Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Moonlight

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 8:10 pm

Setting: Tengah malam di tengah hutan (?)

NB: Terbuka untuk umum, tapi jangan ada yang post sebelum Yacchi. Batasnya.. 4 orang?

----------------------------------------------------------

The Bliss of Growth, The Glory of Action, The Splendor of Beauty; For Yesterday is but a Dream, And To-morrow is only a Vision.


Sei bergumam sendiri di tengah sunyinya malam di hutan itu menyuarakan pendapatnya tentang perasaannya saat itu, membuat suara terdengar cukup angker ketika bergema.

Tidak tahu kenapa ia ada di tempat itu, yang ada di pikian Sei hanyalah kosong. Mungkin tidak jarang ada yang tidak tidur di malam hari, tapi yang sekarang Sei rasakan berbeda, sejak tiba di akademi ini, ia tidak dapat merasakan kantuk atau ingin tidur, seperti mendapat insomnia. Tapi, entah kenapa ia merasakan perasaan yang ia rasakan sekarang terkesan nostalagik, yang sepertinya juga pernah ia rasakan sebelumnya.

Yah, semakin Sei masuk ke dalam hutan itu, ia semakin merasakan bilamana ia pernah ke tempat itu sebelumnya, tetapi Sei menolak pemikiran tersebut secepatnya. Walaupun ia datang untuk mencari ingatannya, tetapi berbeda dengan sebelumnya, ia memiliki perasaan ragu untuk mengetahuinya, dan heran mengapa ia harus menemukan kenyataan atas masa lalunya. Dan apakah yang akan ia perbuat setelah mengetahuinya? Karena ia merasa arti masa depan baginya sekarang hanyalah kosong dengan tujuannya hidupnya adalah untuk kepentingan tuannya.

tep... tep...

Sei terus berjalan sampai ia menemukan sebuah pohon besar di antara yang lainnya, kemudian mendekati dan bersandar pada pohon tersebut sambil melihat ke atas langit, menemukan cahaya yang bulan yang terang di langit malam yang terlihat samar karena tertutupi daun-daun yang lebat dan rindang, merasakan kekuatan yang membuatnya agak nyaman yang diselingi dengan angin malam yang dingin berhembus melewatinya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 8:36 pm

Dasar atasan yang plin plan...

Sebenarnya, dia ingin sekali memaki dan mengoceh di depan atasannya yang tega menyuruhnya untuk berpatroli di hutan di tengah malam seperti ini. Pintar sekali... Padahal jabatan Chiaki hanyalah sekedar perawat hutan saja. Lalu, apakah sekarang dia sudah berubah pekerjaan menjadi patroli tengah malam seperti ini, heh? Paling tidak, mengertilah sedikit perasaan perempuan seperti Chiaki. Tega sekali atasannya itu... Yah, mau tidak mau, dia harus melakukan apapun yang atasannya lakukan atau jika tidak, persoalan sepele seperti ini malah akan rumit.

Dengan berbekal sebuah senter di tangan kanannya, dia mulai berkeliling di daerah dalam hutan. Jika dipikirkan sekali lagi, sebenarnya patroli ini tidak ada gunanya sama sekali. Well, anak kecil macam apa sih yang mau dan berani berkeliaran di hutan tengah malam seperti ini? Kecuali kalau anak itu mempunyai nyali besar untuk meghadapi gelapnya hutan akademi ini. Jujur, Chiaki sendiri juga ketakutan sebenarnya. Tapi, karena ini adalah tugas, pokoknya harus dilakukan!

Terdengar suara napas seseorang. Di hutan yang sunyi seperti ini, memang suara napas seseorang bisa ditangkap dengan mudahnya. Chiaki mengarahkan senternya ke sekelilingnya. Hingga akhirnya, dia menemukan seorang pemuda tengah duduk di bawah sebuah pohon, sendirian. Chiaki segera menyorotkan senternya ke arah pemuda itu untuk memperjelas pandangannya. Muka yang sepertinya pernah dia lihat, tetapi lagi-lagi dia lupa. Well, paling tidak, dia harus mengetahui siapa pemuda itu.

"Sedang apa kau disini? Dan... Siapa kau? Penyusup dari luar kah?" tanyanya. Bukan maksud Chiaki untuk langsung mencurigai pemuda di depannya tersebut. Tetapi, ini demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 9:05 pm

Hari sudah malam, Ayuri masih tetap rajin berpatroli. Entah apa karena sekedar iseng saja atau memang kewajibannya sebagai guru pengawas yang harus menjaga Akademi selama 24 jam. Siapa yang tahu dari balik wajah wanita ini yang tidak beremosi.

Suasana sangat sepi, tidak heran karena ini di dalam hutan. Mana ada yang mau ke tempat ini pada malam hari? Hanya orang tertentu atau orang bodoh yang berani masuk ke tempat sepi dan gelap gulita seperti ini. Wanita berkacamata itu terus berjalan, diikuti anjing peliharaan yang masih setia mengikuti langkahnya.

Tep...tep

Terdengar suara langkah dari arah di mana Ayuri sedang lewati. Azure, tentunya menggeram menandakan ada sesuatu. Diam sebentar...kemudian ia memutuskan untuk mengikuti langkah kaki yang tadi mereka sempat dengar. Wanita berambut merah ini menemukan 2 orang yang sepertinya...nyasar? Tidak mungkin, sebab dilihat dari rupanya, mereka seusia dengan dirinya.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" suara Ayuri yang datar namun tampak tegas.
Back to top Go down
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 9:15 pm

"Silau...", ujarnya singkat dan pelan karena sorot sinar dari lampu senter yang diarahkan kepadanya. Well, mungkin karena tinggal beberapa tahun di tempat yang agak tertutup dan terkadang jarang terkena sinar matahari, membuat matanya tidak terlalu peka terhadap cahaya yang langsung mengarah ke matanya.

Tetapi, Perlahan-lahan, entah kenapa Sei mulai sedikit terbiasa dengan cahaya itu, tetapi Sei segera mengalihkan pandangannya karena tahu tidak baik melihat cahaya dari lampu senter itu terlalu lama. Dan, ketika ia mengalihkan pandangannya, ia menemukan seseorang yang mengarahkan cahaya dari lampu senter itu kepadanya, seorang wanita yang langsung menanyainya dengan beberapa pertanyaan.

Sedang apa kau disini? Dan... Siapa kau?

"Sedang apa aku disini? Kosong, aku sendiri tidak tahu untuk apa aku disini, aku hanya mengikuti feeling dan langkah kakiku untuk sampai ke tempat ini, Aneh bukan? Ah yah, dan lagi, namaku Sei, Nagumo Sei", ujarnya panjang lebar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, tetapi ia terhenti pada pertanyaan ketiga yang menanyai apa ia seorang penyusup atau bukan. Penyusup dari luar kah?, Penyusup?, aku tidak tahu bila aku dimasukkan ke dalam tepat ini sebagai penyusup, yang kulakukan di tempat ini adalah untuk menjalankan tugas dan pekerjaan sesuai yang telah diberikan kepadaku, itu saja".

Sei terhenti sebentar seperti sebelumnya kemudian berdiri, membenarkan posisinya dan melanjutkan perkataannya. "Dan, lagi apa yang akan kau lakukan kalau misalnya aku memang...", Sei menghentikan perkataannya tiba-tiba ada seorang lagi yang datang, tetapi mungkin ia sedikit berutung karena orang itu telah menghentikannya dari kata-kata yang seperti ingin memprovokasi.

"Apa yang kalian lakukan di sini?"

sigh..., Sei memasang tampang seperti malas mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya dan melirik ke arah wanita tadi (Chiaki) sinis seperti ingin dia yang menjelaskannya kepada orang itu.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 9:35 pm

"..." Ayuri terdiam, seperti biasanya. Tapi...begitu melihat wajah lelaki tersebut, wanita ini tentunya langsung mengenal sosoknya yang sangat familiar. Ya, Nagumo Sei. Lelaki dingin yang mempunyai kemampuan Marrionette Alice. Dia masih hidup? Jelas-jelas 7 tahun yang lau, dia melakukan bunuh diri. Apakah ada seseorang yang 'menghidupkan'nya kembali?

"...Nagumo...Sei...kau...masih hidup...." gumam Ayuri seraya melihat Sei yang disinari oleh senternya Chiaki.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 9:42 pm

Melihat reaksi dari pemuda yang ada di depannya itu, Chiaki segera menyingkirkan sorotan senternya ke arah lain. Well, dilihat dari penampilan dan gerak-gerik pemuda itu, sepertinya dia bukan penyusup dan bukan orang yang mencurigakan. Jadi, Chiaki bisa menarik napas lega untuk sesaat. Ya, hanya untuk sesaat saja.

Nagumo... Sei? Nama yang sepertinya familiar di telinga Chiaki. Pernahkah dia mendengar nama itu dulu? Mungkin iya, mungkin tidak. Yah, paling tidak dia sudah mengetahui identitas pemuda itu. Dan dari jawaban yang diberikannya, sepertinya dia adalah seorang staff ataupun guru di akademi ini. Sebab, tadi dia sempat mengungkit-ungkit masalah tugas dan pekerjaan. Apakah dia adalah seorang penjaga malam sama seperti yang Chiaki lakukan sekarang? Sepertinya begitu.

"Apa yang kalian lakukan di sini?"

Sekarang seorang wanita lain yang datang ke arahnya. Jika ditanya seseorang, harus dijawab 'kan? "Well, aku Chiaki yang sedang mendapat tugas berpatroli di daerah sekitar sini. Dan..."

Perasaan Chiaki mendadak berubah tidak enak. Pemuda itu meliriknya tajam. Sorot matanya yang begitu tajam ditambah dengan gelapnya daerah hutan disini membuat tubuh Chiaki sedikit merinding walaupun tidak kedinginan. Baru saja Chiaki ingin menjelaskan siapa pemuda di sampingnya ini, ternyata perempuan itu sudah mengenalnya.

"Jadi... Kalian berdua sudah saling kenal?" tanya Chiaki. Kemudian dia terdiam sebentar. Oh ya, dia masih belum mengetahui siapa wanita yang berada di depannya ini walaupun mukanya sudah beberapa kali Chiaki lihat. "Ngomong-ngomong, anda sendiri... Siapa ya?" tanyanya balik pada wanita itu (Ayuri).
Back to top Go down
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 9:46 pm

Miyu, berjalan tanpa arah. Sepertinya ada yg ingin dilakukannya di tengah malam begini. Entah apa yg akan dilakukannya. Tugasnya sekarang adalah Watcher bukan?APa yang akan dilakukan Miyu di hutan tengah malam begini? Sepertinya ada sesuatu yg mengganjal yang perlu diselesaikan. Sebuah perasaan yang sudah lama tidak dirasakan.

"Sepertinya...sekitar sini." gumamnya pelan dengan membawa senter.

Miyu berputar, menengok ke kiri dan kanan.
"Harus kupastikan. Pasti di sekitar sini."
=================
OOT : Kebawa suasana pas Shirley memastikan si Lulu ngakak guling2
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Thu Sep 11, 2008 9:52 pm

"Ngomong-ngomong, anda sendiri... Siapa ya?" tanyanya balik pada wanita itu (Ayuri).

"Hikarichi Ayuri..." jawabnya kepada Chiaki. Singkat, memang. Tapi inilah yang cara bicara wanita berambut merah tua ini yang sangat irit dan sedikit.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 6:27 am

Ayuri tadi sempat menggumamkan sesuatu yang sempat Chiaki dengar sesaat. 'Masih hidup'...? Jelas tadi itu kata yang terdengar di telinga Chiaki. Apa maksud dari kata 'masih hidup' itu? Lagipula, sepertinya mereka sudah saling kenal dan pernah bertemu.

"Ah ya, Ayuri-san. Apa Ayuri-san sudah mengenal pemuda ini? Sepertinya kalian sudah pernah bertemu sebelumnya." tanyanya.

Ah, lagi-lagi suara langkah seseorang mendekat. Wah, apakah hutan memang selalu ramai baik siang maupun malam?

"Siapa di sana?" tanya Chiaki sambil menyorotkan senternya ke arah sumber suara. Ternyata orang itu Miyu. Baguslah, dia pikir, itu murid yang berkeliaran.

"Ah... Miyucchi toh. Tumben berada di sini pada jam-jam begini." ucapnya.
Back to top Go down
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 12:59 pm

OOT: Hampir cewe semua X3
-------------------------------------------

"...Nagumo...Sei...kau...masih hidup...."

Sei terdiam, dan tidak menjawab ketika wanita itu (Ayuri) menanyainya. Ia merasa pernah bertemu wanita itu, mungkin di masa lalunya, terutama ketika dia menyebutkan namanya, 'Hikarichi Ayuri'. Walaupun ia tidak dapat mengingat siapapun sekarang, tetapi ia tidak menyangka mengingat akan sesuatu yang telah hilang itu dapat membuatnya sesusah ini.

"Kau mengenalku? Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?", Sei balik menanyai wanita itu, tanpa menjawab pertanyaan darinya. Ia ingin tahu, tentang mengapa wanita itu mengetahui namanya sebelum ia memberitahu wanita itu.

Di saat sedang menanyai Ayuri, ia mendengar suara langkah seorang lagi yang datang, lagi, seorang perempuan. "Ah... Miyucchi toh. Tumben berada di sini pada jam-jam begini.", "Kau mengenalnya ya?", ucap Sei dengan nada datar ke arah Chiaki ketika mendengar kata-kata Chiaki yang sepertinya mengenal orang yang baru datang itu.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 4:43 pm

OOT : Dan sepertinya yang gabung adalah char yang ngeliat langsung kematiannya Seicchi dulu ya? =3 (kecuali Chia)


Chiaki semakin bingung sendiri mendengar ucapan dan reaksi Sei kepada Ayuri. Ayuri sepertinya jelas-jelas sudah mengenal Sei. Tetapi, Sei malah balik bertanya kepada Ayuri. Well, sebenarnya apa yang sudah terjadi antara mereka berdua di masa lalu? Tidak baik mencampuri urusan orang, lebih baik sekarang dia cukup menjadi pendengar saja.

"Kau mengenalnya ya?"

Chiaki menengok ke arah Sei yang sepertinya memanggilnya. Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Chiaki untuk menangkap pertanyaan Sei. Ah, sepertinya yang dia maksud apakah Chiaki mengenal Miyu yang baru saja datang itu atau tidak.

"Tentu saja aku mengenalnya. Dia temanku sejak aku masih bersekolah di akademi ini." jawab Chiaki.

Ah, mengenai bersekolah di akademi ini, Chiaki jadi teringat sesuatu. Memang, sepertinya muka Sei sudah pernah dia lihat sebelumnya. Apakah dia murid di akademi ini juga saat dulu ya? "Oh ya, kau dulu murid sini juga kah? Sepertinya aku pernah melihat mukamu dulu." tanya Chiaki balik kepada Sei.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 5:33 pm

OOT: kayaknya bener2 reunian ^^;
IT:

"Ah ya, Ayuri-san. Apa Ayuri-san sudah mengenal pemuda ini? Sepertinya kalian sudah pernah bertemu sebelumnya." tanyanya.

Ayuri awalnya terdiam dahulu atas pertanyaannya Chiaki yang bisa dibilang lumayan mengena dengan hubungannya pada lelaki-yang-masih-hidup-ini-padahal-ia-bunuh-diri-7-tahun-yang-lalu. Namun pertanyaan kedua terjadi saat orang yang menjadi tanda-tanya bagi Chiaki mulai membuka mulut.

"Kau mengenalku? Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?"

"...7 tahun yang lalu, kau bunuh diri..." jawabnya dengan suaranya yang halus dan datar. Namun perkataan 'bunuh diri' itu bisa dikatakan adalah hal yang paling bisa dideskripsikan olehnya kepada pria tersebut. Tentunya, itulah ia yang pernah lihat sewaktu Sei menusukkan dirinya dengan pisau2 dengan Alice-nya sekitar 7 tahun yang lalu.

Suara Azure, anjing peliharaannya Ayuri lagi2 menggeram tanda ada sesuatu yang datang. Chiaki segera menyorotkan senternya dan menemukan sesosok wanita yang entah apa ia nyasar atau sebenarnya sudah dari tadi mendengar percakapan mereka. Yang pastinya, Ayuri pasti akan tahu kehadiran seseorang pengguna Alice melalui Sensing Analyzer-nya.

"Nyasarkah?" tanya Ayuri kepada Miyu.
Back to top Go down
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 6:03 pm

"Ah... Miyucchi toh. Tumben berada di sini pada jam-jam begini."
SREKK!!

"Ah...Chiaki? Sedang apa? Kalu aku..Umm...Berjalan-jalan saja. Tidak bisa tidur." jawabnya ragu-ragu. Jelas, Miyu tidak ingin orang lain tahu tentang apa yang dilakukannya malam-malam begini.

"Nyasarkah?"
Miyu melirik ke arah Ayuri. Rupanya ada orang lain lagi. "Ah..Tidak juga." Miyu menatap Ayuri kira-kira 15 detik. "Apa..aku mengenalmu?Sepertinya dulu aku pernah bertemu denganmu." tanya Miyu ragu-ragu.

Miyu memandnag ke satu arah. Sesosok bayangan, oh setelah Miyu mendekat ternyata orang lain. Dia juga sedang berbincang-bincang dengan Chiaki dan...salah seorang lagi.

Miyu menyorotkan senternya ke arah orang itu, seorang pria. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba senter Miyu terjatuh dan dengan sedikit gemetaran, Miyu mundur. Cahaya rembulan malam itu menyinari wajah pria tadi.

"Ka-kau...Masih hidup?" Miyu semakin gemetar. Bahkan sampai berkeringat dingin. Bagaimana tidak?Seseorang yang dulu dikenalnya, yang bahkan MENINGGAL di depan matanya, tiba-tiba muncul di hadapan Miyu begitu saja. Meskipun penampilannya sudah bisa dibilang berubah, namun yang namanya naluri tida bisa berbohong.
Back to top Go down
View user profile
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 6:36 pm

"...7 tahun yang lalu, kau bunuh diri..."

Sei mencoba berpikir apakah ia memang bunuh diri 7 tahun lalu, tetapi hasilnya hanyalah kosong. Ia tidak bisa mengingat apapun tentang dirinya bahkan apa yang telah terjadinya setelah bangun kurang lebih 5 tahun yang lalu, tuannya sendiri mengatakan bahwa ia koma selama 2 tahun. "Tidak tahu, aku tidak mengingat apapun setelah aku bangun dari komaku 5 tahun yang lalu", ujarnya menjelaskan yang memang sesuai dengan kenyataannya. Dan, lagipula, kalaupun ia mati , ia tidak mungkin masih di Dunia ini dan dapat merasakan jantung nya yang masih berdetak.

"Ka-kau...Masih hidup?"

Sei mengalihkan arah pandangannya dan menemukan wanita tadi gemetaran melihatnya yang mungkin mengiranya sudah mati. Sigh..., hela Sei, tampaknya mungkin ia datang ke tempat yang salah hari ini, yah tapi apa boleh buat.

"Yah, Seperti yang dapat kau lihat, aku masih hidup", jawabnya ke wanita itu dan mengubah nada bicara nya ke semula, nada bicara yang dingin. Ia capek, harus menerangkan hal yang sama berkali-kali. Tetapi akhirnya, Sei mengambil sebuah topeng berwarna hitam dan memasang topeng itu kembali di wajahnya, mungkin seharusnya ia tidak melepaskan topengnya itu walaupun agak mengganjal bila dipakai terus-terusan. Yah, karena mereka sudah melihat dan mengetahui dirinya, sepertinya tidak ada gunanya lagi sekarang.

"Dan, kenapa kau melihatku seperti itu? Seolah-olah aku mempunyai masalah denganmu di masa lalu, walaupun aku sendiri tidak dapat mengingatnya", lanjut Sei lagi sinis yang tidak suka melihat cara wanita itu memandangnya seperti itu setelah memakai kembali topengnya ,yah, meskipun Sei sering mendapat perlakuan seperti itu sebelumnya.
Back to top Go down
View user profile
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 6:51 pm

"Tidak tahu, aku tidak mengingat apapun setelah aku bangun dari komaku 5 tahun yang lalu"
"Yah, Seperti yang dapat kau lihat, aku masih hidup"

"Ti-tidak mungkin. Tidak mungkin kau masih hidup. Itu tidak mungkin kamu...Sei.//" ujarnya pelan. Kepala Miyu tertunduk. Mungkin kalau dilihat dari dekat terlihat Miyu sedang menangis. Padahal sudah 7 tahun dia lupa akan hal itu, akan orang itu. Kenapa sekarang Miyu harus mengingatnya lagi?

"Dan, kenapa kau melihatku seperti itu? Seolah-olah aku mempunyai masalah denganmu di masa lalu, walaupun aku sendiri tidak dapat mengingatnya"

"Sepertinya kau memang lupa ingatan hah?Lelaki bodoh!" Kali ini Miyu menampar pipi Sei. Topeng Sei terjatuh.

"Jangan ingatkan aku lagi, bodoh!!Bodoh!!!Kau bodoh Sei!!!"
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 7:06 pm

Jujur, sekarang, Chiaki benar-benar tidak bisa menangkap apa yang sebenarnya sedang mereka bertiga bicarakan. Ayuri mengatakan bahwa Sei telah... Meninggal 7 tahun yang lalu. Sementara Sei sendiri mengatakah bahwa dia telah kehilangan ingatannya sejak 5 tahun yang lalu. Dan Miyu, sepertinya sangat terkejut begitu melihat Sei. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka bertiga 7 tahun yang lalu...?

PLAK

Kali ini, Miyu mulai membentak dan menampar Sei. Sebenarnya, Chiaki tidak bermaksud untuk mengganggu urusan pribadi yang sepertinya sedang terjadi di antara mereka bertiga. Tetapi, jika diteruskan terus seperti ini, bisa-bisa keadaan bisa menjadi semakin gawat. Jadi, paling tidak, dia harus bisa menjadi penengah.

"Miyucchi!" Chiaki berusaha untuk menghentikan perbuatan Miyu. "Walaupun aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian, tetapi, tenanglah dulu!"

Kemudian, Chiaki berbalik menatap Sei. "Dan kau juga, jangan buat hati seorang perempuan menjadi terluka seperti ini." ucapnya.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 7:06 pm

"Tidak tahu, aku tidak mengingat apapun setelah aku bangun dari komaku 5 tahun yang lalu"

"...begitu ya..." ujar Ayuri yang kemudian berdiam sebentar sebelum perkataan selanjutnya terucap. "...rumor mengenai kau hidup ternyata benar..." lanjutnya. Sepertinya nama yang ia sandang sebagai "The Crimson" dari dunia bawah tanah itu tidak sia2 juga. Bisa mendapatkan informasi2 yang seharusnya tidak boleh disebarkan, akhirnya terdengar dari telinganya tersebut.

"Kau...tidak ingat kami?" tanya wanita berambut merah ini kepada Sei yang ditampar oleh Miyu.
Back to top Go down
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 7:40 pm

PLAK

Sei memegangi pipinya yang ditampar oleh cewe yang baru dikenalnya itu. "Kau tahu, itu cukup sakit", ujarnya kemudian mengambil topengnya kembali, berbeda dengan sebelumnya, ia dapat merasakan sakit sekarang, mungkin itu salah satu perbedaannya dengan yang dulu. Dan, mungkin sebelum Miyu bertindak lebih jauh lagi, Chiaki yang pertama kali ditemuinya di tempat itu berusaha menghentikan Miyu.

"Dan kau juga, jangan buat hati seorang perempuan menjadi terluka seperti ini."

Sei memejamkan matanya dan kemudian membukanya lagi, menghela dalam hati. "Aku hanya mencoba untuk mengatakan yang sejujurnya itu saja", balas Sei yang kemudian menghentikan kata-katanya sebelum kata-kata yang dikeluarkannya berakibat lebih fatal yang dapat memo dapat memojokkannya, dan beralih ke Ayuri yang tampaknya berkata bila dia telah mengetahui kalau ia masih hidup.

"Kau...tidak ingat kami?"

"Ya", ujarnya singkat tanpa melihat mata Ayuri seperti layaknya orang yang berbicara, dan menjaga jarak dengannya karena merasakan feeling yang tidak enak. "Tetapi, walaupun begitu, entah kenapa aku merasa pernah bertemu dengan kalian"

--------------------------------------
OOT: Ampun... X3
Back to top Go down
View user profile
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 7:49 pm

OOT : Bacanya sambil denger ini yah X3
==========================================
"Miyucchi!" Chiaki berusaha untuk menghentikan perbuatan Miyu. "Walaupun aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian, tetapi, tenanglah dulu!"

PLEK...PLEK....PLEK..

Suara itu semakin jelas di kesunyian malam. Tetes demi tetes air mata jatuh dari pipi Miyu.

"Dan kau juga, jangan buat hati seorang perempuan menjadi terluka seperti ini."

Miyu menggenggam kedua tangannya dengan erat. Ingin sekali Miyu berlari, pergi dari sana. Ingin sekali melupakan pria itu. Namun di saat yang sama, ada rasa untuk tetap tinggal dan bertemu lagi dengan.....pria yang dulu disukainya meskipun hanya Miyu yang beranggapan begitu.

"Kau tahu, itu cukup sakit"
Tes..Tes..Tes..

"Kau tau itu sakit kan? Tapi kau sendiri tidak tau aku sakit." ujar Miyu pelan, berusaha menahan tangisannya.

Genggaman tangannya makin keras. Ingin pergi, namun ingin tetap di sana.
"Ternyata setelah 7 tahun ini, kau makin bodoh Sei...SANGAT BODOH!!!!"

Kehadiran pria itu seolah kembali membuka luka lama, luka 7 tahun yang lalu. Ketika seseorang mengetahui bahwa ternyata dia 'suka' pada orang itu, namun orang yang disukainya, dicintainya justru pergi jauh...Sangat jauh, bahkan tidak dapat digapai. Bagaimana rasanya?
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 7:56 pm

"Tetapi, walaupun begitu, entah kenapa aku merasa pernah bertemu dengan kalian"

"...tentu saja kau pernah bertemu dengan kami..." ujar wanita berkacamata ini yang matanya yang merah melirik kepada lelaki yang kehilangan ingatannya itu.

"...tidakkah kau melihat wajahnya yang menangis? Kami masih ingat kau..." ujarnya yang mengarah kepada Miyu yang sedih. Jelaslah, orang yang selama ini dikiranya mati bisa tiba2 muncul seperti hantu dihadapan mereka.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 8:13 pm

Chiaki mengusap punggung Miyu, berusaha untuk menenangkannya agar tidak menangis terus-terusan lagi seperti yang terjadi sekarang. Sekarang, yang ada di hadapan Chiaki bukanlah Miyu yang Chiaki kenal. Dia bukan Miyu yang selalu ceria dan tersenyum seperti dulu. Sebenarnya, bagaimana perasaan Miyu sekarang...? Kenapa dia bisa sampai menangis seperti ini hanya karena seorang pemuda yang sudah kehilangan ingatan selama 5 tahun ini? Hanya karena seorang pemuda... Tidak tahan melihat keadaan yang terus-terusan seperti ini, Chiaki beranjak dari tempatnya, dan kembali menatap Sei.

"Aku tidak suka sahabatku dibuat menangis seperti itu," ucapnya pada Sei. "Kumohon, mengertilah perasaannya sedikit dan coba hibur dia,"

Chiaki terdiam sesaat. Mungkin dia sedikit lancang mengucapkan hal seperti tadi. Tetapi, dia tidak ingin melihat sahabatnya itu mengangis lebih lama lagi.

"Paling tidak, cobalah untuk mengingat-ingat lagi saat pertemuanmu dengan mereka dulu. Walaupun kau sudah kehilangan ingatan, tetapi pasti masih ada yang tersisa di ingatanmu!" sambungnya.
Back to top Go down
Nagumo Sei
Teacher
Teacher


Posts : 202
Join date : 2008-09-01
Location : Castle of Illusion

Character Sheet
Alice: Marionette Alice
Class: Teacher
Self Quote: My life closed twice before its close; It yet remains to see If Immortality unveil A third event to me, So huge, so hopeless to conceive, As these that twice befell. Parting is all we know of heaven, And all we need of hell.

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 8:36 pm

Great, sekarang Sei merasa bahwa dirinya semakin terdesak. Sigh, "Baiklah, aku mengaku salah", ujarnya setengah terpaksa karena memang ia tidak merasa bersalah. Seperti yang diminta Chiaki, ia kemudian mendekat ke arah Miyu dan Chiaki, lebih tepatnya Miyu, dan kemudian mencium tangan kanannya, dan kemudian membisikkan sesuatu di telinga Miyu dengan suara kecil agar tidak terdengar yang lain.

"Kau tahu, kau menyebalkan. Jujur saja, Diriku yang dulu dan sekarang mungkin jauh lebih berbeda dari yang katakan", Ujar Sei kemudian kembali berdiri dan merapihkan kembali posisinya. Ia kemudian melihat ke arah Chiaki. "Sudah puas sekarang?", ucapannya dengan nada yang benar-benar berbeda dari sebelumnya, bukan datar maupun dingin, melainkan emosional, dan seperti tertekan. Yah, Sei memang tidak suka dengan berbicara mengenai hal-hal tentang hati, karena walaupun ia mengetahui apa yang dinamakan sakit hati, tetapi ia tidak mengerti apa yang dinamakan dengan hati.
Back to top Go down
View user profile
Kunogi Miyu
Watcher
Watcher


Posts : 351
Join date : 2008-09-05
Location : Anywhere

Character Sheet
Alice: Tracing
Class: Watcher
Self Quote: Looking around?

PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 8:48 pm

"Baiklah, aku mengaku salah"Ya, pria itu mendekati Miyu dan membisikkan sesuatu.

"Kau tahu, kau menyebalkan. Jujur saja, Diriku yang dulu dan sekarang mungkin jauh lebih berbeda dari yang katakan"
Kali ini Miyu merasa geram, bukan sedih. PLAK!!! Kali ini sebuah tamparan yang jauh lebih keras dari sebelumnya. Suaranya menggema di langit.

"Dengar!! Kau lebih baik mati daripada masih berdiri di sini. Lebih baik mati... Jangan pikir, mentang-mentang aku mengenalmu aku tidak tega untuk membunuhmu hah?? Kau lebih baik mati. Tidak ada gunanya manusia berhati busuk sepertimu ada di sini. Lebih baik kau membusuk di liang kubur sana!!!"

Terdengar sekali dari kata-kata Miyu itu. Bukannya sedih atau takut karena Sei kembali berdiri di hadapannya. Melainkan benci. Bahkan sekarang Sei lebih menyebalkan dari dulu, lebih dingin. Dibalik kata-kata Miyu tadi...Siapa yang tega membunuh orang yang dicintainya? Entah bagaimana lagi membuat Sei sadar.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 9:09 pm

"Sudah puas sekarang?"

"Baiklah." jawabnya sambil tersenyum kecil. Melihat sikap Sei, Chiaki bisa menarik napas lega sedikit. Paling tidak, mungkin Miyu akan merasa lebih tenang sekarang setelah Sei meminta maaf. Tetapi...

PLAK

Ups, rupanya Chiaki salah duga. Miyu malah kembali menampar Sei dengan keras. Jauh lebih keras dari awal tadi. Entah apa yang sudah Sei bisikkan hingga membuat Miyu geram seperti itu. Bahkan, Miyu juga sampai membentak-bentak seperti itu. Uh-oh... Sepertinya keadaan kembali gawat.

"T-tunggu, Miyucchi... Bukankah dia sudah meminta maaf padamu?" tanya Chiaki sambil kembali berusaha menenangkan Miyu.

Chiaki kembali menatap Sei tajam. Padahal, tadi pandangannya kepada Sei sudah mulai berubah. "Kau... Apa lagi yang kau ucapkan kepada Miyu?!"
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Moonlight   Fri Sep 12, 2008 9:15 pm

Ayuri memperhatikan Sei yang membisikkan sesuatu pada Miyu. Apakah sesuatu hal yang membahagiakan terjadi? Nyatanya, tidak. Sebuah tamparan melayang lagi ke arah pria tersebut. Terlihat wajah wanita yang sempat menyukai Sei tersebut sangat sedih. Bagaimana tidak sedih? wanita berambut merah ini tahu betul apa yang dikatakan oleh pria pengguna Marrionette tersebut kepada Miyu.

"...Kau sama sekali tidak berubah..." ujarnya kepada Sei lalu menghampiri wanita yang bersedih tersebut dan mengelus punggungnya guna untuk menenangkannya.
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: Moonlight   Today at 12:22 am

Back to top Go down
 
Moonlight
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» Need help with the moonlight obi
» moonlight the hedgehog
» Moore Legacy - Moonlight Falls
» VtM: Moonlight
» [1850][Silme Naith - The Moonlight's Spearhead]

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: