Abstract School

Indonesian Roleplay Forum based on Alice Academy story
 
HomePortalFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Met Liefde Cafe

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3, 4  Next
AuthorMessage
Arvert
Single Star
Single Star


Posts : 1467
Join date : 2008-09-01

Character Sheet
Alice: Mind Set
Class:
Self Quote:

PostSubject: Met Liefde Cafe   Sun Sep 07, 2008 4:53 pm

Cafe itu terletak tak jauh dari pusat kota, memiliki suasana tenang tapi tidak terlalu sunyi dengan nuansa merah dan hitam minimalis. Cafe bernama Met Liefde itu bisa dibilang itu merupakan tempat yang tepat bagi mereka yang sedang ingin menjauh dari keramaian. Dindingnya yang menghadap ke jalan raya merupakan kaca, sehingga pengunjung tetap bisa melihat keadaan di luar meski sedang berada di dalamnya. Sofa-sofa hitam dengan meja berwarna merah bisa terlihat dari luar sedang menghiasi bagian dalam cafe tersebut dan sangat cocok dijadikan tempat untuk bersantai.
__________________________________________________________________

Arvert yang merasa bahwa tidak menemukan tempat yang tenang di sekitar sekolahnya akhirnya memutuskan untuk berjalan memasuki cafe itu. Ia mengambil tempat duduk di pojok ruangan. Seorang waitress datang dan menanyakan pesanannya. Arvert yang saat itu sedang mangantuk memutuskan untuk memesan secangkir teh. Tak lama pesanannya datang dan ia menikmatinya perlahan sambil mengamati keadaan kota sore itu
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Sun Sep 07, 2008 6:00 pm

Asuka menghela nafas perlahan. Ia bingung kemana harus melangkahkan kakinya hari itu. Ia akhirnya memutuskan untuk melihat-lihat daerah sekitar pertokoan, tapi sepertinya ramai sekali.

Ditatapnya novel yang ia bawa. Hmmh, Asuka memang butuh ke tempat yang tenang saat ini. Mata biru cemerlangnya menangkap sebuah cafe minimalis dan tampaknya tidak begitu ramai. Met Liefde, eh? Tempat yang ia cari.

Ia melangkahkan kakinya perlahan menuju cafe itu. Sesampainya disana, ia duduk di satu sofa hitam yang empuk. Sekilas ia menatap orang-orang berlalu lalang dari balik kaca jendela dekat tempat duduknya.

Datang tanpa memesan? Hm, rasanya tidak sopan. Asuka memanggil seorang pelayan, memesan segelas oolong tea. Tak lama setelahnya, minuman yang ia pesan datang.

Asuka sesekali menghisap teh dingin dalam gelas besar itu dan memain-mainkan sedotannya sementara matanya terfokus pada novel yang ia baca.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 4:58 am

Sekeluarnya dari rumah sakit, Ritsuki benar-benar tidak memiliki tujuan lain untuk pergi lagi. Kembali ke asrama? Beh, membosankan. Masuk ke kelas? Jangan pernah harap Ritsuki mau mengikuti kelas. Jadi, lebih baik dia berkeliling terlebih dahulu di Central Town, mencari sesuatu yang mungkin bisa menarik perhatiannya.

Saat tersadar dari lamunannya, akhirnya dia menyadari bahwa sekarang dia sedang berdiri di depan sebuah cafe. Met Liefde. Itu adalah nama cafe yang tertera di papan nama bangunan. Well then, bagaimana kalau kita cek ke dalam?

Ritsuki memasuki cafe itu dan melihat sekeliling. Tempat yang lumayan bagus untuk bersantai. Tanpa sengaja, saat dia berkeliling, bahunya menyenggol seorang pelayan cafe, dan...

PRANG!

Sebuah cangkir berisi kopi hitam pekat jatuh dan pecah menghantam lantai.

"M-maaf!" ucap Ritsuki sambil membereskan pecahan cangkir itu.
Back to top Go down
Kyouka
Alice User
Alice User


Posts : 980
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Magician-Illusion
Class: Freelancer
Self Quote: "Then I'll show you my magic."

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 2:29 pm

Kyou terus menggandeng lembut dua tangan mungil Nacht dan Cyalle, mengajak mereka ke sebuah Cafe yang terletak tak jauh dari pusat kota. Cafe dengan desain minimalis, di dominasi dengan warna merah-hitam.

Kyou kurang suka dengan warna yang dipakai oleh Cafe tersebut karena menurutnya terkesan 'serius' atau entah 'kikuk' namun karena bingung memilih deretan Cafe yang ada di Central Town, gadis berambut coklat-pendek ini memutuskan untuk memilih tempat ini. Met Liefde Cafe. Tempat ini cukup sepi dan tenang, ekspresinya tampak berpikir ulang apakah ini tempat (dan suasana) yang tepat untuk mengajak dua anak kecil mengisi perut, entah kenapa.

PRANG!

Tampaknya seorang tamu memecahkan gelas sekaligus keheningan yang ada. Kyou hanya tersenyum simpul.

"Kita kesini ya? Ehm, duduk disana saja. OK?" mata coklatnya menangkap sebuah table yang dirasanya nyaman untuk disinggahi. Sebuah meja untuk 4 orang yang cukup luas dengan kursi kayunya yang tampak nyaman. Dinding Cafe yang berupa kaca memungkinkan mereka untuk mengamati aktifitas orang di luar sana.

Tak lama ketika mereka bertiga duduk seorang pelayan memberikan tiga buah buku menu sambil sesekali melirik Nacht dan Cyalle yang menggemaskan. Dengan sabar waitress itu menunggu pelanggan-pelanggan kecilnya.

"Jadi pesan nasi kare?" tanyanya riang pada Cyalle, Kyou menunggu dua adik kecilnya memesan makanan terlebih dahulu dan tidak menanyakan apa yang Nacht inginkan karena tidak ingin membuatnya tergesa-gesa memilih.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 3:32 pm

Asuka otomatis mengalihkan perhatiannya dari novel yang ia baca ke gadis yang menjatuhkan cangkir yang dibawa oleh salah seorang pelayan.

Ia segera bangkit dari tempat duduknya, menghampiri gadis itu, "..Kau tidak apa-apa?" tanya Asuka pelan, tangannya memungut pecahan beling yang terjatuh, "..lain kali lebih hati-hati lagi ya." lanjutnya, tersenyum simpul pada gadis itu.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 5:52 pm

Ritsu meringis kesakitan. Sepertinya, ada sebuah pecahan beling yang tertancap di jari tangannya. Dia berusaha mengeluarkan beling yang tertancap di jari tangannya tersebut. Begitu berhasil dikeluarkan, darah mulai menetes dari jari tangannya. Segera saja dia menekan luka tersebut dengan jari tangannya yang lain agar darah tidak terus mengalir keluar. Sebab, Ritsuki benci darah.

"..Kau tidak apa-apa?"

Terdengar suara seseorang. Seorang perempuan berambut pirang yang sudah berada di dalam cafe sejak tadi menghampiri dirinya. Sepertinya dia gadis yang baik, mau membantu seseorang ceroboh sepertinya. Tetapi, paling tidak, jangan buat gadis itu terluka sepertinya karena pecahan-pecahan beling yang berserakkan di lantai tersebut.

"Tunggu dulu, jangan." ucap Ritsuki seraya menghentikan gadis itu memunguti pecahan beling yang tersebar di lantai.

"Nanti tanganmu terluka, padahal kau tidak salah apa-apa. Jadi, aku saja yang membereskannya." ucapnya sambil membalas senyuman gadis tersebut. "Terima kasih, aku hargai niat baikmu yang tadi itu."
Back to top Go down
Cyalle
Single Star
Single Star


Posts : 279
Join date : 2008-09-05
Age : 25
Location : walkie~ walkie~

Character Sheet
Alice: Increase and Decrease Alice
Class: A-Junior High Student
Self Quote: Keep smiling~

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 6:10 pm

Quote :
"Jadi pesan nasi kare?" tanyanya riang pada Cyalle

"Yup2!" jawab riang Cyalle kepada Kyouka. Anak ini kemudian melihat 2 orang gadis yang sedang merapikan lantai karena hasil dari pecahan gelas. "Kenapa itu?" tanyanya dengan wajah bingung nan polos.
Back to top Go down
View user profile
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 7:05 pm

Met Liefde Café


Itulah yang tertulis di sebuah papan penunjuk sebuah cafè mungil di sisi jalan. Ruru cukup tertarik dengan tempat ini, sepertinya tenang dan damai.. tempat seperti inilah yang jadi favorit gadis ini.

Maka, Ruru mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafè. Berharap tidak banyak orang didalam, karena sekarang ia serius ingin duduk tenang.


Ruru memasuki Met Liefde dan..

'...Oh.. My !!!'

Ruru bergerutu dalam hati. Guess, apa yang dia lihat? Ternyata tidak cukup tenang seperti yang dia pikirkan. Pelan pelan matanya menyusuri tiap sudut cafè itu. Ada lelaki yang duduk tenang di pojok, ada beberapa yang ribut ribut memunguti gelas pecah, dan ada pula wanita yang membawa rombongan anak kecil.

Err.. oke lah, tak apa berdiam disini sebentar......


Ruru memilih duduk jauh dari counter, tapi tidak paling pojok. Tak lama kemudian, seorang Waitress berbaju Gothic Maid memberikan list menu.

Ruru memesan Zessamine Tea.
Beberapa menit berlalu dan teh pesanan telah datang..~

Aroma Zessamine yang kuat, selaras dengan aroma Mint yang menyegarkan. Ruru mulai meminumnya pelan pelan, sambil sesekali melirik seorang anak kecil (Cyalle) yang menurutnya lucu, seperti boneka...
Back to top Go down
View user profile
Biancastrodithe
Single Star
Single Star


Posts : 145
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Puppet
Class: Junior High School B
Self Quote: ...

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 8:41 pm

Sepotong cake cokelat mungkin akan menutup harinya dengan menyenangkan, ya. Dan segelas royal tea mungkin? Sudah cukup lama sejak ia terakhir mendapatkan segelas teh yang layak. Semoga saja di tempat ini, apa tadi namanya? Er, ya Met Liefde. Semoga saja di kafe kecil ini mereka menyajikan makanan dan minuman yang benar-benar layak. Ia jadi teringat kafe yang terakhir dikunjunginya, untuk membuat secangkir saja mereka tidak bisa. Sungguh sulit mencari kafe yang benar-benar menyediakan makanan-minuman yang sesuai dengan seleranya.

Met Liefde, sebuah kafe yang minimalis didominasi dengan warna merah dan hitam. Wew, cukup gelap. Bukannya ia tidak menyukai kedua warna itu sih, hanya saja kedua warna itu menimbulkan kesan 'hidup' yang ia tidak sukai. Bukankah warna hijau lebih baik? Kesannya lebih menyejukan dan segalanya. Hee, sudahlah. Tidak usah memperhatikan desain interiot kafe ini, toh dia hanya ingin minum teh saja.

Bianca melihat ke dalam kafe itu. Cukup ramai, padahal ia mengharapkan tempat yang tenang di sana. Tapi baru saja ia masuk ke dalam kafe minimalis itu, sudah ada kecelakaan kecil yang terjadi. Seorang gadis menabrak pelayan kafe itu sehingga nampan yang dibawa pelayan itu jatuh dengan bunyi yang memekakan telinga. Pecahan beling berserakan, dan gadis yang menbrak pelayan itu tampak sedikit panik. So much for peaceful evening.

Seorang gadis yang sebelumnya duduk di sofa sambil membaca buku tiba-tiba berdiri dan membantu memungut pecahan beling akibat kecelakaan tadi. ...tipe orang yang paling... Ah, jangan memikirkan hal yang buruk, sore ini ia hanya ingin bersantai sebelum memulai aktifitas melelahkan lainnya.

Eh, ia baru menyadari ada seorang perempuan yang menggandeng dua anak kecil. Apakah dunia ini bekerja sama untuk menghancurkan sorenya yang tenang? Anak kecil adalah bencana, ia tahu pasti hal itu. Meskipun sebenarnya ia hampir tidak pernah berinteraksi dengan anak kecil. Ia sendiri sebenarnya juga masih keceil kan? Baru hampir 15 tahun. Tapi setidaknya ia tidak suka membuat keributan. Uh oh, lebih baik ia menjauh dari mereka sajalah. Semoga saja tidak akan ada keributan. Sore yang tenang... Sore yang tenang... Ya, kekuatan pikiran. Kalau ia berpikir positif, mungkin saja benar-benar akan terjadi, kan...

Tunggu dulu, orang yang di sudut ruangan itu... Dia kan si pengendali pikiran yang waktu itu... Siapa namanya, vert...? Arvert. Itu dia. Apa sebaiknya ia menjauh saja supaya tidak ada kejadian berbahaya yang timbul? Harus cari aman, sebaiknya ia mencari perlindungan. Duduk di mana sebaiknya? Di dekat 'keluarga' kecil itu jelas tidak. Di dekat si kaca mata, bencana. Ataukah lebih baik di dekat gadis tenang yang sepertinya sedang menikmati tehnya? Sepertinya bukan tipe yang mau berbagi. Merde.

Bianca akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa tempat gadis pirang yang tadi membaca novel itu sebelumnya duduk. Lebih baik cari aman bukan?

Ia mengangkat tangannya, memanggil seorang pelayan muda dengan rambut bewarna hitam. Pelayan itu tersenyum ramah dan memberikannya sebuah buku menu. Bianca hanya melirik buku menu itu sedikit sebelum memesan pesanannya, secangkir royal milk tea. Ya, tujuannya ke sana kan hanya itu saja. Baiklah, mari kita lihat apakah kafe ini bisa menyediakan teh yang sesuai dengan seleranya.
Back to top Go down
View user profile http://frilla.deviantart.com
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 9:14 pm

Tuk

Ruru meletakkan cangkir teh - nya pelan pelan, hampir tidak bersuara saat membentur meja kayu. Tepat, setelah ia menghabiskan setengah dari Zessamine Tea nya, seorang tamu siswa wanita masuk dan melihat lihat seisi cafè dengan elegan nya. Yah, terpikir sekilas oleh Ruru.. jarang ada orang seperti itu [Bianca], akhir akhir ini yang muncul di kehidupan nya hanyalah orang orang cerewet yang berisik, dan blak blak-an.

Gadis yang baru masuk itu duduk di dekat jendela, di dekat lokasi insiden pecah nya gelas. Dan dia segera memesan sesuatu pada seorang pelayan.

Ermmm??.. kenapa malah memperhatikan nya?
Ruru berpaling dan kembali pada cangkir berisi teh yang sudah setengahnya. Dia melanjutkan meminum nya sampai habis
Back to top Go down
View user profile
Kyouka
Alice User
Alice User


Posts : 980
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Magician-Illusion
Class: Freelancer
Self Quote: "Then I'll show you my magic."

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Mon Sep 08, 2008 11:38 pm

"Kenapa itu?" tanyanya dengan wajah bingung nan polos.

Kedua bola mata Kyou menatap ke arah Sayaka, jarinya berdarah teriris pecahan kaca yang dipungutnya. "Kecelakaan kecil. Kalau Cyalle mau menolongnya, silakan. Itu hal yang baik." senyum Kyou pada Cyalle. Kyou memang sengaja tidak menolong Sayaka, menunggu reaksi dari orang-orang disekelilingnya, mengamati. Entah untuk apa.

Merasa seorang waitress sedari tadi menunggu mereka Kyou pun bereaksi,

"Curry Rice, dan..?" pandangannya kembali menatap buku menu, "mm, Strawberry Cheese Cake dan Ice Lemon Tea."

Pelayan itu mengangguk, masih dengan sabar menunggu Nacht kecil memilih menunya sementara Kyou mengamati dan menikmati suasana disekitarnya.
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 4:27 am

"Tunggu dulu, jangan." sergah si gadis yang ditolongnya, "Nanti tanganmu terluka, padahal kau tidak salah apa-apa. Biar aku saja yang membereskannya." Gadis itu membalas senyum Asuka, "Terimakasih, aku hargai niat baikmu yang tadi itu."

Asuka tertawa kecil, mata masih menatap lantai, tangan masih memungut beling yang jatuh berserakan, "Hm.. Tidak apa-apa kok." Asuka melirik sekilas di sampingnya, mendapati si gadis sedang menekan luka goresan di tangannya.

Asuka menghela nafas perlahan, gadis ini benar-benar kikuk rupanya.

Asuka merogoh sesuatu dalam tas mungilnya, dan menyodorkannya pada si gadis, "Oh ya.." Asuka tersenyum ramah pada gadis itu, "..tutup lukamu dengan plester ini."

Sementara itu di dekat mereka, waitress yang tadi pergi ke belakang untuk mengambil sapu datang menyapu sisa beling yang masih berserakan.
Back to top Go down
Arvert
Single Star
Single Star


Posts : 1467
Join date : 2008-09-01

Character Sheet
Alice: Mind Set
Class:
Self Quote:

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 5:12 am

PRAANG!!

Tsk, berisik. Mengganggu saja Arvert menoleh ke arah sumber suara, menatap dingin karena suara yang bising barusan dan kembali memperhatikan jalanan.

Tak lama ia meneguk lagi tehnya dan kembali menopang dagunya sambil melihat keluar.
Back to top Go down
View user profile
Biancastrodithe
Single Star
Single Star


Posts : 145
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Puppet
Class: Junior High School B
Self Quote: ...

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 7:41 am

Ternyata suasana kafe itu relatif tenang selain ketika kecelakaan kecil tadi. Sepertinya pengunjung kafe itu bukanlah orang-orang yang suka membuat keributan. Tapi anak-anak sulit diprediksi, mungkin saja sekarang mereka diam. Tapi jangan-jangan nanti mereka akan menghancurkan kafe itu. Jangan sampai itu terjadi.

Samar-samar ia merasa seseorang memperhatikan dirinya. Hm, mungkin cuma perasaannya saja. Akhir-akhir ini memang ia sering bersikap paranoid. Ayolah, Bibi, kurangi pikiran-pikiran negatifmu. Kalau begini terus, ia bisa cepat terlihat tua kan?

Lalu ngomong soal tua, si gadis pirang itu. Er, tidak ada hubungannya memang. Yah, pokoknya si gadis pirang itu, sepertinya termasuk tipe-tipe orang yang menyebalkan. Tahulah, tipe pahlawan yang ramah pada semua orang. Hn, tidak mungkin. Di zaman seperti ini, mana ada orang yang menolong tanpa pamrih. Guru yang disebut-sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa saja sekarang hanya segerombolan orang materialistis yang ingin mendapatkan nama baik dan uang sekaligus. Yap, superman is dead. Selamat datang di kenyataan.

Ya, ya. Tidak mungkin gadis itu hanya ingin menolong semata. Tidak percaya? Lebih baik buktikan saja langsung, bukan?

Bianca menghamiri kedua gadis yang sedang membereskan pecahan beling di lantai dan membungkuk di samping mereka. Ia tersenyum pada mereka sebelum ikut memungut beling-beling itu, "ku bantu juga, ya?"
Back to top Go down
View user profile http://frilla.deviantart.com
Rurua Mitama
Alice User
Alice User


Posts : 840
Join date : 2008-09-04
Age : 22
Location : Mitama's Neopolitan (Err?)

Character Sheet
Alice: La Marionette Alice
Class: Freelancer
Self Quote: ”Rose. Rose, deadly temption, touch it―and you'll die”

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 8:29 am

"....................."

Ruru telah menghabiskan secangkir Zessamine tea pesanan nya. Dia menatap seorang maid, dan bak telepati.. sang maid menghampiri Ruru dan memberi tagihan nya. Dia mengeluarkan beberapa koin Rabbit dari saku mungil di baju nya. Dan memberikan nya pada si Maid.

Sebelum Ruru meninggalkan cafè dan kembali ke Dorm, dia melewati sisi simpang cafè dan melintas di depan kerumunan orang yang sedang memunguti serpihan pecahan gelas. Oh, rupanya gadis berambut merah magenta yang dari tadi diperhatikan nya, ikut membantu mereka mereka. Saat tepat di depan nya, Ruru memperlambat jalan nya.. sekali lagi ia memandang gadis merah magenta itu. Mungkin saja bisa bertemu mata. Sesaat sebelum berpaling, Ruru berbisik berkata sesuatu...
hope you can hear it

Lalu, ia pun pergi meninggalkan cafè Met Liefde itu..

[OUT]
Back to top Go down
View user profile
Yamazakura Ayumu
Double Star
Double Star


Posts : 352
Join date : 2008-09-01
Age : 23

Character Sheet
Alice: Hair Clone Alice
Class: A Senior High
Self Quote: Happiness is.. Hot cocoa on a cold day.

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 9:06 am

Perlahan, Ayumu membuka pintu cafe kecil tersebut,dan pintunya berderit membuka hampir tanpa suara. Kaki kanannya melangkah duluan, dan dengan bersamaan, mata biru cerahnya menelusuri setiap sudut ruangan kecil cafe tersebut, mencari satu kursi kosong untuk dirinya. Ya,gadis berambut cokelat itu masih merasa lapar, padahal beberapa saat yang lalu ia telah melahap habis sepotong croissant pemberian Sakurai, orang yang baru saja dikenalnya di Central Town. Perut Ayumu sepertinya memang bukan perut biasa, perlu asupan extra untuk bisa membuatnya kenyang.

Dalam diam, ia berjalan ke kursi yang berada dekat dengan lokasi Kyouka, Cyalle, dan Nacht duduk. Selagi menunggu waiter memberikan daftar menunya, Ayumu melayangkan pandangannya ke arah tiga orang gadis yang sedang sibuk memunguti sesuatu yang berserakan di atas lantai. Tak tampak sama sekali pandangan penasaran di mata jernih Ayumu. Ia sama sekali tak peduli dengan apa yang mereka lakukan di sana. Hanya senyum santai yang terukir di wajahnya saat memperhatikan mereka.

"Maaf lama menunggu", suara lembut dari waiter yang menghampiri mejanya membuat gadis itu mengalihkan pandangannya pada daftar menu yang kini tersodor di hadapannya. Dengan gesit, matanya menelusuri daftar makanan yang tertera di atas kertas itu.

"Satu chocolate cake, satu cheese cake, satu apple pie, satu pineapple pie, satu strawberry muffin, satu strawberry cake, satu chocolate parfait, dan satu strawberry milkshake." ujarnya lancar,tanpa menghiraukan tatapan aneh dari waiter tersebut. "Itu saja.", ia menutup buku menu sambil tersenyum ke arah waiter tersebut. Beberapa detik kemudian,waiter itu meninggalkan Ayumu sambil membawa daftar menu tersebut.

_________________


Ayumu -- Dora Versionngakak guling2

Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Kyouka
Alice User
Alice User


Posts : 980
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Magician-Illusion
Class: Freelancer
Self Quote: "Then I'll show you my magic."

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 9:32 am

Mata coklatnya terus, dan terus mengamati. Pelanggan yang keluar-masuk, beberapa orang yang memungut pecahan cangkir, seorang pemuda dengan ekspresi seriusnya, serta dentingan merdu antara cangkir dan tatakannya.

"Maaf, apa adik kecil mau pesan minuman?" seorang pelayan bertanya ramah pada Cyalle dan Nacht, "atau ada tambahan pesanan lain?"
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 10:25 am

Asuka menoleh ke belakang, mendapati seorang gadis berambut merah kecolatan tersenyum padanya dan gadis disebelahnya. Asuka balas tersenyum. Gadis asing itu menunduk, mulai memungut beling-beling itu, "ku bantu juga ya."

"Ehh? Boleh.." Asuka menatap gadis di depannya, "Tapi hati-hati, jangan sampai tanganmu terluka. Sepertinya. Hehe." Asuka terkekeh pelan, menatap gadis di sebelahnya yang tangannya terluka.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 12:44 pm

Perempuan berambut pirang itu menyerahkan sebuah plester kepadanya. Well, sepertinya dia sudah mengetahui bahwa tangan Ritsu terluka. Tanpa mesti berpikir panjang, Ritsu segera mengambil plester yang diserahkan oleh gadis berambut pirang tersebut. "Terima kasih banyak." ucapnya. Lalu, dia segera membalut luka goresan pada jarinya tersebut, agar tidak terkena infeksi.

"ku bantu juga, ya?"

Suara seorang perempuan lagi. Kali ini seorang perempuan berambut pendek berwarna merah tua yang menghampirinya dan perempuan berambut pirang itu. Er-- membantu? Well, siapa yang mau menolak sebuah bantuan dari orang lain?

"Silakan. Tetapi, sesuai dengan kata-katanya, berhati-hatilah agar tanganmu tidak ikut terluka." ucapnya.

Mendadak, dia baru teringat sesuatu. Dia belum mengetahui nama dua orang perempuan yang membantunya itu. Ah, tidak... Lebih tepatnya, dia belum memperkenalkan dirinya kepada kedua perempuan yang membantunya tersebut. Paling tidak, Ritsu harus mengetahui nama kedua orang perempuan itu agar bisa membalas budi mereka di lain waktu.

"Er-- ngomong-ngomong, boleh tahu nama kalian berdua?" tanya Ritsuki. "Aku Sayaka Ritsuki. Dan... Terima kasih banyak sudah membantuku."
Back to top Go down
Asakura Hibiki
Single Star
Single Star


Posts : 524
Join date : 2008-09-02
Age : 24

Character Sheet
Alice: Tall Tale Alice
Class: B - High School
Self Quote: "I'm not fluffy, A**l, why do you keep calling me that?!"

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 2:19 pm

Hibiki tidak memiliki kesibukan lain untuk saat ini karena ia baru saja tiba di sekolah ini. Ia berjalan-jalan di pusat kota dan memutuskan untuk melewati hari dengan membaca, sesuatu yang memang menjadi hobinya. Hibiki tanpa sengaja menemukan kafe ini. Kelihatannya nyaman, pikir anak itu. Ia masuk, sekilas memandang semua pengunjung lain yang ada disitu, dan duduk di kursi terjauh di sudut kafe.

Seorang waiter mendekatinya dan menanyakan pesanannya. "Cokelat hangat. Dan..." Hibiki mengernyit sedikit melihat daftar menu. "Itu saja deh." katanya sambil menutup menu tersebut. Ia tidak merasa terlalu lapar sekarang. Begitu waiter itu berlalu, Hibiki mengeluarkan sebuah buku dari tas sandangnya. Buku yang berjudul What Happens Between The Rabbit and The Wolf itu tebal, memiliki gambar sampul yang imajinatif, dan telah menyita perhatian Hibiki sampai-sampai ia tidak menyadari segelas cangkir cokelat hangat telah berada di depannya.

Mencium bau cokelat yang kaya, ia mendongak sejenak dari buku itu, meneguk pelan, kemudian melanjutkan membaca dalam diam.
Back to top Go down
View user profile http://bakacupid.livejournal.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 2:20 pm

"Maaf, apa adik kecil mau pesan minuman?"

Nacht melirik Waiter yang membawakan menu makanannya. Ia membuka lembar demi lembar kertas berisi berbagai menu makanan tersebut, kemudian berhenti disebuah Kue yang kelihatannya sangat enak. Tiramisu.

"atau ada tambahan pesanan lain?"

"Um.. umm.. Kakak Kyou~" Nacht menarik-narik tangan Gadis disebelahnya sebelum jari kecilnya menunjuk sebuah gambar Tiramisu tersebut. "Aku.. aku mau pesan ini... boleh tidak?" tanya Nacht riang.
Back to top Go down
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 2:21 pm

Siang itu Kou berjalan ke arah kota. Ramai, dan panas. Beberapa orang menabraknya ketika dia berjalan, membutnya sedikit limbung. Yah, untung saja kakinya sudah sembuh. Beberapa orang yang -entah menabrak atau ditabrak- oleh Kou menggerutu 'hei, jalan yang benar! buta, ya?!', dan tentu saja dijawabnya dengan santai, 'iya, kenapa?', atau hanya sekedar senyum.

Hei, aroma apa ini? Dari ribuan aroma yang tercium di sepanjang jalan kota, aroma yang satu ini sangat mencolok. Harum, aroma yang manis. Kou menepi ke arah etalase, dan mengikuti sumber aroma itu. Semakin didekati, tercium aroma kopi, teh dan lainnya. Aduh, perut Kou jadi melilit lapar. Cowok kurus itu bersandar di tembok luar toko yang beraroma wangi itu.

Dari dalamnya juga terdengar suara-suara. Tampaknya tempat ini cukup ramai. Kou memutuskan untuk masuk ke dalam, berjalan perlahan-lahan. Dia takut menabrak meja atau kursi, atu buruknya lagi, nabrak pelayan toko dengan secangkir kopi panas.
Terdengar beberapa suara yang sepertinya dikenalnya, tapi dia masih ragu-ragu untuk menyapa.
Back to top Go down
Kyouka
Alice User
Alice User


Posts : 980
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Magician-Illusion
Class: Freelancer
Self Quote: "Then I'll show you my magic."

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 2:27 pm

"Um.. umm.. Kakak Kyou~" Nacht menarik-narik Kyou sambil menunjuk sebuah gambar Tiramisu, "Aku.. aku mau pesan ini... boleh tidak?"

"Kalau begitu Tiramisu-nya satu," ujar gadis bermata coklat hazel tersebut dan ditanggapi anggukan dari sang pelayan.

"Itu saja?" sang pelayan memastikan pesanan-pesanan pelanggan kecilnya dengan senyum ramah.
Back to top Go down
View user profile
Biancastrodithe
Single Star
Single Star


Posts : 145
Join date : 2008-09-01
Age : 26

Character Sheet
Alice: Puppet
Class: Junior High School B
Self Quote: ...

PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 2:36 pm

Ia tidak benar-benar memungut beling-beling itu tentu saja. Lucifer forbids her. Ia benar-benar hanya ingin melihat reaksi mereka akan pertanyaannya. Keduanya tidak tampak terganggu dengan kedatangannya dan justru memperingatkannya untuk berhati-hati agar tidak terluka. Secepat kedatangannya yang tiba-tiba, ia berdiri dan membersihka bajunya dari debu yang mungkin sebenarnya tidak ada, mengingat ia tidak melakukan apa-apa yang bisa membuatnya kotor. Tapi selalu lebih baik untuk berhati-hati bukan?

hope you can hear it suara bisikan yang sangat pelan membuatnya langsung mengangkat kepalanya dan langsung bertemu mata dengan gadis yang tadi duduk sambil minum teh dalam diam. Ia tidak mendengar apa yang gadis itu katakan, tapi dari matanya... ada sesuatu yang membuatnya penasaran dengan gadis itu. Bianca sempat berpikir untuk mengucapkan sesuatu, tapi gadis itu terlanjur pergi. ...Siapa dia?

"Er-- ngomong-ngomong, boleh tahu nama kalian berdua?" kata-kata dari gadis ceroboh tadi membuatnya memalingkan mukanya lagi. Ia tidak memperhatikan kata-katanya, tapi rasanya gadis itu menanyakan namanya, betul?

"Aku, Biancastrodithe," ujarnya masih dengan senyum palsu yang meyakinkan. Sesekali melirik ke arah pintu ketika beberapa orang masuk ke dalam kafe yang mulai ramai itu.
Back to top Go down
View user profile http://frilla.deviantart.com
Guest
Guest



PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Tue Sep 09, 2008 2:39 pm

"Aku sih sudah..." jawab Nacht kecil sambil melirik Kyou. "Kakak Kyou mau pesan makanan lain?" tanya Nacht kecil dengan wajah --> :3

Selagi Ia menunggu jawaban Kyou, suara pintu yang terbuka membuat perhatian Nacht teralihkan. Seorang cowok yang berpenampilan sedikit linglung [Kouganei] masuk ke dalam cafe tersebut. Raut wajahnya sedikit ragu-ragu, membuat Nact kecil justru penasaran.

"Umm... kakak Kyou... dia siapa?" tanya Nacht sambil menunjuk-nunjuk cowok yang baur saja masuk [kouganei].
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: Met Liefde Cafe   Today at 1:46 pm

Back to top Go down
 
Met Liefde Cafe
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 4Go to page : 1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» TT Ipoh Station Antique Cafe, Puchong**#MArI BeRNosTaLgiA#**23/03/2012
» Hey Lego Cafe Corner fans...
» Rosemary Chen's Internet Cafe
» Milliways - the cafe at the end of the universe...
» How to get behind the window in Star Cafe 2011

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Abstract School :: Away Away Away :: Finished Thread-
Jump to: