitnya masih kerasa!!" Seru Kaname, supaya Chopin melupakan idenya menjadikan Kaname sebagai teman sparring, enak ajah.

Quote :
"Kuburan jadi rame"

Quote :
"Hmm~ Bagus kan? Kita bisa menemani semua orang yang telah dikubur disini! Lagipula, dengan begini, kuburan tak akan dipandang sebagai tempat horror!" Balas Chopin kepada Kazu dengan santainya.

"Pas aku gak ada, kuburan ini ramai tidak ya?" Tanya Kaname sambil menggaruk pipinya sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 8:50 pm

"=A=!! E-- Enak saja!! Sakitnya masih kerasa!!"

"T-Tapi...!! Kamu kan satu-satunya yang hampir se-EXTREME!! Diriku! Apalagi dengan pukulanmu yang bisa melayangkan badanku dari lima meter dan lebih! ITU EXTREME!!" Chopin terus mencoba menghasut Kaname supaya ia benar-benar menjadi partner sparnya. Dengan muka mendekati muka Kaname, dan muka Chopin tersinari Matahari, seakan mudah-mudahan Kaname bisa terhipnotis dengan senyuman Chopin yang secerah Matahari.

"Pas aku gak ada, kuburan ini ramai tidak ya?"

"Ho? Memangnya...tinggal di bawah tanah itu enak ya!? Pasti kamu hidup seperti manusia kerdil yang aku sering baca di buku dongeng anak-anak!" Ucap Chopin dengan polosnya tanpa mengetahui bagaimana Kaname bisa tetap hidup kemudian bangkit lagi dari bawah tanah kuburan.
Back to top Go down
View user profile
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 8:55 pm

Quote :
"T-Tapi...!! Kamu kan satu-satunya yang hampir se-EXTREME!! Diriku! Apalagi dengan pukulanmu yang bisa melayangkan badanku dari lima meter dan lebih! ITU EXTREME!!" Chopin terus mencoba menghasut Kaname supaya ia benar-benar menjadi partner sparnya. Dengan muka mendekati muka Kaname, dan muka Chopin tersinari Matahari, seakan mudah-mudahan Kaname bisa terhipnotis dengan senyuman Chopin yang secerah Matahari.

"Kan sakitnya yang kuterima dua kali lipat!" Balas Kaname. Wajah Chopin malah mendekati wajahnya, timbul niat iseng Kaname.

*cup*

Kaname mencium bibir Chopin. "Makanya wajah jangan dideketin ke wajah orang." Lanjut Kaname.

Quote :
"Ho? Memangnya...tinggal di bawah tanah itu enak ya!? Pasti kamu hidup seperti manusia kerdil yang aku sering baca di buku dongeng anak-anak!" Ucap Chopin dengan polosnya tanpa mengetahui bagaimana Kaname bisa tetap hidup kemudian bangkit lagi dari bawah tanah kuburan.

"Untuk masalah ini, aku tidak tahu, aku hanya merasakan SEMINGGU di tempat sempit itu. Untung ada yang menggali tempat ini..." Ujar Kaname, kesal mengingat masa-masa sengsaranya...
Back to top Go down
View user profile
Takasu Kazuki
Triple Star
Triple Star


Posts : 1482
Join date : 2008-09-01
Location : Gate of Judgement

Character Sheet
Alice: Teleport
Class: A High School
Self Quote: Kufufufufu~ Where's is my 'food'? >3

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 8:58 pm

Ohohoho, ada pertunjukkan drama romantis ternyata di depan Kazu.

"Hei, kalau mau begitu jangan di kuburan. Di kamar sana." ujar Kazu santai dan memalingkan wajahnya, tdiak ingin melihat adegan itu.

_________________


Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:02 pm

"Kan sakitnya yang kuterima dua kali lipat!"

"Ah! Tapi kan yang penting kamu--" Chopin terus mencoba menghasut Kaname supaya benar-benar menjadi pasangan spar Chopin, namun langsung saja Chopin shock karena tiba-tiba saja gadis berambut pirang tersebut mencium Chopin di bibirnya...lagi, lagi, lagi. Sudah berapa kali ini terjadi?

"A-AH!? L-Lagi? Hmm, namun entah kenapa aku sudah merasa terbiasa--APA YANG AKU BARUSAN KATAKAN!? Kazu! Jangan begitu dong!" Chopin shock akan tetapi setelah ciuman tersebut Chopin malah merasa sudah terbiasa dan sekaligus ia shock lagi mendengar dirinya mengatakan hal tersebut bahwa ia sudah 'terbiasa' dicium. Chopin pun memerah pipinya sambil menunjuk-nunjuk ke arah Kazu yang memanas-manasi situasi.

"Untuk masalah ini, aku tidak tahu, aku hanya merasakan SEMINGGU di tempat sempit itu. Untung ada yang menggali tempat ini..."

"Waw...ini persis seperti sinetron yang pernah aku tonton waktu itu di TV! Azab Ilahi Untuk Orang yang Salah! Tapi, lama-lama jadi cerita romantis antara si tokoh utama yang dikubur sama kakak tirinya! Uuuh..." Entah kenapa, Chopin tiba-tiba membahas tentang sinetron setelah mendengar cerita Kaname.
Back to top Go down
View user profile
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:05 pm

Quote :
"A-AH!? L-Lagi? Hmm, namun entah kenapa aku sudah merasa terbiasa--APA YANG AKU BARUSAN KATAKAN!?" Chopin shock akan tetapi setelah ciuman tersebut Chopin malah merasa sudah terbiasa dan sekaligus ia shock lagi mendengar dirinya mengatakan hal tersebut bahwa ia sudah 'terbiasa' dicium.

"Aah!! Ga seru!!" Seru Kaname sambil berekspresi '>A
Quote :
"Waw...ini persis seperti sinetron yang pernah aku tonton waktu itu di TV! Azab Ilahi Untuk Orang yang Salah! Tapi, lama-lama jadi cerita romantis antara si tokoh utama yang dikubur sama kakak tirinya! Uuuh..." Entah kenapa, Chopin tiba-tiba membahas tentang sinetron setelah mendengar cerita Kaname.

"Si-- Sinetron?" Tanya Kaname.

Selain suka gossip, Chopin juga suka sinetron?? Makhluk unik, pendapat Kaname.
Back to top Go down
View user profile
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:11 pm

"Aah!! Ga seru!!"

"E-EH!? Jangan salah paham! Aku masih shock juga gara-gara itu! Mungkin karena ciumannya bukan ciuman yang lama...WHAT AM I SAYING!?" Chopin pun kembali membalas Kaname dengan muka memerah dan dirinya tersipu malu. Hah, ia tidak mau terjadi kesalah pahaman namun lagi-lagi Chopin mengatakan hal yang salah.

"Si-- Sinetron?"

"YEAH!! Kau harus nonton deh Kaname! Itu kan sinetronnya pernah menduduki posisi satu dalam rating Sinetron Bukan Sekedar Cinta! Memangnya, kau sendiri belum pernah nonton sinetron Kana!?" Chopin kembali menjelaskan panjang lebar tentang sinetron yang sebelumnya dibahas, ia lalu beralih ke pertanyaan yang ditujukan pada Kaname tentang...yap, sinetron.
Back to top Go down
View user profile
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:13 pm

Quote :
"E-EH!? Jangan salah paham! Aku masih shock juga gara-gara itu! Mungkin karena ciumannya bukan ciuman yang lama...WHAT AM I SAYING!?" Chopin pun kembali membalas Kaname dengan muka memerah dan dirinya tersipu malu. Hah, ia tidak mau terjadi kesalah pahaman namun lagi-lagi Chopin mengatakan hal yang salah.

"Ehm... Cowok yang menarik..." Batin Kaname, melihat Chopin yang panik dan kelabakan itu.

Quote :
"YEAH!! Kau harus nonton deh Kaname! Itu kan sinetronnya pernah menduduki posisi satu dalam rating Sinetron Bukan Sekedar Cinta! Memangnya, kau sendiri belum pernah nonton sinetron Kana!?" Chopin kembali menjelaskan panjang lebar tentang sinetron yang sebelumnya dibahas, ia lalu beralih ke pertanyaan yang ditujukan pada Kaname tentang...yap, sinetron.

"Ehm... Selama sepuluh tahun, aku di rumah saja... Terus tiga tahun aku sempat 'dikarantina', dan masuk ke sini akhirnya, tidak ada setahun rasanya aku langsung mati..." Jelas Kaname ke Chopin, sehingga menyimpulkan kalau Kaname sebenarnya tidak begitu mengerti arti dari 'Sinetron'.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:17 pm

Pelan tapi pasti, Nacht yang baru saja pergi dari Ruang Kesehatan berjalan perlahan menuju daerah sekitar Wood, dimana terdapat beberapa kuburan kecil bergaya Gothic atau yaa... kebanyakan sih seperti itu. Ia berjalan tanpa arah di antara kuburan-kuburan di kanan kirinya sambil sesekali bergidik ngeri karena takut. Maklum, anak kecil mempunya anggapan kalau kuburan adalah tempat keluarnya hantu. Dan setiap anak kecil sih [biasanya] takut dengan hantu, dan...

Duk!

Entah karena gugup atau karena takut, secara tidak sengaja Ia menabrak seseorang berambt putih yang belakangan diketahui bernam Chopin, membuat tubuh kecilnya terpental seperti biasa dan akhirnya tersungkur di atas tanah dengan wajah --> @___@
Back to top Go down
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:21 pm

"Ehm... Selama sepuluh tahun, aku di rumah saja... Terus tiga tahun aku sempat 'dikarantina', dan masuk ke sini akhirnya, tidak ada setahun rasanya aku langsung mati..."

"Waw! Ugh! Kalau begitu sudah menjadi tugasku untuk membawamu dan menerjunkanmu kedalam dunia sinetron! Lagipula, kan sebentar lagi Kana akan menjadi ibu-ibu jadi sinetron itu penting!!" Chopin langsung kembali membalas Kaname balik tentang sinetron. Entah mengapa Chopin jadi super semangat waktu membahas sinetron.

"Oh ya...bila kamu benar-benar dikubur bukannya berarti tubuhmu sudah dimakan serangga, belatung dan semacamnya ya? Bagaimana kau masih bisa tetap awet Kana!? Formalin!?" Tanya Chopin aneh lagi kepada Kaname dan sekaligus asal. Tiba-tiba saat bertanya begitu, Chopin tersandung karena dorongan dari belakang dan ia tersungkur ke tanah tapi untungnya ia dapat menahan dengan kedua tangannya.

"Huah! Siapa yang-- EXTREME!! Miraculous-But-Cute Boy!!" Chopin menoleh saat ia bangun kembali dan mendapatkan tak lain dari Nacht yang nampak tak sengaja mendorong Chopin, membuat Chopin jatuh dan tubuh bocah kecil tersebut juga jatuh.
Back to top Go down
View user profile
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:24 pm

Quote :
"Waw! Ugh! Kalau begitu sudah menjadi tugasku untuk membawamu dan menerjunkanmu kedalam dunia sinetron! Lagipula, kan sebentar lagi Kana akan menjadi ibu-ibu jadi sinetron itu penting!!" Chopin langsung kembali membalas Kaname balik tentang sinetron. Entah mengapa Chopin jadi super semangat waktu membahas sinetron.

Dan dengan cepat kalimat itu dibalas dengan satu cubitan di pinggang Chopin.

Sangat menyakitkan.

Quote :
"Oh ya...bila kamu benar-benar dikubur bukannya berarti tubuhmu sudah dimakan serangga, belatung dan semacamnya ya? Bagaimana kau masih bisa tetap awet Kana!? Formalin!?" Tanya Chopin aneh lagi kepada Kaname dan sekaligus asal. Tiba-tiba saat bertanya begitu, Chopin tersandung karena dorongan dari belakang dan ia tersungkur ke tanah tapi untungnya ia dapat menahan dengan kedua tangannya.

"Mau kutunjukkan kemampuan Aliceku kalau controllerku dilepas?" Tanya Kaname Chopin. "Tidak akan ada mayat yang dikubur dengan controller terpasang di tubuh, jadi kekuatan regenerasiku tidak terkendalikan-- Setiap bagian tubuhku yang rusak akan kembali lagi." Jelas Kaname, mencubit pinggang Chopin untuk yang kedua kalinya.

Bruk!

Nacht menubruk Chopin sehingga tersungkur di atas tanah.

"Aah Nacht!" Seru Kaname yang langsung mendatangi Nacht. "Nacht gak apa-apa??"
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:29 pm

"Huah! Siapa yang-- EXTREME!! Miraculous-But-Cute Boy!!"

Nacht yang masih sedikit pusing menggelengkan kepalan kecilnya, membuat rambut peraknya sedikit teracak-acak ketika Ia menggeleng. Ia bangun dengan bertumpu pada sebuah nisan terdekat lalu menatap Chopin sekilas, umm... siapakah orang ini? Kira-kira begitulah maksud tatapan Nacht sekarang. Maklum, pertemuannya dengan Kurogane Eiji membuatnya sedikit amnesia karena tersungkur dan dijitak beberapa kali. Kemudian, Kaname mendekatinya dan langsung bertanya kepadanya..

"Nacht gak apa-apa??"

"Iya~" jawab Nacht riang pada Kana. Setelah itu Ia menepuk-nepuk tubuhnya yang sedikit kotor karena debu, dan berjinjit untuk berbisik pada Kana,

"Kakak Kana... dia siapa?" tanya Nacht sambil melirik Chopin.
Back to top Go down
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:38 pm

Kaname juga ikut menepuk-nepuk pakaian Nacht yang berdebu. Lalu Nacht berjinjit dan berbisik kepadanya.

Quote :
"Kakak Kana... dia siapa?" tanya Nacht sambil melirik Chopin.

Kaname agak kaget, bukannya... Nacht pernah bertemu dengan Chopin? Dua kali malahan.

"Loh Nacht, ga ingat? Dia kan kak Chopin? Nacht sudah ketemu dua kali kan?" Tanya Kaname sambil menccubit ringan pipi Nacht.
Back to top Go down
View user profile
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:45 pm

"Aah Nacht!"

Selesai Kaname mencubit-cubit pinggang Chopin yang sangatlah sakit dengan Chopin mencoba menahan rasa sakit yang amat tersebut, Chopin sekarang beralih kepada Nacht. Begitu juga Kaname yang langsung membantu dan mengkhawatirkan Nacht yang barusan terjatuh. Tapi...yang membuat Chopin shock adalah bahwa Nacht lupa akan Chopin! Amnesia kah?

"U-UNEXTREME!! Nacht! Bagaimana kau bisa melupakanku!? Kau kan yang memberi permen waktu itu ke aku waktu hujan-hujan di hutan!" Ucap Chopin mendekati Nacht, menunduk hingga Chopin sepadan dengan Nacht dan memegang kedua bahu bocah berambut perak tersebut sambil menggoyang-goyangkan badannya. Namun, tiba-tiba sesuatu terlintas di pikiran Chopin.

"Eits! Tapi, ini juga EXTREME!! Amnesia adalah salah satu hal yang begitu populer dalam sinetron! Nacht, bagus! Tetaplah amnesia sampai kau mengingatku!" Chopin malah kemudian bahagia karena Nacht amnesia. Sinetron pun menjadi topik yang terkait lagi dalam pembicaraan ini.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:50 pm

"Loh Nacht, ga ingat? Dia kan kak Chopin? Nacht sudah ketemu dua kali kan?"

Ahh.... Chopin... chopin... entah kenapa nama itu cukup familiar di kepala Nacht. Ia melirik Chopin dengan mata birunya, jari telunjuk kecilnya diletakkannya di bibirnya, pertanda Ia sedang berpikir keras mengenai Chopin. Dan...

"Ahh... iya.. ini Kakak Chopin~" ujar Nacht dengan ekspresi --> x3 Lalu, seakan-akan menyadari sesuatu, Ia menatap chopin, kemudian beralih pada Kana kembali.

"Kakak Kana~ Kakak Kana~" Ia menarik-narik tangan Kana, kemudian berjinjit dan berbisik kembali, "Chopin itu siapa?" tanyanya polos. Tampaknya benar-benar amnesia.

"U-UNEXTREME!! Nacht! Bagaimana kau bisa melupakanku!? Kau kan yang memberi permen waktu itu ke aku waktu hujan-hujan di hutan!"

Nacht menatap Chopin yang sekarang berjongkok sehingga tubuhnya sepadan dengan tubuh kecil Nacht, lalu menatapnya bingung seakan-akan bermaksud memberikan pertanyaan pada Chopin.

Ahh? Memberikan permen? Umm... memangnya pernah ya? batinnya dalam hati.

"Eits! Tapi, ini juga EXTREME!! Amnesia adalah salah satu hal yang begitu populer dalam sinetron! Nacht, bagus! Tetaplah amnesia sampai kau mengingatku!"

Nacht menjadi tambah bingung dengan ucapan Chopin. Amnesia itu apa? Dan terlebih lagi Sinetron? Acara TV-kah? Umm.. seumur-umur Nacht hanya pernah menonton acara boneka-boneka aneh di TV.

"Amnesia dan Sinetron itu apa?" tanyanya bingung. Kali ini pada Chopin.
Back to top Go down
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 9:57 pm

Quote :
"Kakak Kana~ Kakak Kana~" Ia menarik-narik tangan Kana, kemudian berjinjit dan berbisik kembali, "Chopin itu siapa?" tanyanya polos. Tampaknya benar-benar amnesia.

"Nacht masa kecil-kecil sudah pelupa sih...?" Tanya Kaname. Ia melihat wajah polos Nacht, rasanya ingin memeluknya x3.

Quote :
U-UNEXTREME!! Nacht! Bagaimana kau bisa melupakanku!? Kau kan yang memberi permen waktu itu ke aku waktu hujan-hujan di hutan!"

"Aduh Choppun, yang itu gak usah diingat-ingat lagi..." Ujarnya ke Chopin, karena di saat itu sepertinya Nacht sangat sedih, lebih baik dilupakan, kan?

Quote :
"Amnesia dan Sinetron itu apa?" tanyanya polos. Kali ini pada Chopin.

"Amnesia itu hilang ingatan... Nacht mungkin lupa dengan kak Chopin, tapi sekarang diingat-ingat ya," ucap Kaname sambil tersenyum. "Kalau Sinetron aku juga tidak tahu... Tanya kak Chopin gih."


OOT : Jur, si Luke titip salam, dia bilang, "hati2 pny chara shota"
Back to top Go down
View user profile
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 10:04 pm

"Ahh... iya.. ini Kakak Chopin~"

"A-AH! Kau ingat sekarang, Nacht!?" Tanya Chopin untuk meyakinkan bahwa Nacht benar-benar ingat namun melihjat Nacht sekarang berbisik-bisik dengan Kaname membuat Chopin tidak begitu yakin dan malah melirik-lirik ke arah mereka berdua seperti curiga. Tak lama, Kaname mulai memperingatkan lagi kepada Chopin akan tidak mengaingatkan Nacht saat waktu di hutan tak lama dulu itu.

"Err...baiklah! Tapi, sepertinya aku tak ingat lagi kejadian yang-- oh! Nacht, ingat kakak Tokidoki alias Okey Dokey Man!? Itu lho, yang menyelamatkan kamu dari pohon! Aku kan waktu itu ada disitu!" Ucap Chopin menunjuk-nunjuk ke arah Nacht lebih semangat dan nampak frustasi malahan.

"Kalau Sinetron aku juga tidak tahu... Tanya kak Chopin gih."

"Ehem! Dengan senang hati! Sinetron itu adalah acara drama yang melibatkan, biasanya , tentang percintaan remaja dan lalu konflik-konflik abal yang dibuat oleh para antagonis! Tapi ada juga yang benar-benar seratus persen drama menyedihkan! Hmm...masih bingung?" Chopin menjelaskan panjang lebar kepada Nacht, tapi berhubungan Chopin menyerocos kecepatan, mungkin Nacht tidak menangkap itu semua.


Last edited by Frederic Chopinston on Wed Sep 17, 2008 9:13 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Tue Sep 16, 2008 10:18 pm

"Nacht masa kecil-kecil sudah pelupa sih...?

"Umm..." Nacht terdiam sebentar, lalu menatap Kana dan dengan suara yang sedikit gugup, Ia berujar pelan dengan wajah yang memperlihatkan rasa khawatir, bercampur gugup.

"Tapi-tapi... aku benar-benar tidak ingat~"

"Amnesia itu hilang ingatan... Nacht mungkin lupa dengan kak Chopin, tapi sekarang diingat-ingat ya,"
"Kalau Sinetron aku juga tidak tahu... Tanya kak Chopin gih."


"Ohh... jadi amnesia itu hilang ingatan ya"

Cowok berusia 8 tahun ini mengangguk-angguk, walaupun tidak sepenuhnya mengerti sih. Tapi.. setidaknya, Ia memahami apa yang Kana maksudkan, walaupun sedikit.

"Err...baiklah! Tapi, sepertinya aku tak ingat lagi kejadian yang-- oh! Nacht, ingat kakak Tokidoki alias Okey Dokey Man!? Itu lho, yang menyelamatkan kamu dari pohon! Aku kan waktu itu ada disitu!"

"Kalau Kakak Toki aku ingat.." jawab Nacht polos, lalu berpikir sebentar,

"Tapi aku tidak ingat tentang Kakak..." ujarnya dengan wajah tanpa dosa. Entah sadar atau tidak, kalau Ia bisa saja menyakiti hati Chopin dengan kata-katanya. Well... wajar sih, dengan Toki, Ia sudah bertemu 3x dan dengan Chopin baru 2x.

"Ehem! Dengan senanga hati! Sinetron itu adalah acara drama yang melibatkan, biasanya , tentang percintaan remaja dan lalu konflik-konflik abal yang dibuat oleh para antagonis! Tapi ada juga yang benar-benar seratus persen drama menyedihkan! Hmm...masih bingung?"

Nacht sempat nge-hang sebentar dengan wajah @___@ namun, setelah semua data yang Chopin ucapkan sudah masuk ke otaknya, Ia menatap Chopin dengan wajah polosnya.

"Jadi-jadi... Sinetron itu tontonan yang menarik?" ujarnya pada Chopin.



@angel : gak masalah x3
Back to top Go down
Sebastian H. I. Theodore
Single Star
Single Star


Posts : 952
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice:
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Wed Sep 17, 2008 6:11 am

OOT : Ini juga ketemu Kana baru 2x [ini yang ke3 XD]


Quote :
"Tapi aku tidak ingat tentang Kakak..." ujarnya dengan wajah tanpa dosa. Entah sadar atau tidak, kalau Ia bisa saja menyakiti hati Chopin dengan kata-katanya. Well... wajar sih, dengan Toki, Ia sudah bertemu 3x dan dengan Chopin baru 2x.

"Yasudah, Nacht, sekarang kenalan lagi saja dengan kak Chopin~" Ujar Kaname ke Nacht.

Quote :
Ehem! Dengan senanga hati! Sinetron itu adalah acara drama yang melibatkan, biasanya , tentang percintaan remaja dan lalu konflik-konflik abal yang dibuat oleh para antagonis! Tapi ada juga yang benar-benar seratus persen drama menyedihkan! Hmm...masih bingung?"

Quote :
"Jadi-jadi... Sinetron itu tontonan yang menarik?" ujarnya pada Chopin.

Bukan hanya Nacht, Kaname juga agak nge-hang dengernya.

"Konflik-konflik abal? /swt..."
Back to top Go down
View user profile
Frederic Chopinston
Single Star
Single Star


Posts : 1393
Join date : 2008-09-01
Age : 23
Location : EXTREME LAND!

Character Sheet
Alice: Sun Spirit Alice
Class: B - Junior High School
Self Quote: EXTREME!!

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Wed Sep 17, 2008 9:20 am

"Kalau Kakak Toki aku ingat.."

"Nah! Kalau begitu kamu pasti ingat--" Baru saja Chopin membanggaan diri dan menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya karena ia pikir Nacht sudah tahu, malah jawaban lanjutan dari Nacht membuat Chopin depresi dengan sekejap. Chopin langsung pergi ke pojok sebuah pohon, jongkok, lalu dengan jarinya Chopin menyentuh tanah dan jarinya diputar-putar.

"Yasudah, Nacht, sekarang kenalan lagi saja dengan kak Chopin~"

"Okey!" Dengan langsung, Chopin keluar dari saat-saat depresinya dan dengan sekejap muncul lagi dekat Nacht dan juga Kaname. Ia memegang tangan Nacht yang masih kecil itu sambil tersenyum. "Perkenalan lagi! Nama kakak, Frederic Chopinston! Bisa kamu panggil Chopin kok! Sekarang jangan sampai lupa!"

Chopin sekali lagi memperkenalkan dirinya pada Nacht dan mencoba meyakinkan bocah imut berambut perak tersebut untuk tidak lupa dengan Chopin lagi saat misalnya mereka bertemu lagi. Setelah selesai, balik lagi Chopin bersemangat tentang sinetron.

"YA!! Jadi sinetron itu adalah tontonan yang baik! Banyak manfaatnya bila kamu menonton Nacht!" Ucap Chopin asal, malah sebenarnya sinetron itu merupakan faktor utama remaja masa kini teracuni oleh sifat-sifat buruk.
Back to top Go down
View user profile
Hibari Minagi
Student Agent
Student Agent


Posts : 1747
Join date : 2008-08-31
Location : Abstract RPG? ^^a

Character Sheet
Alice: Drink Alice
Class: B Senior
Self Quote: "Suki!"

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Wed Sep 17, 2008 6:18 pm

"Nacht-kun! Anime lebih menarik!" ujar Minagi berapi-api.

"Meski lebih sering untuk remaja, ada yang buat anak-anak kok!" ujar Minagi, masih berapi-api.

Nggak mau kalah nih anak.

_________________

You make my heart pound, "I love you"
Is not so easy to say
-Kimi ni Mune Kyun

Btw: ~Proud to be Hetalia Fangirl~

Current Mode: Normal Mode
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Wed Sep 17, 2008 9:46 pm

"Perkenalan lagi! Nama kakak, Frederic Chopinston! Bisa kamu panggil Chopin kok! Sekarang jangan sampai lupa!"

NAcht pun dengan cepat menggenggam tangan Chopin dengan tangan kecilnya, lalu sambil tersenyum minta maaf, Ia berujar dengan nada suara yang agak sedikit aneh, antara takut dan gugup. Reaksi yang wajar karena sepertinya Ia telah melupakan sesuatu yang sangat berharga.

"Baik... aku janji Kakak Chopin" ujarnya pelan, kemudian melepaskan tangan Chopin lalu tersenyum riang seperti biasa, beginilah seorang anak yang mempunyai sifat angin-anginan. Moodnya cepat sekali berubah.

"Salam Kenal...umm... kembali?"

"YA!! Jadi sinetron itu adalah tontonan yang baik! Banyak manfaatnya bila kamu menonton Nacht!" ujar Chopin dengan semangat menggebu-gebu. Sepertinya cowok ini memang penyuka acara TV bernama Sinetron.

"Ohh... jadi-jadi.. Aku harus menonton Sinetron agar bisa mengambil manfaatnya?" tanyanya kembali dengan wajah polosnya.

"Nacht-kun! Anime lebih menarik!"
"Meski lebih sering untuk remaja, ada yang buat anak-anak kok!"


Nacht menoleh pada Minagi, menatapnya polos dengan tatapan yang seakan-akan berkata 'Anda muncul dari mana?' lalu mengangguk pelan.

"Umm.. jadi Anime dan Sinetron itu acara yang menarik?"
Back to top Go down
Takasu Kazuki
Triple Star
Triple Star


Posts : 1482
Join date : 2008-09-01
Location : Gate of Judgement

Character Sheet
Alice: Teleport
Class: A High School
Self Quote: Kufufufufu~ Where's is my 'food'? >3

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Wed Sep 17, 2008 11:07 pm

"Mereka ini membosankan." batin Kazu yg mulai tidak suka dengan keadaan ini.

"Kalian kalau tidak ada perlu disini, pergi sana!!Mengganggu!!" Kazu membentak Minagi, Chopin, Kaname, dan Nacht yg baginya mengganggu di sini. "Makhluk rese..."

Kazu berdiri, lalu mendekati Mukuro yang lebih tingginya. Terpaksa Kazu menarik bahu Mukuro dan Kazu pun berjinjit, lalu membisikkan sesuatu di telinga Mukuro. "Entah kenapa aku tertarik padamu nanas. Lain kali kita bertemu." ujar Kazu pelan. Suara bisikannya lebih terasa seperti tiupan angin di telinga Mukuro.

Setelah itu Kazu tersenyum manis. Pertama kalinya untuk lelaki di akademi ini. "Aku sering bosan, jadi sering-seringlah berkunjung." lanjutnya. Dan Kazu berjalan menjauhi Muku.

"Kalian berempat tidak berguna di sini, kecuali mereka berdua." ujar Kazu sambil menunjuk Muku dan Hiino. "Lain kali jangan salah tempat para orang bodoh." Kazu berjalan dengan santainya dan meninggalkan tempat itu.

(out)

_________________


Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Hibari Minagi
Student Agent
Student Agent


Posts : 1747
Join date : 2008-08-31
Location : Abstract RPG? ^^a

Character Sheet
Alice: Drink Alice
Class: B Senior
Self Quote: "Suki!"

PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Thu Sep 18, 2008 7:45 am

Quote :
"Umm.. jadi Anime dan Sinetron itu acara yang menarik?"
"Iya~" senyum Minagi

Quote :
"Kalian berempat tidak berguna di sini, kecuali mereka berdua." ujar Kazu sambil menunjuk Muku dan Hiino. "Lain kali jangan salah tempat para orang bodoh." Kazu berjalan dengan santainya dan meninggalkan tempat itu.

(out)

"Uwa....Kazu-pyon sereeem" Minagi pura-pura menggigil.

"Bener-bener tipe Tsundere??" Minagi berbinar-binar lagi.

"Aku pergi! Daag!" Minagi ngacir.

[out]

_________________

You make my heart pound, "I love you"
Is not so easy to say
-Kimi ni Mune Kyun

Btw: ~Proud to be Hetalia Fangirl~

Current Mode: Normal Mode
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Mourning for the Stupid Dearest   Today at 9:43 pm

Back to top Go down
 
Mourning for the Stupid Dearest
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 4Go to page : Previous  1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» a very stupid youtube troller
» Funny/Stupid news stories
» resident evil 6 is stupid as fack
» The Stupid Things That Make You Laugh Thread
» Stupid Space Marines

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: