Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Met Liefde Cafe

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4
AuthorMessage
Arvert
Single Star
Single Star


Posts : 1467
Join date : 2008-09-01

Character Sheet
Alice: Mind Set
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Wed Sep 10, 2008 7:30 am

Arvert masih memandang pantulan yang ada di kaca yang saat ini sedang ia perhatikan. Cafe itu sudah seperti kapal pecah. Tampak seorang waitress yang dengan panik menelepon seseorang. Tapi perhatiannya teralih ketika ia merasa gadis di depannya itu melihat ke arahnya.
Quote :
Asuka menunduk sesaat, kemudian menatap pria yang sepertinya dingin itu, "Sorry, main duduk ditempatmu-" katanya sambil tersenyum tak enak

Arvert tidak lamgsung menjawab permintaan maaf gadis tersebut melainkan menyandarkan punggungnya ke sofa perlahan, melipat tangannya dan akhirnya berkata,

"Tidak masalah," sambil tersenyum yang lebih tepat disebut seringaian.
Quote :
"Err--namamu siapa?" tanyanya.
"Kau sendiri?" Arvert bertanya balik dan bukannya memberitahukan namanya. Perhatiannya kembali teralih keluar ketika dilihatnya beberapa orang berseragam seperti seragam PLN tapi berwarna hijau bergegas memasuki cafe tersebut.

Mereka dengan segera memperbaiki kerusakan yang terjadi dengan alice mereka. Tak lama mereka merakit sesuatu yang tampak asing menurut Arvert, menempatkannya di keempat sudut langit-langit cafe tersebut dan menyalakannya dengan remote. Benda itu berkedip merah cepat dan beberapa saat kemudian sudah berkedip stabil setiap beberapa detik.

Arvert memperhatikan benda itu ingin tahu.

Ada antenanya... sekilas ia melirik cafe yang sempat rusak itu dan berpikir lagi.

Hmm, bisa jadi... ia menegakkan duduknya, menyentuh tangan gadis di depannya sesaat dan mencoba mengaktifkan alicenya.

Pergi ke kasir dan bayar semua kerusakan ia memulai persuasinya.

Gadis itu tampak tak terpengaruh.

Dugaanku tepat. Alat penetralisir alice ya? Aku belum pernah lihat yang seperti itu ia memperhatikan alat yang masih berkedip merah perlahan itu.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Wed Sep 10, 2008 10:46 am

Asuka menghembuskan nafasnya lega ketika kata 'tidak masalah' meluncur dari mulut Arvert, "Huff, baguslah kalau begitu.." ia menoleh ke arah waitress yang menaruh pesanannya di meja. Asuka meraih garpu, memotong apple pie di piringnya asal, dan memasukkannya ke mulut, "Enwaak~." seru Asuka dengan garpu masih dalam mulutnya.

"Kau sendiri?" pertanyaan Arvert membuyarkan fantasi Asuka bersama pie-nya.

"Aumka.." jawabnya dengan garpu masih berada dalam mulut. Asuka menarik garpu itu dari mulutnya, memain-mainkannya di atas piring, sementara mulutnya sibuk mengunyah. Umm.. Jelaskah jawabannya tadi? Sepertinya tidak. Ia segera menelan makanannya.

"Hm, maksudku, namaku Asuka, Yoshikuni Asuka." Asuka mengarahkan garpunya ke wajah Arvert, "Kalau kamu?"

Asuka hanya menatap heran ketika Arvert menyetuh tangannya. Sedang apa pria itu? Hmm.. kenapa wajahnya menengok ke sudut-sudut ruangan? Asuka hanya angkat bahu.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Wed Sep 10, 2008 11:57 am

"Anak cowo jangan nangis donk,"

"Tapi.. tapi..."

Nacht melepaskan tangannya dari lengan Kyou, menatapnya dengan mata birunya yang sinarnya sedikit meredup karena air mata yang sekarang mengalir di pipinya.

"lagipula sudah kubilang, bukan Nacht yang salah kok. Bukan Nacht yang cari gara-gara, Kakek Tua-Imbisil tadi biang keroknya."

Nacht hanya bisa terdiam, Ia mengelap air mata yang mengalir di pipinya dengan sisi lengannya. Sedikit penasaran dengan kata Imbisil yang Kyou ucapkan, Yaa.. mungkin Nacht bisa mencari arti kata itu di perpustakaan nanti, tapi tidak sekarang.

"Mm.. Nacht, capung merah tuh."

Nacht menatap capung-capung tersebut sebelum menunduk, air mata sudah menghilang sepenuhnya dari wajahnya, walaupun masih menyisakan sedikit bekas-bekasnya di pipinya. Tak lama kemudian, beberapa orang petugas datang, menggunakan alice mereka dan membuat kerusakan itu perlahan-lahan diminimalisir dengan alice mereka. Fiuhh~ syukurlah, dengan ini berarti tidak terlalu masalah. Tapi.. sepertinya kejadian tadi memberikan efek psikologis sendiri bagi Nacht.

"Ternyata benar... "

Nacht mendongak dan menatap Kyou dengan mata birunya yang sekarang tidak lagi memancarkan keriangannya yang biasa, dengan kata lain redup.

"Aku berbahaya... " lanjut Nacht sambil mengubah tubuhnya menjadi bayangan, dan kemudian menghilang secepat angin berhembus.

[out]
Back to top Go down
Kyouka
Alice User
Alice User


Posts : 980
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Magician-Illusion
Class: Freelancer
Self Quote: "Then I'll show you my magic."

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Wed Sep 10, 2008 1:48 pm

"....."

Kyou terdiam mendengar perkataan bocah 8 tahun yang kemudian pergi dengan Alicenya. Perasaan aneh yang sulit dijelaskan, rasanya membuat dada Kyou sesak mendengar perkataan barusan meluncur dari bibir seorang anak kecil.

'Berbahaya'

Kyou sadar Alicenya bukan Alice yang bisa dengan mudahnya membahayakan orang lain, tapi... Kyou kehabisan kata-kata...

Seiring dengan raut wajahnya yang berubah muram, capung-capung merah ciptaan Alicenya hilang secara serempak, perasaannya mempengaruhi efek Alice Kyou yang sekarang menggigit ibu jarinya. Gadis bermata coklat hazel itu merasa kesal dan tanpa sadar ia menyalahkan orang lain, Eiji, atas ucapan Nacht tadi.

Derap kakinya sekarang terdengar kasar dan berat, meninggalkan Cafe yang dalam proses perbaikan oleh beberapa pengguna Alice.

(out)
Back to top Go down
View user profile
Arvert
Single Star
Single Star


Posts : 1467
Join date : 2008-09-01

Character Sheet
Alice: Mind Set
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Thu Sep 11, 2008 7:37 pm

Quote :
Asuka meraih garpu, memotong apple pie di piringnya asal, dan memasukkannya ke mulut, "Enwaak~." seru Asuka dengan garpu masih dalam mulutnya.

"Kau sendiri?" pertanyaan Arvert membuyarkan fantasi Asuka bersama pie-nya.

"Aumka.." jawabnya dengan garpu masih berada dalam mulut.

Ia segera menelan makanannya.

"Hm, maksudku, namaku Asuka, Yoshikuni Asuka." Asuka mengarahkan garpunya ke wajah Arvert, "Kalau kamu?"

Ia mendengarkan omongan gadis itu tetapi matanya masih saja menatap keluar kaca dengan kaki dan tangan yang masih terlipat. Tak lama setelah gadis itu menanyakan namanya, Arvert menegok ke gadis tersebut dan berkata,

"Arvert," ia memperhatikan gadis itu sebentar dan kembali menengok ke kaca dengan maksud untuk tidak mengganggu acara makannya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Fri Sep 12, 2008 8:48 pm

Bianca mengatakan sesuatu dengan sangat-sangat lirih. Dan ya, cewek itu tau pasti bahwa Kou bisa mendengarnya dengan jelas. Gadis itu menginginkan... darah?
Wow, Kou tersenyum pahit mendengarnya. Orang aneh, lagi-lagi orang aneh, meskipun mungkin dirinya juga salah satunya.

Makin banyak yang memasuki tempat itu. Dan sesuatu yang memang diinginkan Kou terjadi. Pengaktifan alice. Seseorang di ruangan ini mengaktifkan alicenya. Jadi, Koupun mengaktifkan alicenya. Tidak, bukan untuk menciptakan kekacauan, dia hanya mau melihat.

Kou senyum-senyum sendiri menikmati pertunjukan di ruang itu sambil meminum minuman yang akhirnya diberikan oleh pelayan cafe. Minuman stroberi dan susu, milkshake, mungkin? Masa bodoh. Yang penting enak, dan sepertinya gratis dari pelayan yang kasihan padanya. Meskipun Kou bukan orang yang senang dikasihani.

'uhukk...!' Kou tiba-tiba tersedak. Makin banyak yang mengaktifkan alicenya, dan kekuatan Kou tampaknya belum terbiasa merasakan alice. Alice Kou sendiri malah membuat kepalanya sakit, karena makin banyak obyek dalam ruangan ini, ditambah alice yang teraktivasi. 'duh, sial...', Kou pun menyerah dan melangkah keluar dari situ.

(OUT)
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Sat Sep 13, 2008 10:52 am

Asuka masih mengunyah pie-nya, memakannya pelan sampai habis. Sementara mulutnya sibuk mengunyah, matanya sibuk menyusuri kata demi kata dalam novel tebal di hadapannya. Umm.. lama sekali pria itu menjawabnya. Padahal dia kan hanya menanyainya nama?

Ia meraih cangkir berisi teh susunya, meminumnya sedikit dengan mata masih sibuk membaca.

"...Arvert."

Asuka kontan mengalihkan pandangannya dari buku tebal dihadapannya, "...hah? Pervert?"
Back to top Go down
Arvert
Single Star
Single Star


Posts : 1467
Join date : 2008-09-01

Character Sheet
Alice: Mind Set
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Sun Sep 14, 2008 5:23 pm

Quote :
Asuka kontan mengalihkan pandangannya dari buku tebal dihadapannya, "...hah? Pervert?"
Arvert masih melipat tangannya sambil bersandar ke sofa berwarna hitam itu. Perlahan ia menurunkan tangannya dan menaruhnya di meja tempat ia dan Asuka duduk berhadapan, dan memandang gadis di depannya itu sambil tersenyum berbahaya,

"...maaf?"
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Sun Sep 14, 2008 5:51 pm

Asuka mengerling ke arah pria di hadapannya. Tangannya menaruh cangkir teh di tatakan sehingga terdengar suara dentingan pelan. Ia juga tersenyum ke arah Arvert, sama kadar berbahayanya.

Apa... tadi dia salah berbicara ya? Asuka angkat bahu, tak begitu perduli. Begitulah dia, tidak peka terhadap reaksi orang-orang di sekitarnya.

Asuka melirik jam dinding. Sudah siang rupanya. Ia meraih novel tebalnya, mengapitnya di depan dada, "..baiklah kalau begitu." Asuka membungkuk pada Arvert, "Bye bye, Mr. Pervert..." ucapnya tanpa ada maksud buruk sedikit pun pada pria di hadapannya dan melambaikan tangan pada pria itu dengan senyum simpel di wajahnya.

Asuka beranjak ke kasir, membayar bill-nya, kemudian berjalan keluar ruangan dengan langkah santai.

[OUT]
Back to top Go down
Arvert
Single Star
Single Star


Posts : 1467
Join date : 2008-09-01

Character Sheet
Alice: Mind Set
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Thu Sep 18, 2008 4:14 pm

Quote :
Asuka melirik jam dinding. Sudah siang rupanya. Ia meraih novel tebalnya, mengapitnya di depan dada, "..baiklah kalau begitu." Asuka membungkuk pada Arvert, "Bye bye, Mr. Pervert..." ucapnya tanpa ada maksud buruk sedikit pun pada pria di hadapannya dan melambaikan tangan pada pria itu dengan senyum simpel di wajahnya.
Arvert kembali menengok ke gadis tersebut ketika dia mengejeknya dengan nada biasa. Sekolah ini sepertinya memang banyak berisi orang-orang yang kurang mengerti tata krama, atau memang dia belum bertemu orang yang seperti itu. Tapi ia tidak peduli, dan itu hal terbukti karena tak lama kemudian ia berjalan ke toilet, mencuci tangannya yang tidak kotor dan berjalan keluar cafe itu ke arah yang berlawanan dengan gadis barusan.

[out]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Today at 6:47 am

Back to top Go down
 
Met Liefde Cafe
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 4Go to page : Previous  1, 2, 3, 4
 Similar topics
-
» TT Ipoh Station Antique Cafe, Puchong**#MArI BeRNosTaLgiA#**23/03/2012
» Hey Lego Cafe Corner fans...
» Rosemary Chen's Internet Cafe
» Milliways - the cafe at the end of the universe...
» How to get behind the window in Star Cafe 2011

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: